Cara untuk Membebaskan diri dari Tuntutan Sosial Berlebihan

Cara untuk Membebaskan diri dari Tuntutan Sosial Berlebihan

Cara untuk Membebaskan diri dari Tuntutan Sosial Berlebihan– Dunia sosial seringkali berharap yang tinggi pada masyarakat, bahkan diri kita sendiri. Tuntutan yang wajar tidak akan menjadi sebuah masalah. Banyaknya tuntutan sosial yang kamu hadapi, terutama sejak memasuki usia dewasa bisa membuat psikismu amat terbebani.

Namun bagaimana dengan tuntutan yang berlebihan? Apabila kamu tidak dapat atau sudah muak terus tunduk pada tuntutan sosial, tak ada salahnya untukmu mencoba membebaskan diri. Kamu diharuskan untuk sukses dan menikah di usia tertentu, sebagai cowok atau cewek harus begini begitu, dan memikul kewajiban-kewajiban lainnya.

Padahal, sebenarnya hal-hal seperti itu bukan kewajiban melainkan tak lebih dari standar kelaziman di suatu lingkungan. Di tempat dan dengan masyarakat yang berbeda, tuntutan sosialnya juga tak akan sama. Apabila kamu tidak dapat atau sudah muak terus tunduk pada tuntutan sosial, tak ada salahnya untukmu mencoba membebaskan diri. Bagaimana caranya? Berikut kiat-kiatnya untukmu.

1. Beranilah untuk mengatakan yang ingin dan tidak ingin kamu lakukan
5 Kiat Membebaskan Diri dari Tuntutan Sosial yang Berlebihan

Sebetulnya, setiap keinginanmu adalah urusan pribadimu. Hanya saja, jika kamu tidak pernah dengan tegas mengatakannya pada orang lain, mereka akan mengira kamu siap menjalankan apa pun yang menjadi keinginan mereka.

Bila dirimu diumpamakan rumah, pernyataan tentang apa yang ingin dan tidak ingin kamu lakukan akan menjadi pagarnya. Dengan begitu, orang lain tidak bisa sembarangan mendesakkan keinginan mereka padamu.

Bahkan untuk menyodorkannya padamu saja, mereka pasti pikir-pikir. Itu karena sejak dini mereka telah tahu keinginan mereka tidak sesuai dengan keinginanmu, sehingga kemungkinan besar hanya akan kamu tolak.

2. Jangan malu mengakui batas kemampuanmu
5 Kiat Membebaskan Diri dari Tuntutan Sosial yang Berlebihan

Terkadang, banyaknya tuntutan sosial yang diarahkan padamu juga disebabkan oleh dirimu sendiri. Selain terlalu penurut, kamu juga selalu merasa gengsi untuk mengakui ketidakmampuanmu dalam memenuhi semua tuntutan itu.

Akibatnya, kamu terus-menerus gagal. Akan tetapi, apakah kegagalan beruntun itu bakal membuat tuntutan sosial yang diarahkan padamu berkurang?

Justru sebaliknya, orang-orang akan tambah ‘nafsu’ tersebut berusaha mengarahkanmu supaya dapat menjadi seperti yang mereka harapkan. Tekanan dalam hidupmu menjadi makin tinggi!

3. Ekspresikan dirimu dengan cara yang baik
5 Kiat Membebaskan Diri dari Tuntutan Sosial yang Berlebihan

Menyatakan apa yang ingin dan tidak ingin kamu lakukan juga bagian dari mengekspresikan diri. Namun, mengekspresikan diri bukan dengan cara serampangan sebagai bentuk dari perlawanan.

Sebaiknya, dalam segala hal, jangan ragu untuk menyatakan pendapat-pendapatmu. Kamu juga tidak perlu malu-malu untuk menunjukkan karya-karyamu atau berbagai kemampuanmu.

Dengan melakukan cara-cara di atas, kamu akan dinilai memiliki kendali yang besar atas diri dan hidupmu. Orang jadi sungkan untuk mencoba menyetirmu, deh.

4. Hargai setiap keunikan dalam dirimu
5 Kiat Membebaskan Diri dari Tuntutan Sosial yang Berlebihan

Tuntutan sosial muncul dari kelaziman yang ada di suatu masyarakat. Kalaupun kamu mampu memenuhi setiap tuntutan itu, kamu hanya akan memperkuat dan meneruskan tuntutan sosial itu pada generasi selanjutnya.

Masalahnya, perjalanan hidup tidak seperti proses mencetak kue. Sebagai hasilnya, akan ada satu stoples kue dengan ukuran, bentuk, dan rasa yang sama.

Sejak lahir, setiap orang sudah membawa keunikan masing-masing. Tidak hanya keunikan secara fisik, tetapi juga dalam cara berpikir dan akan makin terlihat seiring pertambahan usia serta perjalanan hidup.

Jadi, kamu jangan takut berbeda dari orang-orang di sekitarmu yang terbentuk oleh tuntutan sosial yang sama, ya! Kamu adalah kamu.

5. Yakini bahwa kamu selalu memiliki pilihan dalam hidup ini
5 Kiat Membebaskan Diri dari Tuntutan Sosial yang Berlebihan

Tuntutan sosial memang selalu terasa memaksa. Terutama buat kamu yang merasa tidak cocok dengan tuntutan itu dan kondisi masyarakat yang kurang toleran terhadap segala bentuk perbedaan.

Di tengah situasi seolah-olah kamu tidak punya pilihan lain, yakinlah bahwa pilihan itu selalu ada. Meski tentu saja, di awal kamu mungkin akan ditentang banyak orang.

Namun itu biasanya tidak terjadi untuk selamanya. Orang-orang di sekitarmu hanya perlu melihat sendiri, bahwa ketidaksediaanmu memenuhi beberapa tuntutan mereka juga tidak berakibat buruk bagi siapa pun.