Inilah Kepercayaan Masyarakat Kuno yang Masih Tetap Berjalan

Inilah Kepercayaan Masyarakat Kuno yang Masih Tetap Berjalan

Inilah Kepercayaan Masyarakat Kuno yang Masih Tetap Berjalan – Nusantara adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatra sampai Papua, yang sekarang sebagian besar merupakan wilayah negara Indonesia. Indonesia yang hingga sekarang masih kerap di kenal dengan sebutan Nusantara adalah wilayah yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Mulai dari suku, budaya, bahasa hingga agama lokal yang menjadi keunikan lebih dari sebuah kebudayaan.

Tradisi atau kebiasaan adalah sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai perbuatan itu. Salah satu bagian menarik dari semua tradisi yang berlaku di masyarakat Indonesia adalah kepercayaan tradisional yang di anut.

Total ada 187 kepercayaan lokal yang ada di Indonesia, namun Dilansir dari Deposit Togel Pulsa 10rb hanya tujuh yang tetap eksis dan lumayan banyak penganutnya. Apa saja itu? Ini dia daftarnya!

1. Kejawen

Kejawen adalah sebuah pandangan hidup yang terutama dianut di Pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.

Sebagai penganut, ada misi penting yang dipegang, yakni menjadi rahmat bagi diri sendiri dan keluarga dan menjadi rahmat bagi manusia lain dan alam semesta.

Para penganut kepercayaan ini masih tetap menganut kepercayaan yang resmi diakui di Indonesia. Jadi mereka tetap menganut tradisi nenek moyang sembari menaati kepercayaan modern yang mereka anut.

2. Agama Parmalim

Parmalim atau malim adalah warga penganut atau penghayat sistem religius (“agama”) Batak asli, yang hingga kini masih eksis, terutama tersebar di daerah Toba Sumatra Utara.

Parmalim atau masyarakat setempat menyebut Ugamo Malim adalah penganut atau penghayat sistem religius Batak asli yang masih eksis hingga kini. Penganutnya banyak tersebar di daerah Toba, Sumatera Utara.

3. Sunda Wiwitan

Sunda Wiwitan (dalam Aksara Sunda ditulis ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮝᮤᮝᮤᮒᮔ᮪) adalah kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme) yang dianut oleh masyarakat tradisional Sunda.

Kepercayaan Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum masuknyaya ajaran Hindu hingga Islam. Kepercayaan yang di anut oleh masyarakat tradisional Sunda ini merupakan kepercayaan yang berupa animisme hingga dinamisme yaitu kepercayaan dengan kekuatan alam dan roh nenek moyang. Mereka banyak berdiam di Cirebon, Banten Kampung Naga, Kanekes, Cigugur dan Kuningan

Untuk penyebutan tuhan sendiri, para penganut kepercayaan Sunda Wiwitan memanggilnya dengan Sang Hyang Kersa.

4. Kaharingan

Kaharingan adalah kepercayaan/agama asli suku Dayak di Kalimantan, ketika agama-agama besar belum memasuki Kalimantan. Kaharingan artinya tumbuh atau hidup, seperti dalam istilah danum kaharingan (air kehidupan). Istilah Kaharingan diambil dari Danum Kaharingan yang berarti ‘air kehidupan’. Sebelum masuknya agama yang sekarang kita kenal, kepercayaaan ini telah hadir sejak ratusan tahun lalu yang bertumbuh bersama tradisi masyarakat Dayak.

Misi utama kepercayaan Kaharingan adalah mengajak umatnya menuju jalan yang benar dengan berbakti serta mengagungkan Ranying Hatalla dalam setiap sikap dan perbuatan yang menjauhi larangannya dan mengikuti aturannya.

5. Towani Tolotang

Tolotang adalah sebuah kepercayaan yang dianut mayoritas di beberapa wilayah dalam provinsi Sulawesi Selatan, terutama di Kabupaten Sidenreng Rappang atau yang biasa disingkat dan dikenal dengan Kabupaten Sidrap.

Istilah Towani Tolotang berasal dari dua suku kata, yaitu ‘Towani’ dan ‘Tolotang’. Jika digabungkan keseluruhan kata ‘Towani Tolotang’ berarti ‘orang dari Desa Wani yang tinggal di sebelah selatan. Towani Tolotang ini kepercayaan yang banyak di anut oleh warga di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

6. Buhun

Buhun diduga sebagai Jati Sunda atau agama sunda murni yang belum tercampur oleh agama lain seperti Hindu, Budha, Islam dan agama kepercayaan lain.

Berbeda dengan kebanyakan aliran kepercayaan lain yang sudah berbaur dengan agama yang sekarang yakni Hindu, Budha, maupun Islam, Buhun atau Jati Sunda merupakan kepercayaan yang masih murni. Kepercayaan ini biasa diturunkan antar generasi.

7. Kepercayaan Marapu

Marapu adalah sebuah agama asli Nusantara yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba dan juga nama sebuah organisasi penghayat kepercayaan yang didaftarkan pada tahun 1982.

Dalam bahasa Sumba, arwah-arwah leluhur disebut Marapu yang artinya adalah ‘yang dipertuan’ atau ‘yang dimuliakan’. Itulah sebabnya kepercayaan yang di anut ini disebut dengan Marapu. Itulah juga mengapa pengikut kepercayaan Marapu meyakini bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara. Penghayatnya juga yakin jika setelah akhir zaman mereka akan hidup kekal di dunia roh yaitu Surga Marapu atau disebut juga Prai Marapu.

Nah, itulah tujuh kepercayaan lokal masyarakat Indonesia yang turut memperkaya khasanah pengetahuan bumi Indonesia.