Adanya Stratifikasi Sosial yang menimbulkan Konsekuensi

Adanya Stratifikasi Sosial yang menimbulkan Konsekuensi

Adanya Stratifikasi Sosial yang menimbulkan Konsekuensi – Stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal. Menurut sosiolog Italia, Gaetano Mosca bahwa pembedaan di dalam masyarakat ini terkait dengan konsep kekuasaan, yakni ada sekelompok orang memang berkuasa atas kelompok orang yang lain.

Dalam suatu masyarakat terdapat perbedaan tingkat pendidikan, kekayaan, status, dan hal-hal lain yang dihargai memunculkan istilah stratifikasi sosial, nih. Adanya perbedaan-perbedaan tersebut memicu munculnya kelas-kelas dalam strata tertentu.

Mulai dari strata atas, strata tengah, hingga strata bawah atau yang paling rendah tingkatannya dalam Club388 Indonesia suatu masyarakat. Nah, adanya kelas-kelas sosial semacam itu ternyata memiliki berbagai konsekuensi, lho. Penasaran? Simak langsung aja penjelasannya di bawah ini, ya!

1. Peluang hidup dan kesehatan
5 Konsekuensi dari Adanya Stratifikasi Sosial, Kamu Strata Mana?

Pada peluang hidup dan kesehatan ini tingkat pendidikan dan kekayaan menjadi faktor utama, ya. Di mana seseorang dengan strata atas atau memiliki tingkat pendidikan tinggi atau kekayaan yang mendukung cenderung sangat memperhatikan kesehatannya.

Bahkan para strata atas tak hanya pergi pada pelayanan kesehatan saat sakit saja melainkan juga berupa pencegahan dengan rutin mengunjungi pelayanan kesehatan secara teratur untuk mengecek perkembangan kesehatannya, lho. Sehingga pada akhirnya seseorang yang masuk dalam strata atas memiliki peluang hidup yang tinggi, nih.

Sedangkan strata bawah yang berada dalam tingkat pendidikan rendah memiliki keminimalan pengetahuan betapa berharganya suatu kesehatan. Belum lagi jika kondisi kekayaan atau ekonomi juga tak mendukung, yang mana finansial hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Maka, pergi ke pelayanan kesehatan perlu dipikirkan berkali-kali dan kalau tak benar-benar darurat artinya tak perlu pergi berobat apalagi hanya sekadar cek kesehatan.

Padahal nih kalau udah sakit tapi tak ketahuan lalu akhirnya penyakit menjadi semakin kompleks bukankan biaya yang dibutuhkan juga lebih besar? Jadi, lebih baik mencegah daripada mengobati, ya!

2. Gaya Hidup
5 Konsekuensi dari Adanya Stratifikasi Sosial, Kamu Strata Mana?

Adanya stratifikasi sosial yang berkonsekuensi pada gaya hidup bermakna pada tingkat kekayaan, nih. Dimana para strata atas yang memiliki kekayaan mencukupi cenderung bergaya hidup mewah, ya. Mulai dari fashion mewah dan update hingga liburan rutinnya ke luar negeri. Sedangkan para strata bawah dengan kekayaan yang kadang untuk kebutuhan hidup sehari-hari masih sedikit sulit cenderung memiliki gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhannya saja, nihh. Untuk fashion disesuaikan dengan peran atau pekerjaanya serta liburan dengan menonton tayangan televisi di rumah rasanya sudah cukup membahagiakan, nih.

3. Respon terhadap perubahan
5 Konsekuensi dari Adanya Stratifikasi Sosial, Kamu Strata Mana?

Adanya respon terhadap perubahan sangat berkaitan dengan tingkat pendidikan yang dimiliki, nih. Dimana para strata atas yang memiliki jenjang pendidikan tinggi cenderung memaknai positif adanya suatu perubahan sosial. Hal tersebut dengan catatan bahwa pengetahuan yang dimilikinya digunakan untuk mencari tahu perubahan apa yang ada di dalamnya dan ketika negatif sekalipun para stata atas menolaknya dengan tegas disertai alasan logis.

Nah, para strata bawah yang memiliki tingkat pendidikan rendah cenderung langsung menolak adanya suatu perubahan sosial, nih. Hal tersebut tanpa mencari tahu terlebih dahulu siapa sangka bahwa perubahan itu menghantarkan pada perubahan hidupnya yang progresif, lho. Sebagian besar alasan para strata bawah yang minim pengetahuan tersebut takut akan risiko dari adanya perubahan jika diterimanya, nih.

4. Peluang bekerja
5 Konsekuensi dari Adanya Stratifikasi Sosial, Kamu Strata Mana?

Konsekuensi selanjutnya dari adanya stratifikasi sosial yakni dilihat dari peluang kerja. Yang mana peluang kerja yang muncul merupakan akibat dari tingkat pendidikan yang dimiliki, nih. Lebih lanjutnya, para strata atas dengan tingkat pendidikan tinggi ini cenderung memiliki peluang kerja yang tinggi pula, lho. Seseorang yang memiliki jenjang pendidikan tinggi akan mendapatkan peluang kerja yang lebih variatif.

Sedangkan para strata bawah yang memiliki tingkat pendidikan rendah cenderung terbatas akan peluang kerjanya, nih. Hal tersebut sejalan dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki, maka minim pula peluang kerja yang didapatkan, ya.

5. Kebahagian dan sosialisasi dalam keluarga
5 Konsekuensi dari Adanya Stratifikasi Sosial, Kamu Strata Mana?

Kebahagian dan sosialisasi dalam keluarga menjadi konsekuensi pula dalam stratifiaksi sosial, lho. Dimana hal tersebut dapat dilihat dari tingkat kekayaan yang dimiliki oleh suatu keluarga, nih. Dari strata atas atau kemampuan finansial yang mumpuni cenderung membuat keluarga hidup bahagia dengan terpenuhinya segala kebutuhan setiap anggota dalam keluarga.

Sedangkan pada strata bawah atau kemampuan finansial yang minim cenderung menghambat kebahagian keluarga. Hal tersebut karena tidak terpenuhinya berbagai kebutuhan fisik akibat keterbatasan ekonomi. Bahkan hal tersebut tak jarang memicu emosional dari pihak orang tua yang dilampiaskan pada anak-anaknya, nih.

Adannya stratifikasi sosial yang hadir dalam kelas-kelas dengan kategori tertentu memunculkan stigma bahwa berada dalam kelas atau strata atas rasanya begitu membahagiakan, ya. Tetapi, percayalah bahwa kebahagian itu relatif dan tergantung dari sudut pandang mana kamu memaknainya, nih.

Misalnya saja keluarga strata atas yang memiliki hal berharga seperti kekayaan berlimpah belum tentu memiliki banyak waktu antar anggota keluarganya tak seperti keluarga para strata bawah yang memiliki banyak waktu untuk saling menyayangi, ya.