Kedewasaan Adalah Saat Kamu Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Kedewasaan Adalah Saat Kamu Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Kedewasaan Adalah Saat Kamu Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini – Dewasa adalah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tigapuluhan tahun.

Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karier, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak. Sungguh merugilah orang yang semakin bertambah usia, tapi tak juga mengambil manfaat dari berbagai pengalaman hidupnya.

Karena semakin kamu dewasa, ada banyak Agen Poker77 pelajaran hidup yang bisa kamu petik hikmahnya. Saat masih belia, mungkin ada banyak ekspektasi yang kamu simpan. Tapi kini kamu sadar, bahwa sering kali, kenyataan hidup gak sesuai dengan harapan.

1. Terkadang lepas tangan adalah jalan yang terbaik
Makin Dewasa, Kamu akan Semakin Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Dulu, kamu masih begitu naif. Merasa mampu untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Masalahnya, perubahan permanen hanya akan berhasil jika niatan berubah itu lahir dari dirinya sendiri.

Dan ini yang kamu sadari ketika beranjak dewasa. Bahwa baik atau tidaknya seseorang, bukan tanggung jawabmu. Kalau beragam upaya sudah kamu lakukan untuk mendorongnya berubah, tapi dirinya sendiri gak mau ditolong, maka lepas tangan menjadi opsi yang terbaik. Karena memang ada sebagian manusia, yang harus jatuh ke jurang terdalam dulu, baru sadar.

2. Gak semua hal dalam hidup ini ada dalam kendalimu
Makin Dewasa, Kamu akan Semakin Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Sudah merancang rencana dengan begitu rupa, tapi akhirnya gagal karena faktor tak terduga. Hati terasa dicabik-cabik. Dan ini pula, yang kerap membuatmu sampai trauma untuk mencoba.

Namun, berbagai pengalaman gagal, akhirnya membuat pikiranmu terbuka. Bahwa gak semua hal di dunia ini ada dalam kendalimu. Dari situ, kamu jadi berusaha untuk ikhlas. Yang penting usaha dulu, kalau memang hasilnya belum sesuai, ya sudah. Coba lagi dengan pendekatan baru.

3. Kesulitan yang kamu alami saat ini, ternyata buah tanganmu sendiri
Makin Dewasa, Kamu akan Semakin Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Dulu kamu masih gengsi untuk mengakui, bahwa berbagai masalah hidup yang kamu alami saat ini, kalau mau jujur, ya karena ulahmu sendiri. Saat orang lain bekerja keras, kamu santai. Ketika mereka sudah dapat pekerjaan, kamu masih jadi pengangguran. Yang disalahkan, pemerintah, kondisi ekonomi yang buruk, dan sebagainya.

Kini, kamu sudah berhenti melakukan itu. Kamu telah berani mengambil tanggung jawab atas berbagai masalahmu. Dan kesadaran ini, yang membuatmu lebih berhati-hati dalam memilih keputusan hidup.

4. Gak semua orang akan bertindak sesuai dengan yang seharusnya
Makin Dewasa, Kamu akan Semakin Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Dulu kamu beranggapan kalau kamu menolong dia, pastinya dia akan balik menolongmu. Kalau kamu ramah padanya, dia pun pasti ramah padamu. Kalau kamu bahagia dengan prestasinya, maka dia pun akan bangga dengan prestasimu.

Ternyata, gak seperti itu kenyataan hidup sebenarnya. Ada saja orang-orang yang bertindak dengan semaunya. Kamu sudah berusaha baik, tapi tetap dijahati.

Tapi, dirimu sudah sadar untuk tidak memusingkan hal-hal yang gak penting. Kalau mereka memang maunya bersikap buruk terus, nanti mereka juga yang bakal kena getahnya. Bodo amat aja, ah!

5. Terkadang kamu harus menunggu untuk memahami makna terselubung
Makin Dewasa, Kamu akan Semakin Menyadari 5 Kenyataan Hidup Ini

Semakin bertambah dewasa, kamu jadi sadar, bahwa gak semua hal itu bisa dijelaskan maknanya saat ini. Ada kalanya, waktu yang akan membuka segalanya.

Mungkin inilah cara Tuhan untuk mengajarkan hamba-Nya agar selalu ikhlas menerima segala keputusan. Karena ada banyak hal yang dulunya kamu kutuk, di kemudian hari baru tampak manfaatnya kenapa dulu, kamu mengalami hal yang tak mengenakkan tersebut.

Saat ini, Istilah dewasa dapat didefinisikan dari aspek biologi yaitu sudah akil baligh, hukum sudah berusia 16 tahun ke atas atau sudah menikah, menurut Undang-undang perkawinan yaitu 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita dan karakter pribadi yaitu kematangan dan tanggung jawab. Berbagai aspek kedewasaan ini sering tidak konsisten dan kontradiktif.

Seseorang dapat saja dewasa secara biologis, dan memiliki karakteristik perilaku dewasa, tetapi tetap diperlakukan sebagai anak kecil jika berada di bawah umur dewasa secara hukum. Sebaliknya, seseorang dapat secara legal dianggap dewasa, tetapi tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab yang mencerminkan karakter dewasa.