Beberapa Dampak Buruk Ketika Ketergantungan Dengan Medsos

Beberapa Dampak Buruk Ketika Ketergantungan Dengan Medsos

Beberapa Dampak Buruk Ketika Ketergantungan Dengan Medsos – Media sosial (sering disalahtuliskan sebagai sosial media) adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu

Saat ini, bisa dipastikan hampir seluruh kawula muda pasti mengenal dan menggunakan media sosial. Selain sebagai komunikasi dan penyebaran informasi, media sosial juga berfungsi untuk wadah generasi muda menunjukkan eksistensinya.

Namun, keberadaan media sosial ternyata juga menyimpan sisi kelam, lho. Bagi mereka yang tidak bisa mengontrol dirinya akan terjebak dalam kecanduan. Jika dibiarkan terus berlanjut, hal ini dapat membawa dampak buruk.

1. Mengalami krisis percaya diri
5 Bahaya Kecanduan Media Sosial, Bikin Mental Terganggu

Istilah insecure bukanlah hal aneh lagi di telinga generasi muda. Banyak dari mereka yang menggunakan istilah tersebut untuk menunjukkan bahwa dirinya sedang berada dalam fase krisis percaya diri. Rasanya minder dengan keadaan diri sendiri.

Salah satu hal yang dapat memicu terjadinya krisis percaya diri adalah bermain media sosial. Hampir sebagian besar waktumu hanya dihabiskan berselancar melihat kehidupan orang lain yang terlihat menyenangkan. Pada akhirnya, kamu pun terjebak dalam rasa minder yang tak berkesudahan.

2. Terjebak gaya hidup konsumtif
5 Bahaya Kecanduan Media Sosial, Bikin Mental Terganggu

Gaya hidup konsumtif memang terlihat menyenangkan. Siapa yang tidak mau ketika semua keinginannya bisa dituruti, ya kan? Kamu menghabiskan sebagian besar pendapatan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak butuh-butuh amat.

Tanpa disadari, sebenarnya keberadaan media sosial turut berperan besar mendorong gaya hidup konsumtif. Kecenderungan bermain media sosial sering kali mempengaruhi dirimu, sehingga terobsesi dengan hal-hal yang sedang menjadi tren saat ini.

3. Sering merasa tertekan
5 Bahaya Kecanduan Media Sosial, Bikin Mental Terganggu

Media sosial ibarat topeng yang menyembunyikan kehidupan asli seseorang. Rasanya hidup orang lain selalu penuh dengan kesenangan dan keseruan. Mereka bisa belanja apa pun, jalan-jalan sesuka hati, punya materi berlimpah, serta mudah menggapai kesuksesan.

Hal ini sungguh berbeda sekali dengan kehidupanmu yang dipenuhi masalah dan perjuangan tiada usai. Terlalu sering mengamati kehidupan orang lain di media sosial bisamu membandingkan kehidupanmu, sehingga mentalmu akan tertekan.

4. Pekerjaanmu banyak yang terbengkalai
5 Bahaya Kecanduan Media Sosial, Bikin Mental Terganggu

Siapa yang tidak suka menghabiskan waktu untuk berselancar di media sosial? Tentu setiap orang pasti menyukainya. Namun sayangnya, tidak semua orang mampu mengontrol dirinya dengan cermat.

Akibatnya, banyak dari mereka yang terjebak dalam kecanduan media sosial sampai sering lupa waktu. Jika tidak segera dihentikan, hal ini akan merugikan dirimu sendiri, lho.

Kecenderungan dalam bermain media sosial akan membuat waktumu terbuang sia-sia. Tanpa disadari, pekerjaan yang seharusnya sudah selesai akhirnya terbengkalai.

5. Tidak dapat berpikir jernih
5 Bahaya Kecanduan Media Sosial, Bikin Mental Terganggu

Media sosial ibarat dua sisi koin yang berlawanan. Selalu ada dampak positif dan negatif yang menyertainya. Salah satu hal negatif yang turut meramaikan keberadaan media sosial adalah adanya hoaks yang bertebaran.

Sering kali beragam informasi palsu dibungkus dengan bahasa yang cantik, sehingga banyak orang terpengaruh. Risiko yang akan terjadi ketika kamu mengalami kecanduan media sosial adalah sering terjebak dalam informasi dan berita hoaks.

Saat sudah keasyikan dengan media sosial, kamu tidak lagi mampu berpikir jernih untuk memilah mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah. Wah, jangan sampai terjadi, ya!

Keberadaan media sosial memang jadi kebutuhan saat ini. Namun, penggunaan media sosial juga harus disertai kontrol diri yang cermat agar tidak membawa kerugian ke depannya. Jangan sampai kecanduan yang berlebihan, ya!

Blog, jejaring sosial, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content

Media sosial merupakan sebuah media berbasis kecanggihan teknologi yang diklasifikasikan dari berbagai bentuk, seperti majalah, forum internet, weblogblog sosial, microblogging, wiki, siniar, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial.

Dengan menerapkan satu set teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (self-presentasi, self-disclosure), Kaplan dan Haenlein menciptakan skema atau klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial (disampaikan dalam artikel Horizons Bisnis yang diterbitkan sepanjang tahun 2010). Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial, yang dapat dilihat sebagai berikut.