Komunitas Sepeda Minta Maaf Karena telah Menimbulkan Polemik

Komunitas Sepeda Minta Maaf Karena telah Menimbulkan Polemik

Komunitas Sepeda Minta Maaf Karena telah Menimbulkan Polemik – Bersepeda adalah sebuah kegiatan rekreasi atau olahraga, serta merupakan salah satu moda transportasi darat yang menggunakan sepeda.  Sepeda  pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 Masehi. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya perbukitan, medan yang terjal maupun hanya sekadar dipedesaan dan perkotaan saja.

Orang yang mempergunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin juga dapat disebut komuter. Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi rutin tidak hanya dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor non-formal, tetapi juga dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor formal. Potret antara pesepeda dan pengendara motor viral di media sosial. Terlihat, seorang pengedara motor mengacungkan jari tengah ke rombongan pesepeda yang menghalangi jalannya.

Akun Instagram komunitas pesepeda @goshow.cc yang sempat menjelaskan kejadian itu akhirnya meminta maaf usai menimbulkan polemik di tengah masyarakat tentang Poker Deposit 10000 pesepeda vs pengendara motor. Sebuah foto dengan tulisan “MAAF” terpampang diunggahan terakhir akun itu. Akun ini juga turut menuliskan pernyataan mereka terkait permintaan maaf ini.

1. Komunitas pesepeda komitmen akan saling berbagi jalan
Soal Viral Peleton Road Bike vs Pemotor, Komunitas Sepeda Minta Maaf

Komunitas sepeda ini juga mengatakan akan berkomitmen lebih baik dalam menggunakan jalan dan saling berbagi. Mereka akan mengevaluasi dari kesalahan-kesalahan yang ada.

“Izinkan kami untuk menjadi lebih baik lagi,” tulis akun itu.

2. Pengendara acungkan jari tengah karena jalan tertutup rombongan pesepeda
Soal Viral Peleton Road Bike vs Pemotor, Komunitas Sepeda Minta Maaf

Untuk diketahui, dalam beberapa foto yang tersebar di media massa, baik Instagram dan Twitter, terlihat seorang pengedara motor mengacungkan jari tengah ke rombongan pesepeda yang menghalangi jalannya.

Di salah satu gambar, tampak pengendara motor dengan pelat nomor AA itu dalam posisi sudah melewati para pesepeda. Dia mengacungkan jari tengah sembari membalikan badan ke arah para pesepeda di belakangnya.

Sontak unggahan ini menjadi perhatian warganet. Respons pro dan kontra juga timbul dalam percakapan di kolom komentar.

3. Komunitas sepeda klarifikasi potret yang viral itu
Potret Pemotor Angkat Jari Tengah ke Pesepeda di Jalan, Begini Kronologinya

Pihak komunitas pesepeda yang terlibat dalam suasana di gambar tersebut melalui akun Instagramnya @goshow.cc memang sempat memberikan klarifikasi terkait hal itu dan diunggah dengan bahasa Inggris, berikut adalah terjemahannya.

Arogansi pesepeda atau ..?
Rabu lalu kami colabs dengan @jkt_cc untuk salah satu ulang tahun member ..

Karena foto ini sekarang viral, diperlukan penjelasan untuk memperjelas hal ini..

Ya, kami berkendara di jalur kanan untuk melewati lalu lintas di Dukuh Atas .. Hal ini disebabkan oleh adanya bus yang menyeberang ke underpass dukuh atas ..

Setelah kami pikir semua beres, kami ingin kembali ke kiri, tapi entah dari mana bapak-bapak motor itu muncul ..

Dan akhirnya satu-satunya foto viral yang mengambang di semua wag (WhatsApp Group) 😁 memberikan asumsi 1 sisi ..

Ayo #sharetheroad

4. Komunitas Bike to Work sebut pilar edukasi belum maksimal
Soal Viral Peleton Road Bike vs Pemotor, Komunitas Sepeda Minta Maaf

Komunitas Bike to Work juga buka suara terkait hal ini. Ketua Bike to Work Poetoet Soedarjanto di akun Instagram @b2w_indonesia justru meminta maaf atas kasus yang viral ini. Dia mewakili pengguna sepeda meminta maaf jika ada perilaku dan tutur kata yang tak berkenan di jalan raya.

“Terima kasih bapak/ibu warganet, atas semua hal yang terkait #sepeda yang viral akhir-akhir ini, mohon maaf kalau selama ini kami belum dapat memberikan informasi yang jelas tentang gerakan yang kami (B2W Indonesia) lakukan, sehingga timbul kesalahpahaman bagi sebagian pihak,” tulisnya.

Bike to Work juga menilai kondisi ini salah satunya terjadi akibat belum maksimalnya pilar edukasi dan kampanye yang dilakukan.