BMKG Beritau Masyarakat Ada Kekuatan Gempa Besar di Jawa

BMKG Beritau Masyarakat Ada Kekuatan Gempa Besar di Jawa

BMKG Beritau Masyarakat Ada Kekuatan Gempa Besar di Jawa – Badan Meteorologi dan Geofisika (disingkat BMG) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terutama di wilayah pesisir selatan Jawa Timur untuk lebih waspada. Karena wilayah pesisir selatan memang masih rawan diguncang gempa.

Bahkan BMKG menyebut, Dilansir dari Live22 Slot wilayah pesisir selatan termasuk Jawa Timur memiliki potensi diguncang gempa berkekuatan besar hingga magnitudo 8,7 berdasarkan beberapa kajian ilmiah yang dilakukan pakar.

1. Wilayah selatan masuk zona subduksi

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Ma’muri menjelaskan bahwa potensi kegempaan yang berkekuatan magnitudo 8 secara keilmuan dan kajian ilmiah memang ada. Terlebih wilayah selatan Pulau Jawa memang masuk ke dalam zona subduksi. Untuk itu masyarakat harus tetap waspada di wilayah selatan Pulau Jawa termasuk Jawa Timur harus lebih waspada.

“Potensi adanya gempa bumi dengan kekuatan lebih dari magnitudo 8 berdasatjan kasial keilmuan para pakar memanh ada. Karena memang wilayah Selatan Jawa itu masuk dalam zona subduksi yang cukup rawan,” urainya Senin (24/5/2021).

2. Tahun 2021 sudah terjadi 330 kali gempa bumi

Lebih jauh, Ma’muri menambahkan bahwa BMKG mencatat, sejak periode Januari hingga 24 Mei, tercatat ada 330 kali gempa bumi di Jawa Timur. Dari catatan tersebut, terbanyak titik gempa beradan di wilayah laut selatan. Hal itu menunjukkan bahwa potensi yang disampaikan pakar tersebut memang ada benarnya.

“Dari catatan sebanyak itu, yang dampaknya paling terasa adalah gempa pada 10 April dan 21 Mei lalu,” tambahnya.

3. Mulai bangun konstruksi tahan gempa

Dengan kondisi tersebut, Ma’muri meminta kepada masyarakat untuk mulai membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. Sebab, berdasar survey yang dilakukan selama penanganan gempa di Kabupaten Malang hasilnya menunjukkan bahwa kebanyakan bangunan yang rusak saat gempa terjadi lantaran sudah tua dan tidak memiliki penguat bangunan.

“Secara umum bangunan yang tahan gempa bumi diikat slup besi di setiap sudutnya. Kalau ada getaran akan saling tidak mudah roboh dan saling menguatkan,” katanya.

4. Masih akan ada aktivitas lempeng Indo-Australia
Pembersihan puing-puing bangunan masih terus dilakukan di Majang Tengah, Dampit, Kabupaten Malang.

Terlepas dari itu, Ma’muri mengatakan bahwa aktivitas lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia masih akan ada. Sebab, jika dibandingkan dengan tahun 2020, tahun ini tercatat sudah cukup banyak gempa terdeteksi. Tahun lalu dalam kurun waktu satu tahun terjadi 526 kali gempa bumi. Sementara tahun ini hingga Mei tercatat sudah ada 330 gempa yang terdeteksi.

“Hal ini adalah bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas lempeng di Selatan Jatim masih ada,” pungkasnya.