Lima Hal yang Harus Orangtua Tahu Tentang Mimpi Buruk Anak

Lima Hal yang Harus Orangtua Tahu Tentang Mimpi Buruk Anak

Lima Hal yang Harus Orangtua Tahu Tentang Mimpi Buruk Anak РMimpi buruk adalah mimpi yang menyebabkan seseorang merasa cemas atau takut. Mimpi buruk bisa membuat penderitanya terbangun dari tidur. Tidur dengan keadaan yang nyaman adalah hal yang diperlukan oleh semua orang, khususnya bagi anak-anak. Waktu tidur yang cukup akan sangat mempengaruhi proses pertumbuhan anak, baik secara fisik dan mental.

Mimpi buruk bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak. Namun seringkali, mimpi buruk akan menganggu tidur anak dan membuat ia merasa takut untuk kembali tidur. Tak heran, jika banyak orangtua yang merasa khawatir bila anaknya mengalami mimpi buruk.

Supaya bisa lebih tenang dalam menghadapi anak yang baru saja mengalami mimpi buruk, berikut 5 hal yang harus orangtua ketahui tentang mimpi buruk pada anak.

1. Mimpi buruk pada anak adalah hal yang normal
5 Hal yang Orangtua Wajib Tahu Tentang Mimpi Buruk Pada Anak

Sebenarnya, orangtua tidak perlu merasa khawatir jika anak mengalami mimpi buruk. Hal ini normal untuk dialami oleh semua orang, termasuk pada anak-anak. Contoh mimpi buruk yang sering dialami oleh anak-anak adalah dikejar oleh monster atau hewan yang mereka tidak sukai.

Bagi beberapa anak tidur kembali sehabis bermimpi buruk bukanlah hal yang sulit. Namun, beberapa anak akan sulit untuk tidur kembali sehabis mengalami mimpi buruk. Disinilah, peran orangtua sangat penting agar anak bisa kembali tidur dengan tenang.

2. Penyebab mimpi buruk pada anak
5 Hal yang Orangtua Wajib Tahu Tentang Mimpi Buruk Pada Anak

Lalu, apa yang menyebabkan mimpi buruk pada anak? Seringkali, anak mengalami mimpi buruk karena imajinasi yang ia miliki. Jika mimpi buruk yang dialami anak karena daya imajinasinya, orangtua tidak perlu merasa khawatir.

Namun, sebagian anak bisa mengalami mimpi buruk akibat kejadian traumatis. Bahkan hal ini bisa mempengaruhi anak sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Nah, jika hal ini menimpa anak, ada baiknya bagi orangtua untuk segera memeriksakan keadaan anak ke dokter. Jangan sampai pengalaman traumatis ini membuat anak menjadi sulit tidur dan menganggu proses perkembangan anak.

3. Usia anak yang mengalami mimpi buruk
5 Hal yang Orangtua Wajib Tahu Tentang Mimpi Buruk Pada Anak

Kebanyakan anak mengalami mimpi buruk dimulai dari usia 3-6 tahun. Kondisi ini akan mulai berkurang ketika anak berusia lebih dari 10 tahun. Namun, setelah usia 12 tahun anak perempuan lebih sering mengalami mimpi buruk bila dibandingkan dengan anak laki-laki.

Jenis mimpi buruk yang dialami anak pun akan cenderung berubah seiring dengan tahap perkembangan dan lingkungan sekitarnya. Misalnya, anak yang masih berusia muda akan mengalami mimpi buruk jika ia ditinggal sendirian. Namun, anak yang berusia lebih tua biasanya akan mengalami mimpi buruk akibat film horor. Itu juga bisa berasal dari stres karena akan memulai kehidupan baru, seperti masuk sekolah.

4. Peran orangtua sangatlah penting
5 Hal yang Orangtua Wajib Tahu Tentang Mimpi Buruk Pada Anak

Hal terbaik yang bisa orangtua lakukan sehabis mengalami mimpi buruk adalah menghiburnya. Tanyakan kepada anak tentang mimpi buruk yang ia alami.

Jangan lupa untuk mengatakan kalimat-kalimat yang menenangkan dan membuat ia merasa dilingdungi. Jauhkan anak dari segala jenis gambar atau kejadian yang bisa membuat ia kembali mengalami mimpi buruk.

Ada baiknya, orangtua mengajak anak untuk berdoa dan menceritakan dongeng yang indah agar anak bisa kembali tidur dengan tenang.

5. Apakah perlu memeriksakan anak ke dokter?
5 Hal yang Orangtua Wajib Tahu Tentang Mimpi Buruk Pada Anak

Jangan langsung terburu-buru membawa anak ke dokter. Tak semua mimpi buruk membawa pengaruh negatif kepada anak. Sebagian mimpi buruk masih bisa bisa diatasi dengan menjauhkan anak dari gambar atau hal yang ia tidak sukai.

Mengutip Cleveland Clinic, orangtua wajib membawa anak ke dokter jika anak terus-menerus mengalami mimpi buruk. Apalagi, jika mimipi buruk yang dialami oleh anak disebabkan oleh pengalaman traumatis dan membuat anak mulai merasa terganggu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebab, jika dibiarkan terus-menerus bukan tidak mungkin mimpi buruk yang ini akan menganggu anak hingga ia tumbuh dewasa. Bahkan, ada kemungkinan anak akan sulit menjalin hubungan dengan orang lain dan mengalami berbagai gangguan psikologi lainnya.