Berikut Tips Penting Agar Dapat Keluar Dari Toxic Success

Berikut Tips Penting Agar Dapat Keluar Dari Toxic Success

Berikut Tips Penting Agar Dapat Keluar Dari Toxic Success – Memiliki ambisi tinggi untuk bisa sukses memang hal yang baik. Sayangnya, hal tersebut bisa mengantarkan kita pada keadaan toxic success. Setiap orang pasti ingin mendapatkan kesuksesan baik itu di dunia kerja atau di kehidupan pribadinya.

Namun, jika terlalu terobsesi pada tujuan untuk bisa sukses rupanya hal itu bisa membuat kita mengalami toxic productivity hingga sindrom toxic success. Toxic success merupakan istilah yang merujuk pada kesalahan persepsi dalam mengartikan kesuksesan.

Kebanyakan orang yang terjebak dalam toxic success akan menghalalkan segala cara untuk dapat memperoleh kesuksesan yang diharapkannya. Hal yang disayangkan dari toxic success adalah efek yang ditimbulkan, yakni berupa stres berlebih jika tidak dapat memperoleh hal tersebut. Selain itu, memaksakan diri untuk suatu hal hanya akan membebani dirimu sendiri.

1. Kebahagiaan bisa diperoleh dari banyak jalan
5 Cara Keluar dari Toxic Success secara Efektif, Jangan Berlebihan!

Kebahagiaan setiap orang memang berbeda-beda standarnya. Ada yang bahkan sudah bisa merasa bahagia melalui hal-hal sederhana.

Oleh sebab itu, kamu harus memahami bahwa kebahagiaan bisa diperoleh lewat beragam cara. Jangan hanya terfokus pada satu hal bila kamu memang tidak dapat memperolehnya.

2. Kesuksesan tidak memiliki indikator tetap
5 Cara Keluar dari Toxic Success secara Efektif, Jangan Berlebihan!

Kesuksesan bagi setiap orang memiliki makna yang berbeda-beda. Hal ini membuat indikator dari kesuksesan tentu tidak tetap.

Hal inilah yang semestinya mendorongmu keluar dari toxic success yang berlebihan. Memaksakan diri untuk memperoleh sesuatu hanya akan membuatmu merasa stres sendiri.

3. Mencintai diri dan mentalmu secara lebih baik
5 Cara Keluar dari Toxic Success secara Efektif, Jangan Berlebihan!

Terjebak dalam toxic success memang akan membuatmu memiliki ekspektasi yang berlebihan. Bahkan, tidak jarang ekspektasi tersebut terlalu tinggi hingga terasa tidak realistis.

Kamu hanya akan merasa kesulitan bersyukur atas apa yang kamu miliki. Tentu akan jauh lebih baik bila kamu dapat mencintai diri dan menjaga kesehatan mentalmu sebaik mungkin sehingga terhindar dari hal-hal yang berlebihan.

4. Kesuksesan bukanlah sebuah perlombaan
5 Cara Keluar dari Toxic Success secara Efektif, Jangan Berlebihan!

Setiap orang memiliki waktunya yang berbeda-beda untuk memperoleh kesuksesan. Ada yang mungkin memperolehnya dengan cepat, namun ada pula yang membutuhkan proses terlebih dahulu.

Tentunya kamu harus mengetahui bahwa kesuksesan pada setiap orang sejatinya memiliki waktu yang berbeda-beda. Jadi, jangan sampai menganggap kesuksesan sebagai perlombaan yang harus diadu cepat lambatnya.

5. Mengikuti standar hidup seseorang tidak akan ada habisnya
5 Cara Keluar dari Toxic Success secara Efektif, Jangan Berlebihan!

Kebanyakan orang yang terjebak pada toxic success cenderung disebabkan terlalu mengikuti standar hidup orang lain. Padahal, ketika kamu mengikuti standar hidup seseorang, hal itu tidak akan pernah ada habisnya.

Kamu harusnya perlu belajar untuk bersyukur atas apa yang dimiliki. Mengikuti standar hidup seseorang hanya akan membuat stres sendiri.

Kamu tentunya jadi memahami bahwa terjebak dalam toxic success merupakan hal yang sangat tidak memberikan keuntungan apa pun. Oleh sebab itu, temukan cara yang tepat untuk dapat keluar dari toxic success, ya!

Sebenarnya istilah toxic success baru pertama kali lahir dari buku yang ditulis oleh seorang psikolog bernama Paul Pearsall pada tahun 2002 lalu. Buku berjudul Toxic Success: How to Stop Striving and Start Thriving tersebut sampai saat ini masih diperbincangkan karena isinya yang tetap relevan.

Meskipun sudah hampir dua dekade, tapi hasil pemikiran Paul Pearsall tentang toxic success tetaplah masih berlaku hingga saat ini. Dalam buku tersebut, sindrom toxic success sebenarnya adalah sebuah rasa tidak pernah puas meskipun telah mencapai banyak kesuksesan dalam hidup.

Selain itu, Paul Pearsall juga mengatakan bahwa beberapa orang yang paling sukses berhasil mencapai kesuksesan tersebut dengan mengorbankan banyak hal. Misalnya, saat kita selalu sibuk bekerja demi mengejar target pastinya harus ada yang dikorbankan misalnya waktu berolahraga atau work life balance.

Selain itu, tak sedikit orang sukses yang juga mengorbankan kehidupan pribadinya demi mengejar kesuksesan karier. Jadi, hubungan dengan keluarga pun akhirnya renggang dan tidak bahagia.

Rupanya hal-hal yang dijelaskan oleh psikolog tersebut masih sangat relevan hingga kini. Pasalnya, saat ini kita sedang berada dalam era informasi yang serba cepat. Keinginan untuk bisa sukses di tempat kerja sekaligus bisa menjadi orang tua, suami, istri, atau anak yang baik di rumah sering kali membuat kita terobsesi pada kesuksesan.

Belum lagi pengaruh media sosial yang tidak jarang membuat banyak orang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Jadi, tekanan untuk bisa selalu sukses di era modern ini tentunya semakin banyak dan tidak mudah dihadapi.