Alasan Polri Menganggap Pokemon Go Membahayakan Masyarakat

Alasan Polri Menganggap Pokemon Go Membahayakan Masyarakat

Alasan Polri Menganggap Pokemon Go Membahayakan MasyarakatPokémon Go (ditulis sebagai Pokémon GO) adalah sebuah permainan realitas tertambah dalam telepon pintar yang dikembangkan oleh Niantic, sebuah perusahaan sempalan milik Google, yang tersedia untuk perangkat iOS dan Android. Pokemon Go belakangan menjadi pembahasan terhangat, bukan hanya di kalangan gamer, namun juga masyarakat umum. Meski demikian, rupanya game berbasis GPS ini dianggap membahayakan penggunanya karena membuat konsentrasi terpusat pada game dan menghilangkan kewaspadaan diri pada lingkungan sekitar.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (disingkat Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Pernyataan ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

“Aplikasi Pokemon itu bisa saja membahayakan publik. Tentu masyarakat perlu berhati-hati apalagi kalau kegiatan itu dilakukan di Club388 Indonesia ruang publik,” ujar Boy, seperti yang dikutip dari Kompas.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar: “Pokemon Go membahayakan masyarakat!”[/caption]

Boy juga melarang masyarakat memainkan Pokemon Go ketika berkendara. Hal ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan kecelakaan, yang melukai diri sendiri dan orang lain. Oleh karenanya, masyarakat diminta menyesuaikan tempat dan waktu dalam memainkan Pokemon Go.

“Polri berharap segala sesuatu kegiatan yang dilakukan masyarakat agar tidak membahayakan,” kata Boy yang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat memainkan Pokemon Go.

Apakah betul Pokemon Go membahayakan masyarakat? Sebetulnya jika kita melihat banyak kasus di luar negeri, ada kasus-kasus di mana pemain Pokemon Go terlibat kecelakaan lalu lintas ataupun membahayakan dirinya sendiri ketika sedang mengejar monster Pokemon.

Di Missouri, Amerika Serikat, sebelumnya, sekelompok perampok memanfaatkan popularitas Pokemon Go untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.

Menurut keterangan kepolisian setempat, kelompok perampok tersebut menggunakan salah satu fitur Pokemon Go bernama Lure Module, yang berfungsi untuk meletakkan Pokestop. Pokestop yang fungsi sebenarnya digunakan untuk menaruh monster Pokemon ini dijadikan jebakan untuk merampok.

Pemain Pokemon Go yang berburu monster Pokemon tentu saja bakal terpikat dengan lokasi Pokestop tersebut. Padahal, niat jahat sudah menanti mereka di lokasi-lokasi Pokestop yang disiapkan perampok.

“Tersangka mengambil keuntungan dari geolokasi pada Pokemon Go. Mereka memikat korban untuk merampok mereka,” kata Sersan Bill Stinger dari kepolisian Missouri, AS, sebagaimana dikutip dari KompasTekno, Senin (11/7/2016).

Selain kejadian tersebut, seorang pria warga Auburn, New York, AS, juga dilaporkan menabrak sebuah pohon dengan mobilnya pada Selasa malam (12/7/2016). Menurut keterangan kantor polisi setempat, sang pria yang berusia 28 tahun itu tidak memperhatikan jalan karena sedang sibuk mencari monster Pokemon di jalan sambil mengemudi.

Untung saja kejadian-kejadian semacam ini belum terjadi di Indonesia. Meski demikian, seperti yang dikatakan Irjen Pol Boy Rafli Amar, karena Pokemon Go membahayakan masyarakat, maka kita perlu lebih berhati-hati saat memainkan game ini.