Kemendag Dorong Indonesia sebagai Ekspor Barang Berindustri

Kemendag Dorong Indonesia sebagai Ekspor Barang Berindustri

Kemendag Dorong Indonesia sebagai Ekspor Barang Berindustri – Industri adalah suatu bidang atau kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pengolahan bahan baku atau pembuatan barang jadi di pabrik dengan menggunakan keterampilan dan tenaga kerja. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, Kementerian Perdagangan akan terus mendorong transformasi Indonesia menjadi negara penghasil dan pengekspor barang industri dan industri berteknologi tinggi.

Dengan transformasi ini, diharapkan dapat mencapai target perdagangan 2021 yang ditetapkan dalam rencana strategis Kemendag, yaitu pertumbuhan ekspor nonmigas 6,3 persen, serta pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) subsektor perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor sebesar 4,8 persen.

Kami berkomitmen terus mendorong transformasi ini,” tegas Mendag Lutfi dalam Konferensi Pers ‘Trade Outlook 2021’ Dikutip dari poker88 mobile terbaru secara virtual pada Jumat (29/1/2021).

1. Indonesia merupakan negara penghasil komoditas besi dan baja terbesar kedua di dunia
Kemendag Dorong Ekspor Barang Industri dan Industri Berteknologi Tinggi

Untuk besi dan baja, Indonesia merupakan negara penghasil komoditas tersebut terbesar kedua di dunia  setelah Tiongkok. Bahkan, lebih dari 70 persen besi baja Indonesia diekspor ke Tiongkok. Pada 2020, komoditas besi baja menempati urutan ke-3 pada ekspor nonmigas Indonesia dengan kontribusi sebesar 7 persen atau senilai USD 10,85 miliar. Pertumbuhan ekspor besi baja juga cukup signifikan mencapai 46,84  persen (yoy). 

“Capaian ini cukup membanggakan mengingat sebelumnya Indonesia merupakan negara  pengimpor besi dan baja,” kata Lutfi.

“Perhiasan menjadi sektor penting karena merupakan sektor padat karya yang melibatkan banyak pengrajin dan usaha kecil menengah (UKM). Ekspor perhiasan yang maju menunjukkan besarnya kreativitas pengrajin  Indonesia, termasuk juga dalam hal pemasarannya,” jelas Mendag Lutfi.

2. Perjanjian perdagangan sangat penting untuk membuka pasar yang lebih luas
Kemendag Dorong Ekspor Barang Industri dan Industri Berteknologi Tinggi

Untuk mengoptimalkan transformasi menuju negara penghasil dan pengekspor barang industri dan industri  berteknologi tinggi, perlu didukung melalui perjanjian perdagangan internasional. Perjanjian perdagangan sangat penting karena untuk mengekspor produk lebih banyak perlu membuka pasar yang lebih luas.

“Dengan terjalinnya perdagangan yang lebih luas, diharapkan menjadi pemantik datangnya investasi yang  mendorong industrialisasi. Dengan demikian, kolaborasi yang menghasilkan barang bernilai tambah dapat  terwujud,” lanjut Mendag Lutfi.

3. Pemanfaatan teknologi digital jadi salah satu solusi menggerakkan perekonomian

Transformasi Digital, akankah menjadi Solusi Fundamental? - Muslimah News
Sejumlah strategi lain yang akan dilakukan untuk meningkatkan ekspor, yaitu promosi dagang di dalam dan luar negeri, seperti penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2021 di Indonesia dan keikutsertaan pada Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab.

Tak kalah penting, pemerintah akan terus mengawal dan memastikan keamanan perdagangan produk-produk Indonesia di luar negeri dengan diplomasi perdagangan.

“Selama pandemik Covid-19, tercatat ada 37 kasus pengamanan perdagangan dari 14 negara, terdiri dari 24 kasus anti-dumping dan 13 kasus safeguard. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menjalani proses baku penyelesaian sengketa di WTO terkait bahan mentah Indonesia (DS 592) dan hambatan perdagangan produk biodiesel berbahan baku minyak sawit oleh  Uni Eropa (DS 593),” jelas Mendag Lutfi.

4. Kemendag terus berupaya memperbaiki struktur produksi dan konsumsi dalam negeri
Kemendag Dorong Ekspor Barang Industri dan Industri Berteknologi TinggiGoogle

Neraca perdagangan Indonesia pada 2020 mencatatkan surplus sebesar USD 21,7 miliar dan menjadi yang  tertinggi sejak 2012. Namun, hal ini perlu diwaspadai karena surplus neraca perdagangan disebabkan penurunan impor yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspornya. Ekspor selama 2020 hanya turun 2,6  persen (yoy), sedangkan impor turun hingga 17,3 persen (yoy).

“Langkah yang harus segera dijalankan saat ini yaitu memperbaiki konsumsi di dalam negeri dengan  memastikan arus barang berjalan normal. Dengan lancarnya arus bahan baku dan barang penolong, industri nasional dapat berjalan baik sehingga memberi pengaruh positif pada konsumsi nasional dan kinerja ekspor. Inilah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

5. Kepercayaan terhadap pasar bisa membuat konsumsi dalam negeri berjalan baik
Kemendag Dorong Ekspor Barang Industri dan Industri Berteknologi Tinggi

Mendag Lutfi juga yakin kepercayaan terhadap pasar bisa membuat konsumsi dalam negeri berjalan baik dan diharapkan dapat mendatangkan investasi yang pada akhirnya mendorong industrialisasi. Industri yang  berkembang baik dapat menghasilkan produk yang bernilai tambah akan berkontribusi bagi transformasi  ekspor Indonesia yang dicita-citakan.

Sasaran kedua yaitu penguatan pasar untuk  produk dalam negeri dengan target peningkatan penggunaan terhadap konsumsi rumah tangga nasional sebesar 94,3 persen. Selanjutnya, sasaran ketiga yaitu stabilisasi harga barang kebutuhan pokok (bapok) dengan target pencapaian nilai maksimum koefisien variasi harga bapok antarwaktu sebesar 6 persen.