Beberapa Alasan Mengapa Kebaikan Sebaiknya Tidak Dipamerkan

Beberapa Alasan Mengapa Kebaikan Sebaiknya Tidak Dipamerkan

Beberapa Alasan Mengapa Kebaikan Sebaiknya Tidak Dipamerkan – Sejatinya, tidak ada seorang pun di dunia ini diciptakan untuk menjadi manusia yang tidak baik. Semua orang pasti memiliki kebaikan di dalam dirinya. Biasanya ketika bertumbuh dan berperilaku tidak baik, banyak faktor yang memengaruhi perilakunya itu.

Bisa karena faktor internal yaitu sesuatu yang tidak bisa dikendalikan oleh nya. Sebagai makhluk hidup yang berakal dan memiliki hati, sudah sepatutnya kita selalu berbuat kebaikan. Entah itu berbuat baik pada diri sendiri maupun berbuat baik kepada orang lain. Namun demikian, berbuat baik kepada sesama itu tidak semudah kedengarannya, lho.

Tidak jarang kebaikan yang dilakukan bukan atas dasar ketulusan. Jauh dalam lubuk hati kecil sebenarnya kamu mengharapkan imbalan atau bahkan haus pujian. Akibatnya kamu akan pamer kebaikan sana-sini. Padahal hal tersebut tidak ada gunanya, lho.

1. Tanpa disadari hal tersebut akan menimbulkan iri hati
5 Alasan Kebaikan Gak Perlu Dipamerkan, Cukup Kamu yang Tahu!

Kebaikan yang sudah kamu lakukan memang dapat membuat orang semakin respek. Tapi hal itu akan terjadi ketika kamu melakukan kebaikan dengan tulus tanpa mengungkit-ungkitnya kembali. Lantas bagaimana jika kamu justru pamer sana-sini?. Tentu akan lain lagi ceritanya.

Kebaikan yang kamu lakukan bisa jadi memiliki makna yang berbeda dalam pandangan orang lain. Meskipun terlihat sepele dan remeh temeh, bisa jadi kebaikan yang kamu pamerkan tersebut justru dapat menumbuhkan perasaan iri dan dengki di hati orang lain.

2. Kebaikanmu dapat disalah gunakan oleh orang lain
5 Alasan Kebaikan Gak Perlu Dipamerkan, Cukup Kamu yang Tahu!

Memang sih, sebagai mahkluk sosial sudah seharusnya kita berbuat kebaikan kepada sesama. Kebaikan yang kamu lakukan tidak harus berkaitan dengan hal-hal yang besar apalagi berkaitan dengan materi.

Namun seringkali kita terlena oleh kebaikan tersebut. Tidak jarang kamu akan mengumumkan sana-sini terkait kebaikan yang telah kamu lakukan. Padahal perilaku tersebut dapat membawa kerugian bagi dirimu sendiri, lho. Akibat pamer sana-sini, bukan tidak mungkin kebaikan yang kamu lakukan akan disalah gunakan orang.

3. Kamu akan dicap sebagai sosok yang pamer
5 Alasan Kebaikan Gak Perlu Dipamerkan, Cukup Kamu yang Tahu!

Apakah kamu termasuk tipe orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan?. Rasanya percuma deh, sudah berbuat baik tapi yang tahu cuma kamu sendiri. Pada akhirnya kamu akan tergoda untuk pamer di segala tempat. Di manapun berada kamu pasti akan menceritakan hal tersebut.

Padahal pamer kebaikan yang dilakukan itu bukanlah perilaku yang baik, lho. Tanpa pamer kesana kemari pun jika kamu memang individu yang memiliki segudang kebaikan, orang juga pasti akan tahu. Mengumumkan setiap kebaikanmu di depan orang banyak justru membuatmu dicap sebagai sosok yang suka pamer.

4. Dapat menurunkan wibawamu
5 Alasan Kebaikan Gak Perlu Dipamerkan, Cukup Kamu yang Tahu!

Memang sih, pamer kebaikan kesana kemari itu bikin hati puas. Kamu akan bangga karena orang-orang pasti mengenalmu sebagai sosok yang berhati mulia. Namun, apakah persepsimu itu sudah benar?. Apakah orang-orang akan benar-benar mengenalmu sebagai sosok yang berhati malaikat?.

Namun sayangnya, hal itu tidak benar adanya, lho. Jika kebaikanmu tersebar dari mulut orang lain, sih kemungkinan orang-orang masih akan menghargaimu. Tapi kalau justru kamu sendiri yang mengumumkan hal tersebut, bisa jadi orang akan kehilangan respek dan wibawamu dapat menurun.

5. Ketulusanmu dipertanyakan
5 Alasan Kebaikan Gak Perlu Dipamerkan, Cukup Kamu yang Tahu!

Berbuat baik antar sesama itu memang suatu keharusan dalam hidup. Dengan saling berbuat baik dan menghormati, maka hidup akan lebih tentram. Namun sayangnya, melakukan kebaikan itu tidak semudah kelihatannya, lho. Lidahmu mungkin bisa mengucap kata ikhlas, tapi belum tentu dengan hatimu.

Tidak jarang hati kecilmu akan tergoda untuk memamerkannya dengan yang lain. Kamu tidak sungkan mengumumkan sana-sini dan pamer kesana kemari atas kebaikan yang pernah dilakukan. Jika kamu masih suka melakukan hal tersebut, sadarilah! alih-alih terlihat mulia, ketulusanmu justru dipertanyakan.

Kebaikan memang sudah sepatutnya dilakukan. Namun demikian, kamu jangan sampai terjebak dalam perilaku tinggi hati. Jika kamu masih suka pamer kebaikan, yuk! ubah perilaku tersebut agar kebaikanmu tidak sia-sia.

Berbuat baik pada diri sendiri juga merupakan kewajiban kita sebagai umat manusia. Kita perlu menjaga diri sendiri dari bahaya dan hal-hal yang menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan kita. Contohnya mengkonsumsi nutrisi yang menyehatkan tubuh, tidur dan istirahat cukup, belajar hal-hal positif, serta berinteraksi dengan cara yang baik dengan sesama, lingkungan dan semesta.

Ini adalah tugas kita sebagai manusia, apalagi sebagai umat beragama atau makhluk yang punya sistem kepercayaan ( believer) untuk mengamalkan atau mengimplementasikan sifat-sifat ketuhanan. Sifat-sifat ketuhanan adalah memelihara apa yang ada di diri, sekitar, dan semesta dengan cara berperilaku baik. Artinya kita bisa berguna bagi orang lain dan tidak membawa dampak negatif bagi orang lain. Tidak menggunakan indera yang kita punya untuk menyakiti orang lain, alam dan makhluk hidup lainnya.