Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Hentikan Pencitraan di Medsos

Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Hentikan Pencitraan di Medsos

Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Hentikan Pencitraan di Medsos – Istilah “pencitraan” sering dipakai dalam bidang politik dan seni. Namun, pada dasarnya istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa ada usaha atau upaya yang dilakukan untuk menggambarkan sesuatu atau seseorang menjadi lebih baik di hadapan publik sehingga dapat mempengaruhi opini publik. Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan lewat media sosial.

Pencitraan yang dilakukan akan membantu penalaran dan pemecahan masalah, yaitu dengan memberikan kesanggupan pada seseorang untuk memprediksi hasil suatu tindakan. Bisa bantu dongkrak jualan, jadi sarana untuk belajar, memelihara hubungan pertemanan terutama yang terpisah jarak, dan sebagainya.

Tapi tak bisa dimungkiri, banyak pula yang menggunakan media sosial sebagai alat pencitraan Sah-sah aja sih, kalau apa yang dicitrakan itu sesuai dengan kenyataan. Yang jadi masalah, bila image yang kamu bentuk di media sosial jauh dari realitas. Dan, Dirangkum dari idn poker ios inilah beberapa alasan kenapa sebaiknya kamu menghentikan itu.

1. Orang yang tahu seperti apa kamu sebenarnya, akan mencap dirimu pembohong
5 Alasan untuk Setop Pencitraan di Media Sosial demi Kebaikanmu, Bro!

Kamu bisa saja membuat warganet terpukau dengan lini masa yang senantiasa berisi jalan-jalan ke tempat menarik, makan-makan di tempat fancy atau outfit yang selalu kece dan pastinya pricey. Atau juga dengan unggahan bahwa kamu selalu hidup dalam kemewahan dan kebahagiaan lainnya.

Tapi, orang yang tahu siapa kamu sebenarnya, bagaimana kamu susah payah membayar cicilan, atau perilakumu yang sehari-hari pelit pada orangtua tapi royal di sisi lifestyle, akan memandangmu sebagai tukang bohong. Lini masamu aja yang dipercantik, tapi hidupmu di dunia nyata sebenarnya berantakan.

2. Bukannya malah dianggap wah, tapi undang masalah
5 Alasan untuk Setop Pencitraan di Media Sosial demi Kebaikanmu, Bro!

Boleh-boleh saja kamu gonta-ganti gadget baru dan tercanggih tiap beberapa bulan, atau ke mana-mana selalu bawa tas mewah nan menawan. Selama itu kamu hasilkan dari kerja kerasmu sendiri dan memang sesuai dengan kemampuan.

Tujuanmu bergaya wah, malah akan mengundang masalah kalau ternyata sebenarnya keuanganmu gak mampu. Ini, yang bisa berisiko memunculkan hasrat diri untuk berlaku tak jujur, misalnya melakukan korupsi atau menipu. Dan, kalaupun kamu tak melakukan hal kriminal, tetap saja hidupmu jadi gak tenang, selalu dikejar-kejar penagih utang.

3. Hanya menambah beban hidupmu
5 Alasan untuk Setop Pencitraan di Media Sosial demi Kebaikanmu, Bro!

Hidup itu secara alami selalu ada masalah, jadi gak perlu cari perkara untuk menambah bebannya. Dan itulah yang terjadi, kalau kamu terlalu sibuk melakukan pencitraan di media sosial.

Karena perhatianmu terfokus pada pendapat atau pengakuan orang lain, tanpa sadar, kamu jadi membebani hidupmu sendiri. Melakukan sesuatu, selalu berorientasi pada pemikiran orang lain. Dan, pikiranmu selalu disibukkan dengan langkah-langkah apa nantinya, supaya citramu selalu tampak bagus. Memangnya gak capek hidup seperti itu?

4. Sulit mendapatkan teman sejati
5 Alasan untuk Setop Pencitraan di Media Sosial demi Kebaikanmu, Bro!

Alasan lainnya kenapa kamu harus menghentikan pencitraan di media sosial sekarang juga adalah demi kebaikan hidupmu. Image yang kamu bentuk membuatmu hanya menarik teman-teman yang bertujuan sama, yang doyan juga dengan pencitraan. Sangat kecil peluangnya untukmu mendapatkan teman yang sejati.

Karena mereka berteman denganmu pun disebabkan statusmu yang dianggap setara dengan mereka. Kalau pakaianmu lusuh, tasmu biasa-biasa saja, mereka mana mau mendekati. Tipe teman kayak gini bakal meninggalkanmu saat kamu susah.

5. Rentan depresi
5 Alasan untuk Setop Pencitraan di Media Sosial demi Kebaikanmu, Bro!

Salah satu bahaya jika kamu terus mempertahankan untuk sibuk menciptakan citra diri yang bukan sebenarnya, adalah kamu jadi rentan stres dan depresi. Kamu jadi kehilangan jati diri, karena apa yang kamu lakukan, selalu berlandaskan kemauan atau pendapat orang. Bukan lahir dari keinginanmu pribadi.

Hal ini sama saja dengan membeli kebahagiaan semu. Kamu boleh saja tampak tertawa lepas di lini masamu, tapi ketika sendiri, tak jarang kamu jadi merasa hampa atau malah membenci diri sendiri karena sudah membohongi orang banyak, bahkan dirimu sendiri.

Media sosial memiliki banyak sekali manfaat, kalau kamu bisa menggunakannya dengan bijak. Dan melakukan pencitraan diri, padahal kamu tak seperti itu, bukanlah cara tepat memanfaatkan media sosial.