AS dan Inggris Mengirim Bala Bantuan untuk Warga Afghanistan

AS dan Inggris Mengirim Bala Bantuan untuk Warga Afghanistan

AS dan Inggris Mengirim Bala Bantuan untuk Warga Afghanistan – Tentara Amerika Serikat (AS) tiba di Kabul, Afghanistan pada Sabtu (14/8). Gelombang baru kedatangan para personel militer tersebut ditugaskan untuk melakukan evakuasi para pegawai kedutaan AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan yang bekerja untuk tentara AS.

Diketahui kontingen awal tentara AS tiba di Afghanistan pada Jumat (13/8). Kedatangan mereka mendorong peningkatan operasi AS di tanah Afghanistan. Pihak Amerika Serikat dan Inggris akan mengirimkan bala bantuan dengan mengevakuasi ribuan warga Afghanistan dalam pernyataannya pada hari Kamis, 12 Agustus 2021, waktu setempat.

“Amerika Serikat akan mengirimkan “ribuan tentara per hari” setelah mengerahkan 3.000 personel ke Kabul sebelum akhir pekan berakhir,” demikian disampaikan Juru bicara Pentagon, John Kirby pada Jumat (13/8) lalu seperti dilansir idn poker ios, Minggu (15/8/2021). Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok Taliban terlihat semakin agresif dengan menguasai beberapa wilayah di Afghanistan. Bagaimana awal ceritanya?

1. Pentagon mengumumkan akan mengirimkan 3 batalyon dalam pengumumannya
AS dan Inggris Bantu Evakuasi Ribuan Warga Afghanistan

Dilansir dari The Guardian, Amerika Serikat dan Inggris telah mengerahkan bala bantuan ke Kabul, Afghanistan, untuk membantu mengevakuasi diplomat, tentara, dan warga mereka serta ribuan warga Afghanistan yang telah bekerja dengan mereka, saat kelompok Taliban maju ke ibu kota Afghanistan. Pentagon telah mengumumkan akan mengirimkan 3 batalyon, sekitar 3.000 tentara, ke Bandara Internasional Kabul dalam waktu 24-48 jam setelah pengumuman pada hari Kamis, 12 Agustus 2021, waktu setempat. Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat, John Kirby, mengatakan bala bantuan akan membantu pengurangan yang aman dan tertiba warga negara Amerika Serikat dan Afghanistan yang bekerja dengan negaranya serta akibatnya telah diberikan visa imigran khusus.

Menurut Kirby, pihaknya telah mengamati dengan sangat cermat situasi keamanan di lapangan dan jauh lebih baik untuk berhati-hati tentang hal itu serta bertanggung jawab dan mengamati tren untuk membuat keputusan terbaik yang bisa dilakukan untuk keselamatan serta orang-orang di pihaknya dibandingkan menunggu hingga selesai. Pejabat senior Amerika Serikat berbicara dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani dan mengatakan kepadanya bahwa Amerika Serikat tetap berinvestasi dalam keamanan serta stabilitas Afghanistan dalam menghadapi kekerasan kelompok Taliban. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin, mengatakan kepada Ghani bahwa Amerika Serikat mengurangi jejak sipilnya di Kabul mengingat situasi keamanan yang berkembang dan akan meningkatkan tempo penerbangan visa imigrasi khusus untuk warga Afghanistan yang membantu upaya Amerika Serikat dalam negara.

2. Inggris dan beberapa negara lain juga mengirimkan ratusan pasukannya 
AS dan Inggris Bantu Evakuasi Ribuan Warga Afghanistan

Pihak Inggris mengatakan akan mengirimkan 600 tentara dan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengatakan Inggris memindahkan kedutaannya dari pinggiran Zona Hijau yang aman ke lokasi yang berpotensi lebih aman lebih dekat ke pusat ibu kota Afghanistan. Sebanyak 200 diplomat dan tentara Inggris sedang dievakuasi, tetapi jumlah pastinya tidak diberikan. Inggris mengharapkan untuk mengevakuasi hingga 4.000 warga Afghanistan yang berhak juga.

Duta Besar Inggris untuk Afghanistan, Laurie Bristow, akan tetap berada di Afghanistan dengan staf pendukung cadangan inti untuk saat ini, terutama untuk membantu relokasi. Saat ini, Inggris memiliki sekitar 150 hingga 170 personel di Afghanistan serta mengatakan pihaknya memiliki kewajiban untuk memberhentikan hingga 4.000 personel Afghanistan yang telah bekerja untuk Inggris selama kampanye militernya yang dimulai pada tahun 2001 lalu.

3. Di hari yang sama, kelompok Taliban telah mengklaim menguasai dua kota terbesar di Afghanistan
AS dan Inggris Bantu Evakuasi Ribuan Warga Afghanistan

Di saat yang bersamaan pada hari Kamis, 12 Agustus 2021, waktu setempat kelompok Taliban mengklaim telah menguasai dua kota terbesar di Afghanistan. Perebutan dua kota tersebut yakni Kandahar dan Herat akan mewakili dua kemenangan militer terbesar kelompok Taliban sejak mereka memulai serangan luas pada bulan Mei 2021 lalu. Jatuhnya kota-kota besar adalah tanda bahwa warga Afghanistan menyambut baik kelompok Taliban.

Sebelumnya di hari yang sama, kelompok Taliban juga merebut kota Ghazni, yang terletak di jalan Kandahar ke Kabul sekitar 150 km barat daya ibu kota Afghanistan. Di perbatasan, warga Afghanistan terdampar di Pakistan setelah Taliban menutup titik perlintasan vital komersial yang bentrok dengan pasukan Pakistan. Sehari sebelumnya, seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat mengutip intelijen Amerika Serikat yang mengatakan bahwa Taliban dapat mengisolasi Kabul dalam waktu 30 hari serta mungkin mengambil alih dalam waktu 90 hari.