Lakukan ini Untuk Menjalin Komunikasi yang Baik Dengan Anak

Lakukan ini Untuk Menjalin Komunikasi yang Baik Dengan Anak

Lakukan ini Untuk Menjalin Komunikasi yang Baik Dengan Anak – Banyak yang mengatakan bahwa masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri yang diisi dengan mencari pengalaman hidup dan proses mengejar cita-cita. Itulah mengapa banyak dari kelompok remaja yang mencari hal-hal baru, trial and error, out of the box,  hingga tidak sedikit kita lihat ide-ide kreatif lahir dari kelompok remaja.

Walau ada banyak prestasi baik dari kalangan remaja, tetapi kita melihat remaja seolah erat dengan diksi “nakal” yang disematkan pada mereka, sehingga istilah kenakalan remaja kerap dijadikan isu utama oleh para senior saat membahas mengenai remaja. Komunikasi merupakan hal penting dalam masa tumbuh kembang anak.

Melalui komunikasi, orangtua memberikan nasihat, sosialisasi dan informasi mengenai pokervit mobile bekal kehidupannya kelak. Oleh sebab itu, komunikasi anak dan orangtua haruslah berjalan efektif. Komunikasi yang efektif akan membentuk emosi dan pikiran anak menjadi lebih baik serta akan terjalin pula hubungan keakraban dalam keluarga.

1. Lakukan komunikasi dua arah dengan anak
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Melakukan komunikasi dua arah merupakan hal yang penting. Coba dengarkan kemauan anak dan diskusikan pula solusi untuk mencapai keinginan tersebut. Sebagai orangtua, jangan terus-menerus mengambil keputusan secara sepihak atau otoriter.

Gary Gilles sebagai konselor profesional klinis dalam MentalHelp.net menyarankan untuk memahami cara anak berpikir dan cara anak memandang situasi sebelum bertindak. Hal ini bisa membuatmu lebih berempati sehingga dapat terjalin komunikasi dua arah yang efektif.

2. Dengarkan anak dengan sungguh-sungguh dan tulus
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Gary juga mengatakan bahwa ketika anak membutuhkan perhatianmu sebagai orangtua, cobalah untuk memberi mereka perhatian penuh. Misalnya dengan mendengarkan secara sungguh-sungguh dan tulus.

Mendengarkan memiliki banyak tujuan, seperti mencari tahu masalah yang dialami anak dan memahami suasana hatinya. Dengan demikian, akan terjalin dialog dan diskusi dengan anak dan muncul keterbukaan dengannya.

3. Pahami bagaimana perasaannya
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Sebagai orang dewasa, kamu harus bisa memahami bagaimana kondisi hati anak atau perasaannya. Daniel Goleman dalam bukunya, Emotional Intelligence, mengatakan salah satu cara menjadi orangtua yang tidak efisian adalah mengabaikan perasaan anak.

Orangtua yang hanya membentak apabila anak mengekspresikan emosi, akan menjadi orangtua yang kehilangan peluang untuk memberikan pelajaran bagi anak. Selain itu, orangtua semacam ini juga kehilangan kesempatan untuk menjalin kedekatan dengan anaknya.

4. Mencari tahu alasan anak melakukan tindakannya
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Ketika anak melakukan kesalahan, jangan buru-buru mengoreksi. Tanyakan padanya alasan yang membuat anak melakukan hal tersebut. Kumpulkan lebih banyak informasi sebelum menghakimi.

Tindakan ini dipercaya Gary sebagai suatu pendekatan terhadap perasaan anak dan akan membuatnya mau berbicara. Dengan lebih banyak mendengar, kamu akan lebih memahami kehawatiran mereka daripada langsung mengoreksi tindakannya.

5. Mencoba memahami emosi pada anak
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Apabila anak kerap marah, ketakutan, cemas hingga murung, kamu tak sebaiknya balas memarahinya atau malah berusaha membungkam emosinya dengan suap atau hadiah.  Cara ini akan membuat anak tidak berlatih mengelola emosi, menurut Daniel Goleman.

Anak seperti ini akan sulit mengekspresikan perasaannya dan lebih memilih untuk menyelesaikan masalah dengan marah-marah atau murung. Jika hal ini terjadi dengan anak, kamu akan kesulitan menjalin komunikasi yang efektif.

Maka, ketika anak marah, ketakutan, dan murung, cobalah untuk bersimpati terhadapnya. Sehingga, terjalin keakraban dan keterbukaan dengan anak.

6. Perbanyak komunikasi langsung dengan anak
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Komunikasi menjadi media untuk berbagi informasi dan membangun perilaku serta kepribadian anak. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, kamu bisa perbanyak melakukan komunikasi secara langsung, artinya tanpa perantara lain seperti telepon.

Dalam komunikasi langsung ada gestur, ekspresi serta tanggapan yang lebih responsif. Sebagai orang tua, kamu akan mendapatkan respon yang lebih jujur dan spontan. Kamu juga akan langsung tahu kesan yang muncul dari anakmu, sehingga pesan yang kamu sampaikan akan lebih efektif diterima.

7. Hindari mempermalukan anak
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Dilansir MentalHelp.net, mempermalukan anak dapat menjatuhkan harga diri atau nilai dirinya. Misalnya ketika anak gagal dalam ujian, jangan katakan hal-hal yang akan menyakitinya, seperti “Kamu bodoh!” atau “Kamu pemalas!”

Mengatakan hal semacam itu akan membuatnya merasa cacat dan malu. Dia akan memiliki pandangan pesimistis terhadap dirinya dan tumbuh rasa tidak percaya diri. Jadi, lebih baik fokus mengomunikasikan perilaku apa yang sekiranya akan membuat anak menjadi lebih baik.

8. Tingkatkan kuantitas dan kualitas komunikasi dengan anak
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Menjalin komunikasi yang efektif bisa dibangun dengan intensitas percakapan yang tinggi, serta kualitas komunikasi yang baik. Perbanyak komunikasi dengan anak, misalnya dengan menanyakan kabar atau  kesulitan yang dihadapi di sekolah.

Melalui dialog rutin, orangtua bisa menjadikannya sebagai media pertukaran informasi. Orangtua akan mengetahui kesulitan apa yang dialami anak dan mensosialisasikan nilai atau kepercayaan yang dipegang teguh dalam keluarga.

9. Jangan menghina anak, tunjukkan penghargaan terhadap pencapaiannya
9 Cara agar Terjalin Komunikasi yang Efektif dengan Anak

Goleman juga menyebutkan cara lain mendidik anak yang tidak efisien adalah dengan menghina, mencela, mengecam dan menghukum anak. Orangtua seperti ini enggan mendengarkan anak dan selalu berteriak, “Jangan membantah!”

Anak dengan orangtua yang kerap menghina dan tidak menghargai perasaannya akan kesulitan mengenali dan mengelola emosinya. Akibatnya, dia kesulitan untuk mengekspresikan isi hatinya dan enggan melakukan komunikasi yang terbuka dengan orangtua.

Menurut Santrock, masa remaja merupakan masa individu mencari identitas dirinya. Pada masa remaja, peran orang tua sangat penting dalam memenuhi tercapainya pembentukan identitas diri remaja yang baik. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk meminimalisir perilaku anak remaja yang menjuru kepada  kenakalan remaja.