Inilah Ciri-Ciri Kamu Telah Salah Pilih Teman Buat Curhat

Inilah Ciri-Ciri Kamu Telah Salah Pilih Teman Buat Curhat

Inilah Ciri-Ciri Kamu Telah Salah Pilih Teman Buat Curhat -Curhat atau  curahan hati merupakan saat di mana satu orang mencoba untuk menceritakan sesuatu kepada orang-orang yang dianggap dekat, dan biasanya yang diceritakan itu masalah personal. Misal tentang pekerjaan, pasangan,  keluarga, dan lain sebagainya. Mungkin orang akan berasumsi bahwa orang yang curhat itu butuh pendapat orang lain guna mencari solusi untuk masalahnya.

Tapi ada juga yang curhat bukan untuk mencari solusi, melainkan hanya ingin didengar kisahnya. Karena wanita kebanyakan menceritakan masalah itu lebih karena ingin empati dan simpati. Jadi ketika diberikan solusi yang simple dan to the point, justru merasa tidak didengarkan. Kadang ada juga pria yang seperti itu.

Lantas apakah kamu sudah benar-benar yakin, telah memilih teman curhat yang tepat? Jangan-jangan selama ini kamu berkeluh-kesah ke orang yang salah lagi. Nah, sebelum terlanjur, sebaiknya cek apakah ciri Agen Poker77 berikut ada pada teman curhatmu. Karena jika iya, bisa dipastikan dia bukanlah tempat curhat yang tepat bagimu.

1. Selalu membela meskipun sudah jelas kamu yang salah
5 Ciri Kamu Salah Pilih Teman Curhat, Gawat!

Meskipun terdengar baik, tapi membela teman padahal sama-sama tahu dia yang salah bukanlah tindakan yang benar. Jangan senang dulu bila teman curhatmu membela mati-matian dan terus meyakinkan dirimu, bahwa kamu tuh benar. Karena secara gak langsung itu berarti dia gak ingin kamu belajar dari kesalahan.

Lebih baik mendapat teguran keras dari seorang kawan sampai membuatmu sakit hati. Namun setelah itu, kamu bisa berpikir bahwa yang dia katakan ada benarnya juga. Ketimbang terus dibela meskipun sudah terbukti salah. Lain kali gak usah heran kalau lagi-lagi kamu jatuh karena persoalan yang sama.

2. Ikut-ikutan membenci orang yang tengah berseteru denganmu
5 Ciri Kamu Salah Pilih Teman Curhat, Gawat!

Sebenarnya sebagai teman curhat, seharusnya dia bisa jadi penengah dan bersikap netral. Bukannya ikut-ikutan menyalahkan pihak yang sedang bermasalah denganmu. Apalagi sampai membenci orang tersebut, padahal dia juga gak kenal sama sekali. Kalau begini, sih saran dan pendapat yang bakal dia lontarkan ke kamu sudah gak objektif lagi, dong. Sebab dia cenderung berat ke satu sisi, yaitu dirimu.

Memang kedengarannya menyenangkan, karena ada kawan yang membela. Tapi pikirkan lagi, deh masalahmu gak bakal kelar kalau begini caranya. Ibarat hatimu tengah diselimuti emosi, eh dia malah hadir sebagai ‘kompor’ yang makin bikin panas keadaan. Sudah, deh mending gak usah minta saran padanya lagi.

3. Selalu memaksakan pendapatnya supaya kamu ikuti
5 Ciri Kamu Salah Pilih Teman Curhat, Gawat!

Wajar bila temanmu memberi saran dan pendapatnya mengenai masalah yang sedang kamu hadapi. Tapi bukan berarti kamu harus nurut apa kata dia, kok. Keputusan finalnya tetap berada di tanganmu. Jika sekirannya masukan dia ada benarnya, ya gak salah untuk dipraktikkan. Sementara bila dirasa kurang tepat, ya gak perlu dilakukan.

Sebagai teman curhat, harusnya posisinya cuma sebatas memberi pandangan lain. Bukan memaksamu untuk nurut. Apalagi sampai mengancam gak akan mau menolongmu lagi kalau tidak dituruti. Ini, sih sudah salah besar, ya!

4. Ikut campur terlalu dalam dengan masalah yang kamu hadapi
5 Ciri Kamu Salah Pilih Teman Curhat, Gawat!

Tidak hanya memaksakan kehendak saja yang salah, ikut campur masalahmu terlalu jauh juga gak bisa dibenarkan. Kalau dipikir-pikir, kan dia gak ada sangkut pautnya sama sekali. Jadi rasanya kurang etis saja, sampai ngotot mau turun tangan. Bagus kalau masalahmu bisa langsung kelar berkat bantuannya. Nah, kalau makin runyam, memang mau tanggung jawab?

Biasanya, nih teman yang suka ikut campur gini ada dua penyebabnya. Pertama dia adalah tipe orang yang gak bisa lihat temannya susah. Kedua, dia cuma sekadar ingin numpang eksis saja. Nah, kira-kira temanmu tipe yang mana?

5. Suka sekali membeberkan curhatanmu ke teman-teman yang lain
5 Ciri Kamu Salah Pilih Teman Curhat, Gawat!

Hati-hati dengan teman yang suka membeberkan curhatanmu ke orang lain. Alasannya, sih karena kelepasan bicara. Tapi masa iya, gak sengaja kok bisa banyak orang yang mendengarnya? Apalagi ketika ditanya mereka tahu masalahmu dari mana, semua kompak menuding orang yang sama. Wah, ini, sih fix dia bukan teman curhat yang baik. Seharusnya, dia bisa menjaga rahasia, dong! Sebelumnya juga kamu sudah mengingatkannya untuk tidak menceritakannya ke siapa pun, kok.

Memilih teman curhat itu gak boleh sembarangan. Belum tentu yang kamu anggap bisa dipercaya bisa menjaga rahasia. Belum lagi ketika si dia suka ikut campur dan mengatur sikapmu menurut pendapatnya. Mending mulai sekarang lebih selektif lagi, deh.

Manusia membutuhkan curhat untuk melaksanakan katarsis. Pada prosesnya, orang yang melakukan curhat akan mengeluarkan seluruh sisi yang ada dalam dirinya. Tidak jarang, sisi gelap yang selama ini terpendam pun akan keluar ketika seseorang melakukan curhat. Oleh karena itu, orang yang dicurhati sebaiknya memiliki kemampuan mendengarkan yang baik agar proses katarsis dapat berjalan dengan optimal