Perdana Menteri Inggris Luncurkan Program Revolusi Bus hijau

Perdana Menteri Inggris Luncurkan Program Revolusi Bus hijau

Perdana Menteri Inggris Luncurkan Program Revolusi Bus hijau – Alexander Boris de Pfeffel Johnson (lahir 19 Juni 1964), lebih dikenal dengan nama Boris Johnson, adalah seorang politikus Partai Konservatif Britania Raya dan wartawan yang terpilih menjadi Perdana Menteri Britania Raya sejak 24 Juli 2019. Kabinet Perdana Menteri Boris Johnson meluncurkan program ‘revolusi bus hijau’. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan untuk Inggris bebas karbon pada tahun 2050 mendatang.

Sebelumnya, Johnson menjabat sebagai Menlu Britania Raya, Wali kota London, anggota Parlemen Britania Raya, dan Pemimpin Redaksi majalah The Spectator. Ribuan bus akan diproduksi di dalam negeri. Bus-bus tersebut bakal menggunakan tenaga listrik dan hidrogen yang canggih. Selain itu, ratusan kilometer jalur baru juga bakal dibangun untuk memperlancar sistem transportasi tersebut.

Bus hijau juga dipersiapkan sebagai wajah baru setelah pandemi berakhir. Dilansir dari idn apk Sistem tranportasi yang diperbaharui menjanjikan perjalanan yang murah, handal, dan cepat.

1. Investasi puluhan triliun

Pemerintah Inggris di bawah Boris Johnson berupaya meningkatkan level untuk lingkungan yang lebih ramah tapi lebih murah. Mereka meluncurkan program revolusi bus hijau yang berbahan bakar listrik dan hidrogen.

Investasi yang digelontorkan, menurut MSN News, adalah sebanyak 3 miliar poundsterling atau setara dengan Rp60,1 triliun. Strategi baru dengan dukungan dana yang melimpah itu dimaksudkan untuk mendorong publik Inggris memilih bus dari pada mobil pribadi.

Untuk mendukung hal tersebut, para menteri berjanji bahwa layanan tersebut akan terkoordinasi di seluruh negeri. Jika strategi berjalan dengan lancar, masyarakat akan didorong untuk menggunakan transportasi umum dengan tujuan “mengurangi polusi dan biaya operasional” secara dramatis.

Bus-bus bertenaga diesel akan segera dikurangi. Rencana penjualan bus-bus tersebut juga sudah dibicarakan dan nantinya akan diganti dengan sekitar 4.000 bus dengan tenaga yang lebih ramah lingkungan.

PM Boris Johnson mengatakan “saat kita bangun kembali dari pandemi, bus yang lebih baik akan menjadi salah satu tindakan pertama kita untuk naik level.”

2. Layanan bus di Inggris saat ini diakui tidak cukup baik
Inggris Luncurkan Program 'Revolusi Bus Hijau'

Strategi baru yang diluncurkan oleh PM Boris Johnson pada Senin (15/3) membutuhkan kerja sama lintas pemerintahan. Mereka harus menjalin koordinasi dengan dewan lokal dan operator bus demi memperlancar ambisi menciptakan layanan transportasi umum yang lebih baik, mengurangi polusi dan mengurangi beban biaya konsumen.

Melansir dari laman resmi pemerintah Inggris, bus-bus hijau tersebut akan lebih sering hadir sehingga tidak membuat calon penumpang menunggu lama. Bus juga akan lebih banyak tersedia pada malam hari dan akhir pekan.

Strategi tersebut akan membuat pasar transportasi bus yang terfragmentasi dan dikomersialkan sepenuhnya, yang telah beroperasi di luar London sejak 1986, akan berakhir. Pemerintah Inggris ingin operator dan dewan lokal masuk ke dalam ‘kemitraan yang ditingkatkan’ atau perjanjian waralaba menurut undang-undang untuk menerima pendanaan baru dan memberikan peningkatan pelayanan.

Sekretaris bidang Transportasi Inggris yang bernama Grant Shapps mengakui bahwa “bus adalah cara favorit negara ini untuk berkeliling.” Tetapi, menurutnya “layanan di seluruh Inggris tidak lengkap, dan terus terang itu tidak cukup baik.”

Strategi baru yang lebih terkoordinasi di seluruh Inggris akan merombak total layanan dan memastikan bahwa apa yang akan dibangun kali ini jauh lebih baik dari sebelum pandemi menerpa. Sistem yang baru akan mengintegrasikan tiket ke semua moda transportasi sehingga memudahkan perpindahan dari bus ke kereta api.

3. Program Boris Johnson dianggap kurang ambisius
Inggris Luncurkan Program 'Revolusi Bus Hijau'

Meski dengan janji 4.000 bus tenaga hidrogen dan listrik buatan dalam negeri akan diluncurkan sebagai pendukung program jangka panjang dekorbonisasi, tapi program yang baru tersebut dianggap masih belum maksimal.

Melansir dari laman The Guardian, Sekjen Serikat Rel, Maritim dan Transportasi yang bernama Mick Cash, mengatakan strategi tersebut tampak “kurang ambisi” mengatasi tantangan untuk membuat orang kembali ke transportasi umum yang berkelanjutan setelah wabah COVID-19.

Menurutnya, cara membuat jaringan bus lokal yang efektif, terintegrasi, dapat diakses, dan terjangkau adalah pemerintah menyediakan dana nasional yang menjamin bagi semua otoritas lokal untuk memberikan layanan bus yang dibutuhkan komunitas mereka.

Kritik lain juga disampaikan dari anggota Partai Buruh yang bernama Sam Tarry. Melansir dari Sky News, dia menilai program baru pemerintahan Boris Johnson itu “tidak menawarkan apa-apa” untuk mengembalikan jutaan mil jalur bus yang hilang di Inggris.

“Penumpang saat ini menghadapi campuran beracun dari kenaikan tarif, pemotongan layanan dan berkurangnya akses,” kata Tarry berpendapat.