Inilah Dampak Buruk Hilangnya Figur Orangtua Bagi mental anak

Inilah Dampak Buruk Hilangnya Figur Orangtua Bagi mental anak

Inilah Dampak Buruk Hilangnya Figur Orangtua Bagi mental anak – Kesehatan mental anak tidak hanya diartikan sebagai kondisi mental anak yang tidak mengalami penyakit mental, namun juga mencakup kemampuan untuk berpikir secara jernih, mengendalikan emosi, dan bersosialisai dengan anak seusianya.

Anak yang memiliki kesehatan mental yang baik akan memiliki beberapa karakter positif, misalnya dapat beradaptasi dengan keadaan, menghadapi stress, menjaga hubungan baik dan bangkit dari keadaan sulit. Runtuhnya keharmonisan rumah tangga menjadi faktor penentu bagi anak untuk terus berkembang seiring dewasa, untuk itu orangtua perlu memahami bahwa tak setiap anak mengerti keadaan yang dihadapi.

Perlunya pemahaman ini menunjukkan kepedulian orangtua dalam idn poker mobile melatih mental sejak dini, apa pun yang menjadi faktor perselisihan rumah tangga akan berdampak buruk bagi kesehatan mental anak maupun perkembangannya.

1. Hilangnya kasih sayang orangtua
5 Dampak Hilangnya Figur Orangtua bagi Kesehatan Mental Anak

Ayah merupakan kepala rumah tangga yang selalu dibutuhkan seorang anak ketika tumbuh dewasa, namun karena perselisihan yang terjadi hilangnya kasih sayang ini membuat anak merasakan betapa kerasnya kehidupan dan tak ada perlindungan dari seorang ayah.

Perlahan kamu akan merasa bingung dan hampa, untuk itu jangan berputus asa dengan apa yang kamu rasakan saat ini. Semua memiliki hikmah dan pelajaran yang membuatmu sadar betapa kerasnya kehidupan.

2. Mencari pelarian
5 Dampak Hilangnya Figur Orangtua bagi Kesehatan Mental Anak

Kehilangan menjadi sesuatu yang berarti bagi seorang anak, ketika orangtua pergi anak akan mencari pelarian dimana mereka menemukan kenyamanan dan kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan bersama orangtua.

Di sisi lain orangtua wajib memahami bahwa anak butuh figur orangtua untuk selalu ada dan memahami pentingnya posisi menjadi seorang anak, karena jika orangtua egois maka keharmonisan dalam keluarga akan hancur dan membuat ketidaknyamanan dalam lingkungan keluarga.

3. Emosi yang meledak-ledak
5 Dampak Hilangnya Figur Orangtua bagi Kesehatan Mental Anak

Rasa depresi kehilangan figur kedua orangtua membuat anak tidak dapat mengontrol emosinya dan bisa meluapkan apa saja yang menjadi beban mentalnya selama ini, jika tak segera diatasi anak akan mengalami trust issue yang parah hingga membuatnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Meski terlihat sepele rasa ditinggal dan diacuhkan menjadi pemicu anak untuk cuek dan tidak peduli dengan sekitar, karena setiap anak memiliki persepsi tentang dirinya dan orangtua. Meski tak semua orang tak dapat memahami secara langsung sebagai anak kamu dipaksa mengerti keadaan sehingga apa yang kamu lalui saat ini menjadi pengalaman berharga dalam hidupmu.

4. Trauma mendalam
5 Dampak Hilangnya Figur Orangtua bagi Kesehatan Mental Anak

Tak dapat dimungkiri jika permasalahan keluarga akan menjadi trauma mendalam dan panjang bagi seorang anak, di sisi lain kesehatan mental anak juga terganggu dan mulai merasakan perbedaan dirinya dengan teman-temannya seiring bertambahnya usia.

Selalu murung dan tidak ceria menjadi salah satu pertanda bahwa anak memiliki masalah yang ia pendam sendiri, untuk itu kamu perlu memahami bahwa tak setiap masalah bisa kamu selesaikan sendiri.

5. Memendam rasa penyesalan
5 Dampak Hilangnya Figur Orangtua bagi Kesehatan Mental Anak

Perceraian yang semakin tinggi membuat anak minder akan kondisi keluarganya saat ini, meski terlihat sepele hal ini akan membuat anak depresi berkepanjangan dan membuat rasa penyesalan pada dirinya sendiri karena runtuhnya rumah tangga.

Di sisi lain orangtua perlu memahami adanya ilmu parenting dalam mendidik anak agar komunikasi. Dan kasih sayang antar anak dan orangtua terus terjaga meski telah berpisah. Untuk itu anak hanya butuh sosok orangtua yang perhatian dan mengerti perasaan anak di saat-saat terpuruknya.

Tanpa sosok orangtua yang dapat mengerti anak, anak akan selalu semena-mena. Serta mengalami rasa bimbang karena keadaan yang tidak seimbang dengan apa yang menjadi ekspektasi mereka.

Mengembangkan Minat

Upaya ini sangat penting dilakukan untuk mendorong anak mempelajari dan terus mencoba berbagai hal baru. Ini dapat dilakukan dalam berbagai cara, misalnya:

  • Memuji mereka saat mulai belajar hal baru.
  • Membantu anak dalam menentukan tujuan yang sesuai dengan kemampuannya.
  • Hindari ucapan, sikap, dan perilaku yang membuat anak berhenti mencoba saat mereka gagal.
  • Ajari anak untuk bekerja dalam kelompok.
  • Bersikap jujur saat melakukan kesalahan, ajari anak menerima kesalahan dan kegagalan.

Bagi anak-anak, waktu bermain hanyalah waktu untuk bersenang-senang.  Padahal sesungguhnya waktu tersebut juga merupakan saat anak belajar berbagai hal. Saat bermain, anak juga terbantu untuk menjadi kreatif, mempelajari bagaimana memecahkan masalah. Dan bagaimana cara mengendalikan diri. Aktif bergerak saat bermain juga membantu anak menjadi sehat secara fisik dan mental.