Berikut Beberapa Tanda Seputar Mertua yang Toxic & Berbahaya

Berikut Beberapa Tanda Seputar Mertua yang Toxic & Berbahaya

Berikut Beberapa Tanda Seputar Mertua yang Toxic & Berbahaya – Mertua adalah sebutan dalam hubungan/sistem kekerabatan yang merunjuk pada orang tua istri atau suami. Selain merujuk pada ayah mertua dan ibu mertua juga dapat merujuk pada kakek atau nenek mertua. Lawan dari kata mertua adalah menantu.

Tidak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tidak akan bisa menyenangkan semua orang, termasuk mertua.  Konflik atau ketidakcocokan dengan mertua adalah hal yang dialami oleh banyak orang. Namun, yang lebih parah adalah jika sikap yang mertua tunjukkan sudah masuk dalam kategori toksik.

Memiliki mertua yang toksik bisa melelahkan dan bisa berdampak negatif pada pernikahan sehingga perlu disikapi dengan berhati-hati. Kadang kala, kamu mungkin bingung apakah sikap menyebalkan yang ditunjukkan mertuamu semata-mata karena perbedaan latar belakang dan budaya saja atau sudah masuk dalam kategori toksik.

1. Menuntut kamu untuk selalu patuh pada aturannya
5 Tanda Kamu Memiliki Mertua yang Toksik, Bisa Bahayakan Pernikahan  

Mertua toksik akan membangun dominasinya dengan mengharapkan kamu melakukan apa pun sesuai dengan yang ia inginkan. Ini seperti mengadopsi pendapatnya, agama, budaya, datang di setiap acara keluarga, memasak, hingga mengurus anak sesuai dengan kebiasaannya.

Jika kamu tidak melakukan semuanya, ia tidak akan segan-segan memberikan kesan bahwa kamu adalah menantu yang gagal. Lebih parah lagi, ia akan mengadu tentang kamu kepada siapa pun, entah pasanganmu, anggota keluarga lain, atau tetangga untuk menunjukkan betapa buruknya kamu sebagai menantu.

2. Mengabaikan batasan personal
5 Tanda Kamu Memiliki Mertua yang Toksik, Bisa Bahayakan Pernikahan  

Jika kamu menetapkan personal boundaries dan mertua secara konsisten melanggarnya, kamu berhak untuk marah. Penetapan batas bukanlah masalah kecil, banyak dari kita menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari dan menerapkan keterampilan yang berharga ini.

Mertua toksik akan dengan sengaja melewati batasan-batasan yang sudah kamu tetapkan di dalam rumah. Sikap mertua yang cenderung menyepelekan batasan yang kamu tetapkan bisa jadi dilakukan untuk menunjukkan kuasanya, yang kemungkinan besar juga akan membuat pasanganmu bingung dan serba salah untuk memihak padamu atau orangtuanya.

3. Egois dan narsis
5 Tanda Kamu Memiliki Mertua yang Toksik, Bisa Bahayakan Pernikahan  

Seperti orang-orang narsis pada umumnya, dia melihat anak-anaknya sebagai perpanjangan dari dirinya sendiri. Semua yang anak-anaknya lakukan haruslah mencerminkan dirinya, jadi dia akan berusaha keras untuk ikut campur pada jalan yang anak-anaknya pilih.

Hal ini termasuk kehidupan pernikahan anak-anaknya. Mertua toksik tidak akan pernah menyerah untuk mencoba mengendalikan kehidupan anak-anaknya meskipun telah menikah. Ia juga tidak akan ragu meminta menantu untuk mengadopsi budaya yang ada di rumahnya.

4. Memainkan permainan emosional
5 Tanda Kamu Memiliki Mertua yang Toksik, Bisa Bahayakan Pernikahan  

Mertua toksik memiliki mentalitas yang sempit yang membuat segala sesuatu harus berjalan dengan persetujuannya. Jadi, dia akan menggunakan perlakuan diam, rasa bersalah, menyalahkan, dan intimidasi langsung untuk memanipulasi kamu dan pasanganmu agar mau melakukan apa yang ia inginkan.

Jika kamu dan pasanganmu tidak berpihak padanya, dia akan menunjukkan sikap yang membuat kalian merasa bersalah. Sikap ini akan membuat orang-orang di sekitarnya mau tidak mau menuruti kehendaknya.

5. Bermuka dua dan bertindak berbeda saat bersamamu dan orang lain
5 Tanda Kamu Memiliki Mertua yang Toksik, Bisa Bahayakan Pernikahan  

Tanda lain dari mertua toksik adalah sikapnya yang berbeda saat sedang bersama denganmu dan orang lain. Dia mungkin hanya mengatakan atau melakukan sesuatu saat bersama denganmu. Saat kamu mengadukan sikap mertuamu pada orang lain, mereka mungkin tidak akan percaya padamu karena apa yang kamu katakan tidak sama dengan apa yang orang lain lihat.

Misalnya, saat bersama denganmu, ia akan menyuruhmu melakukan ini dan itu, berbicara ketus, atau bertingkah seolah-olah tidak menganggapmu ada. Namun, di depan orang lain, ia bisa tampil sebagai orang yang ramah, rajin, dan peduli.

Jelas, sulit rasanya jika harus berurusan dengan mertua yang toksik. Namun, sikap negatif tidak harus selalu dibalas dengan sikap negatif. Selain itu, ingatlah bahwa mengubah diri sendiri lebih mudah daripada mengubah orang lain.

Artinya, kamu harus mulai dari dirimu dan melakukan pendekatan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan mertua. Ini bisa dengan mencari tahu mengapa ia berbuat demikian padamu, memahami latar belakangnya, banyak mengalah, menunjukkan sikap yang baik, hindari konflik, dan sebagainya.

Tidak sedikit ibu mertua yang keliru dalam bersikap dan membuat hubungan dengan menantu dan anak menjadi renggang. Oleh karena itu, jika anak Anda sudah atau akan menikah, penting bagi Anda untuk berusaha menjadi ibu mertua yang baik demi keharmonisan keluarga.

Ketika sang anak menemukan pujaan hatinya lalu menikah, tak jarang ibu merasa bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi orang yang penting dalam kehidupan anak. Tanpa disadari oleh ibu, hal ini bisa memicu munculnya persaingan dan rasa kesal terhadap menantunya.

Ibu bisa saja bersikap tidak menyenangkan pada menantu dan mencampuri urusan rumah tangga anak ketika ada hal yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Misalnya, ikut mengatur urusan rumah, mengkritik setiap sikap menantu, atau bahkan mengadu domba menantu dengan sang anak.