Pengusiran Warga Palestina Dikecam oleh Pemerintah Indonesia

Pengusiran Warga Palestina Dikecam oleh Pemerintah Indonesia

Pengusiran Warga Palestina Dikecam oleh Pemerintah Indonesia – Bangsa Palestina atau orang Palestina adalah orang-orang Arab dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang juga disebut Wilayah Palestina atau Palestina. Orang-orang yang disebut “Palestina” hari ini adalah orang Arab, tetapi pada masa lalu, “Palestina” juga dapat digunakan sebagai nama bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di Palestina. Bangsa Palestina atau orang Palestina adalah orang-orang Arab dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang juga disebut Wilayah Palestina atau Palestina.

Orang-orang yang disebut “Palestina” hari ini adalah orang Arab, tetapi pada masa lalu, “Palestina” juga dapat digunakan sebagai nama bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di Palestina. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengecam pengusiran paksa enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Melalui unggahan di Twitter, Kemlu RI juga mengecam tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka-luka dan melukai perasaan umat muslim.

kebanyakan warga Palestina adalah Islam, khususnya cabang Sunni Islam, dan ada minoritas Kristen yang signifikan Palestina dari berbagai denominasi Kristen, serta komunitas-komunitas Club388 Indonesia religius kecil. Untuk itu, pemerintah Indonesia mendesak masyarakat internasional melakukan langkah nyata untuk menghentikan langkah pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil, sebagaimana dilansir ANTARA.

1. Bentrokan Sabtu malam antara tentara Israel dan muslim yang sedang beribadah Lailatul Qadar
Pemerintah Indonesia Kecam Pengusiran Paksa Warga Palestina

ANTARA melaporkan bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem pada Sabtu (8/5/2021), ketika puluhan ribu jamaah muslim beribadah pada malam suci Islam Lailatul Qadar.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sedikitnya 80 orang terluka, termasuk anak di bawah umur dan satu tahun. Sebanyak 14 orang dibawa ke rumah sakit. Sementara polisi Israel mengatakan satu petugas terluka.

2. Jalur Gaza masih panas
Pemerintah Indonesia Kecam Pengusiran Paksa Warga Palestina

Di Jalur Gaza Palestina, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Israel. Militer Israel mengatakan massa melemparkan ban dan petasan yang terbakar ke arah pasukan. Militan Gaza menembakkan setidaknya satu roket ke Israel yang mendarat di daerah terbuka, kata militer.

Israel mengatakan pihaknya meningkatkan pasukan keamanan pada Sabtu untuk mengantisipasi konfrontasi lebih lanjut di Yerusalem, Tepi Barat yang diduduki dan Gaza setelah bentrokan sengit meletus malam sebelumnya di Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, bentrokan meletus setiap malam di Sheikh Jarrah Yerusalem Timur, lingkungan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.

3. Bentrokan terjadi di Masjid al-Aqsa Jumat malam
Pemerintah Indonesia Kecam Pengusiran Paksa Warga PalestinaWarga Palestina bereaksi ketika polisi Israel menembakkan granat setrum selama bentrokan di kompleks penampungan Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh muslim sebagai Suaka Mulia dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, di tengah ketegangan atas kemungkinan penggusuran beberapa keluarga Palestina dari rumah-rumah di wilayah yang diklaim oleh pemukim Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah, di Kota Tua Yerusalem

Bentrokan terjadi di Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat (7/5/2021), menurut Reuters dilansir ANTARA. Bentrok ini terjadi di tengah kemarahan yang meningkat atas potensi penggusuran warga Palestina dari Yerusalem–tanah yang diklaim para pemukim Yahudi.

Polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah pemuda Palestina

Ribuan warga Palestina berhadapan dengan beberapa ratus polisi Israel dalam perlengkapan anti huru-hara. Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 petugas terluka dalam bentrokan pada malam hari di situs paling suci ketiga Islam dan di sekitar Yerusalem Timur, kata petugas medis Palestina dan polisi Israel.

Bentrokan terjadi setiap malam di Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, lokasi di mana banyak keluarga Palestina menghadapi penggusuran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.

Puluhan ribu warga Palestina memadati kompleks puncak bukit yang mengelilingi masjid pada Jumat pagi untuk melakukan salat. Banyak yang tetap tinggal untuk memprotes penggusuran di kota itu, yang menjadi inti konflik Israel-Palestina.

Tetapi setelah makan malam untuk berbuka puasa, bentrokan terjadi di Al Aqsa dengan bentrokan kecil di dekat Sheikh Jarrah, dekat Gerbang Damaskus yang terkenal di Kota Tua. Polisi menggunakan meriam air yang dipasang pada kendaraan lapis baja untuk membubarkan beberapa ratus pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat rumah keluarga yang menghadapi potensi penggusuran.

4. Polisi Israel sebut pemuda Palestina lepas serangan
Pemerintah Indonesia Kecam Pengusiran Paksa Warga Palestina

Seorang juru bicara kepolisian Israel mengatakan sejumlah warga Palestina sebelumnya melemparkan batu, kembang api, dan benda-benda lain ke arah petugas. Sekitar setengah dari 17 orang yang terluka membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Dua pria bersenjata Palestina tewas dan yang ketiga terluka parah pada Jumat setelah mereka melepaskan tembakan ke pangkalan Israel, kata polisi.

“Kami akan menindak keras setiap gangguan kekerasan, kerusuhan, atau kerusakan terhadap para petugas kami, dan akan bekerja untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke pengadilan,” kata juru bicara itu dilaporkan Reuters dikutip ANTARA.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dia “menganggap (Israel) bertanggung jawab atas perkembangan berbahaya dan serangan berdosa yang terjadi di kota suci itu” Dia meminta Dewan Keamanan PBB agar mengadakan sesi mendesak untuk membahas masalah tersebut.