Menteri Agama Melarang Masyarakat Agar Tak Keliling Takbiran

Menteri Agama Melarang Masyarakat Agar Tak Keliling Takbiran

Menteri Agama Melarang Masyarakat Agar Tak Keliling Takbiran – Kementerian Agama Republik Indonesia (disingkat Kemenag RI, dahulu Departemen Agama Republik Indonesia, disingkat Depag RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan agama. Kementerian Agama dipimpin oleh seorang Menteri Agama (Menag) yang sejak tanggal 23 Desember 2020 dijabat oleh Yaqut Cholil Qoumas.  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia, untuk tidak melakukan takbiran keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Takbiran di Indonesia merujuk pada aktivitas pemeluk agama Islam yakni mengucapkan kalimat takbir secara bersama-sama. Lebih spesifik lagi, aktivitas ini merujuk pada aktivitas perayaan mereka pada malam hari dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Aktivitas ini biasanya dilakukan Club388 Indonesia dengan melakukan pawai di jalanan, kadang-kadang sambil membawa beduk, obor, dan lampion.

Imbauan itu disampaikan Yaqut sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat.

“Tidak perlu untuk melakukan takbir keliling karena berpotensi menimbulkan kerumunan, dan berpotensi untuk penyebaran COVID-19 makin terbuka,” kata dia dalam konferensi pers pasca-sidang isbat secara virtual, Selasa (11/5/2021).

Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Sistem dalam masyarakat saling berhubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya yang membentuk suatu kesatuan.[Maka itu, Yaqut mengimbau masyarakat takbiran di rumah atau masjid dan musala, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni 10 persen dari kapasitas masjid dan musala.

Masyarakat berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi. Masyarakat terbagi menjadi dua golongan utama, yakni penguasa atau pengeksploitasi dan yang dikuasai atau yang dieksploitasi. Kepribadian masyarakat terbentuk melalui penggabungan individu-individu dan aksi-reaksi budaya mereka.Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah yang juga menandakan Hari Raya Idul Fitri 2021 jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Penetapan awal Ramadan ini sudah berdasarkan sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama hari ini, Selasa (11/5/2021).

“Informasi hitungan hisab dikonfirmasi petugas Kemenag di daerah, di 88 titik mulai dari Aceh hingga Papua, dan dari 88 titik itu tidak ada yang melaporkan melihat hilal oleh karena itu berdasarkan hisab di posisi minus dan rukyat hilal tidak terlihat, maka penetapan 1 Syawal diistikmalkan sesuai sidang isbat tadi,” jelas Menteri Agama usai sidang Isbat yang disiarkan daring hari ini.

Menag mengatakan, sidang Isbat dihadiri perwakilan ormas-ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Keputusan pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 H pada Kamis, 13 Mei 2021 sama dengan yang sudah ditetapkan dua organisasi Islam besar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Hasil sidang isbat ini mudah-mudahan dapat menjadikan perayaan Idul Fitri secara bersama-sama, menjadikan simbol kebersamaan dan mudah-mudahan menjadi wujud kebersamaan anak bangsa untuk menatap masa depan secara bersama-sama,” ujar Menag.