Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum ke Profesi Baru

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum ke Profesi Baru

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum ke Profesi Baru – Profesi  adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”. Profesi juga sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.

Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kesehatan, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik. Ada banyak alasan yang jadi latar belakang seseorang memilih untuk alih profesi. Bisa karena ingin bekerja sesuai  passion, tuntutan dari keluarga, atau tuntutan zaman, sehingga ingin bekerja di sebuah bidang yang memiliki prospek kerja lebih baik.

Keputusan untuk alih profesi memang bukan pilihan yang mudah. Ada banyak pertimbangan yang perlu kamu pikirkan dengan matang. Mulai dari meninggalkan segala kenyamanan yang kamu rasakan, hingga harus beradaptasi di lingkungan yang baru. Meski sulit, namun bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya. Sebagai tips, ini lima hal yang perlu kamu perhatikan sebelum banting setir ke profesi yang baru.

1. Siapkan diri untuk meninggalkan zona nyaman
Sebelum Alih Profesi, 5 Hal Ini Perlu Kamu Siapkan dengan Matang

Sekian tahun membangun karier di suatu bidang pekerjaan memang penuh dengan tantangan. Ada suka dan duka yang turut membentuk dirimu yang sekarang.

Saat kamu telah nyaman dengan berbagai kemudahan, fasilitas, dan bahkan mungkin jabatan, maka akan terasa sulit untuk meninggalkannya. Namun di satu sisi, kamu juga ingin memasuki dunia kerja lain yang akan membuatmu belajar lebih banyak lagi.

Untuk itu, kamu harus mempersiapkan diri dengan baik. Kamu harus siap untuk meninggalkan zona nyaman dan bersiap memasuki zona belajar.

2. Memulai hal baru butuh keberanian
Sebelum Alih Profesi, 5 Hal Ini Perlu Kamu Siapkan dengan Matang

Di duniamu yang baru nanti, kamu akan bertemu banyak orang baru pula. Kamu harus mampu beradaptasi dengan cepat. Bersosialisasi dengan rekan kerja yang baru dan mempelajari banyak hal baru. Gak perlu terburu-buru, kamu bisa melakukannya perlahan.

Kini saatnya kamu mengerahkan kemampuanmu untuk belajar lebih banyak dan menikmati setiap tantangan yang telah menantimu. Untuk itu, kamu butuh keberanian dan semangat untuk terus belajar.

3. Pertimbangkan perihal pendapatan
Sebelum Alih Profesi, 5 Hal Ini Perlu Kamu Siapkan dengan Matang

Memulai karier baru di mana kamu belum memiliki pengalaman sama sekali di bidang tersebut bisa jadi akan berpengaruh pada pendapatan. Hal ini juga patut kamu jadikan pertimbangan.

Jika sebelumnya kamu bisa mendapatkan gaji cukup tinggi di bidang yang telah lama kamu geluti, maka di bidang yang baru akan kamu jelajahi nanti, bisa jadi kamu tidak akan mendapatkan gaji setinggi yang sebelumnya. Semua ada konsekuensinya.

4. Diskusikan dengan pasangan atau keluarga
Sebelum Alih Profesi, 5 Hal Ini Perlu Kamu Siapkan dengan Matang

Berkaitan dengan poin keempat, maka kamu juga perlu berdiskusi dengan pasangan atau keluargamu. Terlebih jika kamu merupakan tulang punggung keluarga, maka sebaiknya meminta pendapat dari orang terdekat.

Jika memang pendapatanmu akan menurun setelah banting setir, maka langkah apa yang akan kamu lakukan setelahnya? Mungkin kamu bisa coba melakukan side hustle untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Atau jika kamu sudah punya cukup tabungan, maka hal ini bisa kamu tolerir.

5. Jangan lupakan transferable skill
Sebelum Alih Profesi, 5 Hal Ini Perlu Kamu Siapkan dengan Matang

Meski kamu belum memiliki pengalaman di bidang kerja yang baru, jangan lupakan pengalaman yang telah kamu miliki selama berkarya di bidang pekerjaan yang lama. Sebut saja itu sebagai transferable skill. Selalu ada hal yang berguna di kemudian hari. Termasuk keahlian-keahlian yang telah kamu peroleh selama bekerja di bidang sebelumnya.

Meski berbeda bidang, namun pasti akan selalu ada skill yang bisa terus kamu terapkan. Beberapa di antaranya ialah skill komunikasi, kerja sama tim, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah, hingga leadership alias kepemimpinan. Intinya, di mana pun kamu berkarya, jangan lupa untuk terus mengembangkan diri ya.

Seseorang yang berkompeten di suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walau demikian, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.