Pemerintah Venezuela Menangkap Anggota Organisasi HAM

Pemerintah Venezuela Menangkap Anggota Organisasi HAM

Pemerintah Venezuela Menangkap Anggota Organisasi HAM – Venezuela, nama resminya Republik Bolivaria Venezuela adalah sebuah negara di ujung utara Amerika Selatan. Negara ini berbatasan dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di sebelah utara, Guyana di timur, Brasil di selatan, dan Kolombia di barat. Pemerintah Venezuela menangkap beberapa anggota organisasi HAM setelah menggelar konferensi pers.

Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia. Dirangkum dari laman idn apk Penangkapan ini dilakukan lantaran mereka diduga memiliki hubungan dengan pemerintah dan kelompok bersenjata Kolombia yang menebar teror di perbatasan beberapa waktu lalu. 

Padahal organisasi HAM FundaRedes merupakan salah satu NGO yang aktif memberikan kritik kepada kelompok bersenjata Kolombia yang melakukan aktivitas ilegal di wilayah Venezuela.

1. Penangkapan kepala dan anggota organisasi non profit FundaRedes

Pada hari Jumat (02/07/2021) Pemerintah Venezuela menangkap seorang petinggi organisasi non profit FundaRedes bernama Javier Tarazona. Selain petinggi FundaRedes, beberapa anggota organisasi tersebut juga ditangkap yakni, Rafael Tarazona dan Omar de Dios Garcia.

Selain ketiga anggota FundaRedes, seorang aktivis HAM dari organisasi lain bernama Yhonny Romero juga ikut ditangkap. Namun tak lama setelah ditangkap, kini Romero sudah dibebaskan tanpa dikenakan hukuman apa pun, dilansir dari Reuters.

Penangkapan sejumlah aktivis ini lantaran Pemerintah Venezuela menuding mereka terlibat dalam aksi terorisme, pengkhinatan dan menyerukan kebencian. Selain itu, Tarazona juga dituding berhubungan dengan mantan Mendagri Venezuela Ramón Rodríguez Chacín yang terkait dengan kelompok bersenjata Kolombia ELN.

2. FundaRedes memberikan informasi terbaru di perbatasan Venezuela-Kolombia

FundaRedes selama dua tahun belakangan ini telah mengungkap situasi sosial dan politik terkini di perbatasan Venezuela-Kolombia. Bahkan organisasi NGO tersebut yang memberitahukan operasi politik kelompok pemberontak Kolombia di wilayah perbatasan, seperti sekolah, pusat sosial, dan stasiun radio yang didanai kelompok gerilya tersebut.

Bahkan FundaRedes juga memantau dan memberikan informasi saat berlangsungnya operasi militer Tentara Venezuela di Paez, Apure untuk melawan kelompok pembelot FARC. Selama ini pihak oposisi dan aktivis juga sudah memberitahukan jika terdapat operasi politik dan proses rekrutmen dari kelompok gerilya Kolombia di dalam perbatasan, terutama pada area pertambangan, dikutip dari El Pais.

3. Ratusan organisasi sipil menolak penangkapan Tarazona

Menanggapi penahanan ini, lebih dari 200 organisasi sipil di Venezuela menolak penangkapan kepala FundaRedes, Javier Tarazona dan dua anggota lainnya. Ratusan organisasi tersebut telah menyetujui untuk membuat pengumuman resmi dan menyebut penangkapan ini tidak beralasan serta meminta ketiganya untuk segera dibebaskan.

Dilansir dari DW, penangkapan ini bukanlah yang pertama menimpa anggota FundaRedes untuk dipidana. Sebelumnya Inter-American Commission on Human Rights (IACHR) bahkan sudah memberikan perlindungan bagi Tarazona karena dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan hujatan. Tarazona merupakan seorang profesor di universitas yang juga menjabat sebagai Colegio Nacional de Profesores, dilaporkan dari DW.