Efek Buruk saat Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial

Efek Buruk saat Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial

Efek Buruk saat Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial – Mantan, buat kami itu adalah sosok pribadi yang pernah menggoreskan arti kehidupan di dalam maupun di luar diri gw. Ingat, waktu saat hari bersamanya. Dia menyempatkan sms dan sekedar nelfon buat nanyain kabar kita. Mengisi kekosongan di hati kita. Memberi warna di tiap hari kita. Hadir di setiap mimpi kita. Orang yang pernah menjalin hubungan dengan baik.

Stalking, atau memata-matai, biasanya sering banyak dilakukan lewat media sosial. Tak terkecuali stalking mantan, aktivitas ini masih jadi ‘hobi’ dadakan yang kerap dilakukan ketika sudah putus hubungan. Alasannya gak jauh dari masih belum move on sampai kepo dengan rutinitas mantan pasca putus.

Sayangnya, kegiatan stalking mantan ini justru dapat memperburuk suasana hati, lho. Bahkan berbagai tekanan psikologis bisa mengintai kita kalau terlalu sering stalking mantan. Berikut Daftar Live22 sederet efek buruk kalau kita masih sering stalking mantan di media sosial.

1. Lebih susah move on
5 Efek Buruk saat Masih Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial 

Sudah jelas dengan ‘rajin’ stalking media sosial mantan, kita bakal lebih susah move on. Pasalnya, saat membuka media sosial mantan, kita jadi memperhatikan setiap aktivitasnya. Mulai dari foto terbaru sampai kabarnya pasca putus.

Alih-alih melepas rindu, kita justru akan semakin tersiksa dengan perpisahan yang sudah terjadi. Memang benar, orang akan membutuhkan waktu sampai bisa benar-benar move on. Namun, kalau setiap saat masih stalking mantan, kapan kita bisa segera move on?

2. Menghancurkan kebahagiaan diri sendiri
5 Efek Buruk saat Masih Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial 

Stalking mantan pada akhirnya menumbuhkan potensi menghancurkan kebahagiaan diri sendiri. Bagaimana tidak, kabar tentang mantan yang sengaja dicari-cari akan terus mempengaruhi hidup kita. Apalagi kalau dia sudah move on dan punya pacar baru, kita malah akan terus terjebak dalam emosi negatif.

Dibanding membuang waktu stalking mantan, akan jauh lebih baik kalau fokus pada hidup kita hari ini. Entah itu pendidikan, karier, atau sekadar hang out bareng keluarga dan sahabat, tetap jauh lebih membahagiakan dibanding kepoin kehidupan mantan.

3. Membandingkan kehidupan dengan mantan
5 Efek Buruk saat Masih Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial 

Meski stalking kerap berasal dari perasaan rindu, tapi ujungnya kita akan jadi membandingkan kehidupan dengan mantan. Misalnya, saat melihat mantan sudah punya gandengan baru, tanpa sadar kita akan membandingkan diri sendiri dengan pasangan barunya.

Dalam hati kemudian muncul keinginan untuk bersaing. Kita malah jadi sibuk pamer kebahagiaan semu. Tujuannya agar mantan melihat kalau kita juga sudah bisa move on. Padahal, sikap semacam ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

4. Akhirnya, kita akan merasa patah hati lagi
5 Efek Buruk saat Masih Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial 

Bukannya gak mungkin kita bakal patah hati lagi kalau terus-terusan stalking mantan. Sebab pada akhirnya, kita hanya akan jalan di tempat dan terlalu fokus pada mantan hingga move on bukan lagi prioritas. Kita akan semakin tersiksa saat melihat mantan baik-baik saja setelah putus. Bahkan kalau dia terlihat bahagia atau sudah punya pengganti kita, patah hati kedua sudah dipastikan akan hadir. Sakitnya double, guys!

5. Kita akan merasa malu kalau ketahuan
5 Efek Buruk saat Masih Sering Stalking Mantan Pacar di Media Sosial 

Stalking mantan, meski kesannya bak mata-mata pro, tapi sebenarnya tetap punya risiko ketahuan, lho. Saat kita terlalu asyik memperhatikan aktivitas mantan di media sosial, bisa saja tanpa sengaja kita menekan ‘like‘ pada unggahan mantan. Niatnya cuma lihat-lihat karena kepo, eh jadi ketahuan deh. Jadi malu banget pasti karena mantan bakal ngeh kalau kita masih ‘memantau’ pergerakannya.

Meski kepo, tapi sebenarnya hobi stalking mantan gak bakal punya dampak positif pada kehidupan kita hari ini dan esok. Jadi, dibanding buang-buang waktu buat stalking, lebih baik kita fokus pada hidup kita dan move on dari kisah yang sudah kandas.