Hal-hal yang Memicu Renggangnya Hubungan Orangtua dan Anak

Hal-hal yang Memicu Renggangnya Hubungan Orangtua dan Anak

Hal-hal yang Memicu Renggangnya Hubungan Orangtua dan AnakHubungan emosional berarti memahami dan memercayai pasangan Moms dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain. Setiap orangtua berharap bisa membangun hubungan emosional yang erat dengan sang anak. Namun, yang namanya hubungan sosial pasti mengalami konflik yang bisa memicu keretakan.

Dengan kata lain, hubungan emosional adalah ikatan antara dua orang yang berada di luar kebutuhan fisik. Hubungan yang terikat darah tidak menjadi pengecualian, hubungan antara orangtua dan anak tetap tidak terbebas dari prahara.

Tanpa disadari, beberapa hal yang dilakukan orangtua justru mendorong anaknya semakin menjauh. Meski terlihat sepele, namun ini berdampak fatal sehingga hubungan menjadi semakin renggang. Untuk menghindari hal ini, yuk simak deretan hal yang dapat memicu renggangnya hubungan orangtua dan anak.

1. Melampiaskan emosi pada anak
5 Hal yang Merenggangkan Hubungan Orangtua dan Anak, Perhatikan!

Tak dapat dimungkiri, kita menghadapi berbagai masalah setiap harinya. Saat semua masalah menumpuk, mood menjadi tidak karuan dan kita kesulitan untuk mengendalikannya. Meski begitu, jangan biarkan emosi negatif menguasai dirimu, apalagi jika dilampiaskan pada anak.

Perasaan anak sangatlah sensitif. Memarahi mereka tanpa alasan justru berdampak negatif terhadap kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, saat menghadapi masalah, ambil waktu untuk menenangkan diri. Meditasi juga dianjurkan agar kita bisa mengendalikan diri dengan lebih baik.

2. Tidak menunjukkan empati pada anak
5 Hal yang Merenggangkan Hubungan Orangtua dan Anak, Perhatikan!

Anak-anak memiliki antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi. Saat mereka menemukan hal baru, mereka tentu akan menceritakannya pada ayah dan bunda. Sayangnya, pekerjaan yang padat sering kali membuat orangtua tidak fokus saat mendengarkan sang anak.

Saat anak berbicara, mereka menginginkan perhatian penuh. Jika orangtua tidak mendengarkan dengan antusias, mereka cenderung menarik diri dan memilih memendam emosinya sendirian. Karenanya, hentikan semua aktivitas ketika bersama anak, pasang mata dan telinga saat mereka berbicara, dan buat perbincangannya menjadi seru.

3. Terlalu ikut campur pada permasalahan anak
5 Hal yang Merenggangkan Hubungan Orangtua dan Anak, Perhatikan!

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami masalah berat. Sebagai orangtua, tentunya wajar jika kita merasa khawatir. Karena ingin mengetahui apa yang mereka alami, kita mendorong mereka untuk bercerita. Alih-alih mencurahkan perasaannya, mereka justru akan menghindari kita.

Ketahuilah, jika mereka siap, mereka akan terbuka sendiri tanpa diminta. Saat mereka bercerita, hindari memberikan judgement yang menyudutkan. Sebagai gantinya, berikan validasi dan dukungan agar mereka bisa kuat menghadapi masalahnya.

4. Menganggap remeh perasaan anak
5 Hal yang Merenggangkan Hubungan Orangtua dan Anak, Perhatikan!

Anak juga bisa merasakan spektrum emosi seperti bahagia, marah, dan kecewa. Dari sudut pandang orangtua, masalah yang dialami anak mungkin terlihat belum seberapa. Namun semua yang mereka rasakan bersifat nyata. Jika mereka merasa masalah yang dihadapi cukup pelik, maka rasa frustrasinya tetap valid.

Alih-alih menggoda atau mengolok-olok, sebaiknya kita dengarkan dan coba memahami apa yang mereka rasakan. Bantu mereka menemukan solusi agar bisa mengatasi masalahnya dengan baik. Ini sekaligus membantu anak untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan ketika dewasa.

5. Tidak dapat dipercaya
5 Hal yang Merenggangkan Hubungan Orangtua dan Anak, Perhatikan!

Jika anak bersikap terbuka akan kehidupan pribadinya, itu berarti mereka telah memercayai orangtua sepenuhnya. Seperti halnya pertemanan, orangtua harus menjaga kepercayaan anak dengan tidak membeberkan ceritanya ke orang lain, termasuk ke anggota keluarga.

Membocorkan rahasia anak bisa membuat mereka malu, bahkan kecewa. Bayangkan jika teman yang kamu percaya membongkar ceritamu ke orang lain, apa yang akan kamu rasakan? Mungkin kamu akan menjaga jarak dan enggan bercerita dengannya lagi. Hal yang sama bisa terjadi pula pada anak.