Penyebab Mengapa Kamu Suka menunda Tugas & Cara mengatasinya

Penyebab Mengapa Kamu Suka menunda Tugas & Cara mengatasinya

Penyebab Mengapa Kamu Suka menunda Tugas & Cara mengatasinya – Sebuah kebiasaan (atau biasa sebagai istilah lucu dan formal) adalah rutinitas perilaku yang diulang secara teratur dan cenderung terjadi secara tidak sadar. Perilaku kebiasaan sering tidak diperhatikan orang yang menunjukkannya, karena seseorang tidak perlu melakukan analisis diri saat melakukan tugas rutin. 

Kebiasaan terkadang wajib. Sebuah studi pengalaman harian tahun 2002 oleh peneliti kebiasaan Wendy Wood dan rekan-rekannya menemukan bahwa sekitar 43% perilaku sehari-hari dilakukan karena kebiasaan. Kita tentu sadar bahwa menunda-nunda pekerjaan bukanlah kebiasaan yang baik. Namun kendati demikian, masih sering kita menemukan diri sendiri menunda melakukan sesuatu dan memilih untuk mencari pelarian lain.

Misal, alih-alih membereskan kasur, kamu malah tergoda untuk berselancar di media sosial idn poker mobile selama berjam-jam. Walau selalu diremehkan, kebiasaan untuk menghindari tugas yang sulit dapat menjadi awal masalah. Itu bisa berdampak negatif terhadap pengaturan waktumu.

1. Kamu menganggap tugas itu tidak penting
5 Penyebab dan Solusi Mengatasi Kebiasaan Menunda-nunda 

Manusia cendetung memerhatikan apa yang ada di depannya. Semakin sulit untuk memprioritaskan sesuatu yang tidak penting.Walau tampak sederhana, kamu sering mengabaikan tugas-tugas itu untuk melakukan kegiatan yang dapat memberimu kepuasan sementara, seperti bermain game.

Solusi untuk mengatasi masalah ini, cobalah berpikir lebih jauh. Pikirkan akibat apabila kamu terus menunda pekerjaan itu, apakah tujuanmu akan tercapai bila kamu terus menghindari tugas tersebut. Dengan demikian, akan terbentuk kemauan untuk mulai mengerjakan tugas itu.

2. Kamu tidak tahu bagaimana mulai mengerjakannya
5 Penyebab dan Solusi Mengatasi Kebiasaan Menunda-nunda 

Sebab terlalu banyaknya tugas yang harus dikerjakan, kamu malah merasa bingung dan kewalahan. Alih-alih mulai mengerjakan, kamu jadi merasa malas dan memilih untuk menunda lagi.

Solusinya ialah, coba buatlah sebuah to-do list. Tulis prioritas yang harus kamu selesaikan dulu, kemudian lawan rasa malasmu dan mulai kerjakan itu. Saat kamu butuh bantuan, jangan ragu meminta tolong pada orang yang lebih paham. Kamu akan belajar hal baru saat mulai menghadapi kesulitan dibanding terus-terusan menghindarinya.

3. Kamu takut gagal
5 Penyebab dan Solusi Mengatasi Kebiasaan Menunda-nunda 

Sikap perfeksionis juga bisa memicu kebiasaan untuk menunda-nunda. Hal ini disebabkan kamu memiliki standar yang terlalu tinggi, sehingga kamu takut hasilnya tidak sesuai dengan ekspetasimu.

Solusinya ialah, tanamkan pada dirimu bahwa sedikit kegagalan tidak berpengaruh pada nilai dirimu. Kamu takut bila pekerjaanmu tidak sempurna, kamu akan gagal dan kamu tak lagi berharga. Selalu ingat siapa dirimu sebenarnya dan apa yang telah kamu raih. Tidak seharusnya kamu mendefinisikan diri berdasarkan kegagalan atau kesalahanmu. Toh pada dasarnya, tak ada manusia yang sempurna. Kita semua belajar dari kesalahan.

4. Kamu hanya tidak mau melakukan pekerjaan itu
5 Penyebab dan Solusi Mengatasi Kebiasaan Menunda-nunda 

Entah rasa bosan, entah sulit, atau entah kamu tidak sedang dalam suasana hati yang baik untuk mengerjakan tugas itu, kamu memilih untuk menghindari kewajibanmu dan melakukan hal lain yang lebih menyenangkan.

Solusi untuk situasi ini ialah, milikilah tanggung jawab pribadi. Ada kalanya saat kamu merasa begitu bosan hingga memilih untuk menunda belajar. Namun karena penundaan ini, mau tak mau besok kamu harus belajar lebih keras untuk mempersiapkan ujian. Tetap milikilah tangggung jawab untuk ‘mengganti rugi’ waktu yang kamu habiskan untuk bersantai itu.

5. Ada banyak gangguan di sekitarmu
5 Penyebab dan Solusi Mengatasi Kebiasaan Menunda-nunda 

Apa kamu tipe orang yang mudah kehilangan fokus dan konsentrasi? Solusi untuk masalah ini ialah, selalu bereskan meja belajarmu. Jauhkan ponsel, laptop, atau apa pun yang bisa memecah konsentrasimu. Cobalah konsisten pada jadwalmu sendiri, misal bekerja untuk dua jam lalu istirahat dua puluh menit. Dengan demikian, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat.

Perilaku baru dapat menjadi otomatis melalui proses pembentukan kebiasaan . Kebiasaan lama sulit dihilangkan dan kebiasaan baru sulit dibentuk karena pola perilaku yang diulangi oleh manusia terpatri dalam jalur saraf, tetapi kebiasaan baru dapat dibentuk melalui pengulangan.