Jokowi Ingin Sosialisasi KB ke Generasi Muda Lebih Kekinian

Jokowi Ingin Sosialisasi KB ke Generasi Muda Lebih Kekinian

Jokowi Ingin Sosialisasi KB ke Generasi Muda Lebih Kekinian – Keluarga Berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Presiden Indonesia Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Jokowi meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dengan komunikasi kekinian.

Ia menekankan sasaran BKKBN saat ini adalah generasi muda yang akrab dengan dunia Daftar Club388 Via Pulsa digital. “Semua punya gawai, gadget, semua punya HP dan sering melihat HP, aktif di media sosial. Oleh karena itu, metode komunikasi BKKBN juga harus berubah, harus berkarakter kekinian, penyampaian-penyampaian informasi gunakan media-media yang kekinian. Sehingga sampai pesan itu ke sasaran yang kita inginkan,” kata Jokowi, seperti yang disiarkan di channel YouTube Sekretariat Presiden.

1. Penduduk Indonesia didominasi generasi muda
Jokowi: Sosialisasi KB pada Generasi Muda Harus Kekinian

Jokowi mengatakan penduduk Indonesia didominasi generasi muda yang akan berkeluarga. Sehingga, ia mengatakan, ke depan akan muncul bonus demografi yang puncaknya pada tahun 2025, 2030 dan 2035.

“Ini yang harus semua kita tahu dan disiapkan betul, sehingga saat Indonesia muncul, yang muncul adalah keluarga-keluarga yang sehat, produktif, keluarga-keluarga yang betul-betul punya kualitas. Karena di tangan mereka nasib bayi yang baru lahir dan akan lahir ke depan,” ujar Jokowi.

2. Penyuluh KB harus punya tujuan membentuk keluarga berkualitas
Cakupan Kesehatan Semesta untuk Mendukung Keluarga Berencana - Unair News

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan para penyuluh KB harus memiliki tujuan meningkatkan kualitas keluarga di tingkat kampung dan desa. Hal itu penting guna mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas, sehat, sejahtera dan bahagia.

“Apa yang dikerjakan BKKBN sangat strategis bagi masa depan bangsa dan negara kita, karena sesungguhnya keluarga adalah tiang negara. Jika seluruh keluarga hidup berkualitas, maka Indonesia juga akan berkualitas, Indonesia juga akan sejahtera dan jangan lupa di tengah keluarga akan lahir keluarga yang sehat dan berkualitas,” ucap Jokowi.

3. Petugas penyuluh KB berjumlah 1,2 juta orang
Jokowi: Sosialisasi KB pada Generasi Muda Harus Kekinian

Jokowi menyebut jumlah petugas penyuluh KB seluruhnya ada sebanyak 1,2 juta orang. Jumlah tersebut terdiri dari 13 ribu PNS dan 9.600 non-PNS.

“Karena memang yang dibutuhkan sekarang ini yang ada di lapangan, yang operasional, yang bisa langsung menyentuh masyarakat, sehingga bisa bekerja melakukan pembinaan penyuluhan pelayanan KB di tengah-tengah masyarakat mewujudkan kampung KB di seluruh Tanah Air, mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera,” jelasnya.