Diperkirakan ada 2JT Anak di Kongo Terancam Kelaparan

Diperkirakan ada 2JT Anak di Kongo Terancam Kelaparan

Diperkirakan ada 2JT Anak di Kongo Terancam Kelaparan – Lebih dari 2 juta anak-anak di Republik Demokratik  Kongo terancam tewas akibat gizi buruk berkepanjangan. ”Mereka harus segera mendapat pertolongan,” kata Kepala Misi Kemanusiaan HAM PBB Mark Lowcock, di Geneva, Swiss.  Lowcock akan bertemu dengan para donor, pekan depan.

Juru bicara PBB,  Jens Laerke, mengatakan, ”Kita mempunyai tanggung jawab di Republik Demokratik Kongo. Kini tiba waktunya untuk bertahan sampai akhir,” kata  Laerke. Dari 2 juta anak-anak yang mengalami risiko kelaparan, terdapat sekitar 300.000 anak yang berasal dari wilayah-wilayah yang selama ini masuk dalam program pangan PBB.

Lembaga PBB yang membidangi masalah anak-anak, Unicef menyebutkan jika sekitar 400 ribu anak-anak di Republik Demokratik Kongo berisiko mati kelaparan. Ribuan keluarga di wilayah Kasai yang melarikan diri ke hutan membuat potensi Poker Deposit 10000 kelaparan meluas.

1. Kasai sebenarnya daerah yang makmur. Namun karena pemberontakan melawan pemerintah, ribuan keluarga harus melarikan diri ke hutan
Data UNICEF, 400 Ribu Anak Kongo Terancam Kelaparan

Diwartakan BBC dan Aljazeera, wilayah Kasai sebenarnya penah menjadi daerah yang paling makmur dan sejahtera di Kongo. Namun kekerasan pecah pada tahun 2016. Kala itu, terjadi pemberontakan melawan pemerintah dan akhirnya mendesak warga untuk kabur ke hutan.

Pada Desember 2017, PBB menyatakan krisis di Kongo sebagai status darurat tinggi. Badan PBB untuk anak-anak, Unicef telah meminta bantuan sebesar 88 juta USD untuk Kasai.

2. Unicef mengatakan kondisi anak-anak di wilayah Kasai sekarat
Data UNICEF, 400 Ribu Anak Kongo Terancam Kelaparan

Usai mengunjungi wilayah Kasai, Juru bicara Unicef, Christophe Boulierac mengaku terkejut dengan kondisi di sana. Chris yang telah mengunjungi tiga rumah sakit melihat anak-anak menderita kurang gizi akut, bahkan meninggal karena kekurangan nutrisi. Ia menilai kondisi anak-anak di Kasai sekarat.

3. Unicef memperkirakan 4 juta warga Kasai dalam kondisi kelaparan dan kurang gizi
Data UNICEF, 400 Ribu Anak Kongo Terancam Kelaparan

Unicef memperkirakan hampir empat juta orang di Kasai membutuhkan bantuan. Dan anak-anak adalah korban yang paling rentan. Unicef juga memiliki keinginan untuk meningkatkan pusat pemberian makanan untuk warga Kasai, melatih staf medis, dan mengatasi permasalahan perekrutan paksa anak-anak oleh kelompok bersenjata.

Untuk diketahui, pemberontakan di Kasai pecah pada tahun 2016. Itu terjadi setelah pemerintah menolak untuk mengakui kepala tradisional, Kamina Nsapu dan menunjuk orang untuk menggantikannya.

PBB mengatakan, konflik yang terjadi di negara tersebut merupakan penyebab terjadinya kelaparan tersebut. Kekerasan antar etnis dan gelombang protes terhadap Presiden Joseph Kabila menjadi penyebab utama konflik yang terjadi.

Konflik yang terjadi juga membuat petani kesulitan untuk menumbuhkan tanamam mereka selalam bertahun-tahun. Hal tersebut juga membuat warga negara mengalami permasalahan nutrisi.

Meski sempat mereda, tensi konflik antar etnis kembali meningkat pada pertengahan 2016 lalu. Komite Internasional mengatakan lebih dari 400 desa hancur akibat konflik yang pecah antara Juli 2016 hinga Maret 2017 lalu.