Pemimpin Organisasi Kriminal Kolombia Bersenjata Telah Tewas

Pemimpin Organisasi Kriminal Kolombia Bersenjata Telah Tewas

Pemimpin Organisasi Kriminal Kolombia Bersenjata Telah Tewas – Seorang pemimpin kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), Jumat (7/3), tewas menyusul pertempuran di bagian tengah negeri itu. Ivan Rios adalah pemimpin kedua FARC yang tewas dalam operasi militer Kolombia. Demikian dikatakan beberapa sumber militer Kolombia.

Pemerintah Kolombia mengumumkan tewasnya seorang pemimpin organisasi kriminal bersenjata Guerrillas Unidas del Pacífico bernama Anderson Perlaza Caicedo atau Borojó. Namun, belakangan pemerintah Kolombia mengkonfirmasi bahwa Rios bukan tewas dalam pertempuran tapi dibunuh oleh anak buahnya di bagian tengah negara itu.

Kabar ini didapat setelah adanya operasi gabungan yang dilakukan otoritas Kolombia. Selama ini, Borojó diketahui sebagai salah satu orang yang kejam dan telah menyebabkan ratusan keluarga terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya. Selain itu, Dirangkum dari idn poker ios ia juga dikenal terlibat dalam aksi perdagangan narkoba.

1. Pemerintah gelar operasi militer gabungan di Tumaco, Kolombia

Pada hari Sabtu (14/8/2021) Kepolisian dan Kantor Persekutor Kolombia telah melakukan operasi militer di Tumaco, Departemen Nariño yang terletak di ujung selatan Kolombia. Pada operasi ini kedua pihak telah berhasil menumpas seorang pemimpin Guerrillas Unidas del Pacífico bernama Anderson Perlaza Caicedo alias Borojo.

Dilansir dari Market Research Telecast, Presiden Ivan Duque mengatakan, “Perlaza Caicedo telah bertanggung jawab atas rentetan serangan bersenjata di sepanjang rute penyelundupan narkoba di Departemen Nariño. Maka deengan netralisasi dirinya, kami dapat melanjutkan untuk menumpas aksi kriminal dari kelompok (GAOR) yang sudah menyebabkan kerusakan besar pada negara.”

2. Borojó bertanggung jawab atas serangan di Nariño

Selain berada di balik rentetan aksi serangan bersenjata di Departemen Nariño, Menurut Menhan Diego Molano menyebut, Borojó juga bertanggung jawab atas aksi kriminal dan konspirasi. Pasalnya Borojo disebut memroduksi dan menjual narkoba di Tumaco yang nantinya dikirim ke Ekuador dan Meksiko. Ia juga melakukan aksi pemerasan, pembunuhan, pengusiran pada penduduk dan serangan kepada pasukan keamanan.

Ánderson Perlaza Caicedo sebelumnya merupakan salah satu anggota militan FARC bagian barat yang dipimpin Daniel Aldana selama enam tahun. Selain itu, ia juga bertanggung jawab atas konfrontasi senjata melawan organisasi Franco Benavides dan Oliver Sinisterra terkait masalah perebutan kontrol teritori rute perdagangan di Kolombia selatan.

Bahkan dalam aksi konfrontasi tersebut, Borojo telah menyebabkan 30 keluarga yang tinggal di Desa Fatima dan El Cedro terpaksa mengungsi. Di samping itu, ia juga mengakibatkan pengusiran 250 keluarga yang tinggal di Olaya Herrera, Nariño dan pembunuhan seorang pria pada tahun 2018 di Humberto Manzi, Tumaco, dilansir dari laman El Espectador.

3. Borojó selama ini mengamankan penyelundupan narkoba dari Nariño

Dikutip dari El Tiempo, Borojo sudah memimpin 112 orang bersenjata untuk menjaga kepentingannya di Pelabuhan Tumaco dan sejumlah aksi konfrontasi di area permukiman warga di Departemen Nariño. Ia diketahui menerapkan pembayaran pajak keamanan untuk setiap kilo kokain yang akan dikirim ke Amerika Tengah dan Amerika Serikat.

Sedangkan pihak intelijen mengatakan jika pusat produksi kokain sebelumnya berada di Pital, di mana pada tempat itu ia berusaha menjaga komunikasi dengan partner kartel Meksiko. Selain itu, Borojo selama ini bertugas untuk mengamankan pengiriman kokain menggunakan kapal motor.