Erick Thohir telah Jadi Ketua Umum Pengurus Pusat (MES)

Erick Thohir telah Jadi Ketua Umum Pengurus Pusat (MES)

Erick Thohir telah Jadi Ketua Umum Pengurus Pusat (MES) – Badan usaha milik negara (disingkat BUMN) dahulu dikenal sebagai perusahaan negara (disingkat PN) adalah perusahaan yang dimiliki baik sepenuhnya, sebagian besar, maupun sebagian kecil oleh pemerintah dan pemerintah memberi kontrol terhadapnya. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Istana Wakil Presiden, Senin (22/3/2021).

Masyarakat Ekonomi Syariah adalah wadah yang bertujuan menjadi acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi serta etika bisnis islami di Indonesia.

Proses pelantikan dilakukan langsung oleh Live22 Slot Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin. Tidak hanya Erick, Ma’ruf juga melantik segenap anggota pengurus MES.

1. Segera menyusun program kerja yang efektif
Menteri BUMN Erick Thohir dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Istana Wakil Presiden, Senin (22/3/2021). (Dok. SetwapresRI/Doni)

Program Kerja adalah landasan bergerak suatu organisasi supaya dapat menjalankan kegiatan selama satu periode kepengurusan. Erick mengaku, pelantikan ini menjadi momen bagi dia dan pengurus MES lainnya untuk langsung terjun bekerja untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Oleh karena itu, Erick siap menjalankan arahan Wapres Ma’ruf Amin yang menginginkan MES segera menyusun rencana program kerja efektif, solutif, dan berdampak besar.

“Seperti yang disampaikan Pak Wapres, MES harus bisa hadir dan menyediakan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. MES juga harus mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki bangsa,” kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times.

2. Menjadi wadah ekosistem ekonomi syariah

Erick menyebut peran penting sektor keuangan dan perbankan syariah yang memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Lebih lanjut, Erick mengatakan MES dapat dijadikan sebagai wadah ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Tidak hanya bagi masyarakat umum, melainkan juga bagi para pemangku kepentingan.

“Kita ingin mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi syariah yang efektif sehingga tidak perlu terjadi lagi yang namanya dikotomi sektor keuangan dan perbankan syariah dengan sektor riil,” ujar Erick.

Kehadiran MES bagi ekosistem ekonomi syariah dianggap Erick sebagai sebuah keharusan mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

3. Memanfaatkan sektor keuangan dan perbankan syariah

Adapun keuangan dan perbankan syariah menjadi sektor yang bakal menjadi fokus MES. Hal ini sesuai dengan pernyataan Erick yang menyebutkan, sektor keuangan dan perbankan syariah memegang peranan penting dalam menghadapi berbagai situasi krisis.

“Kita berkaca dari situasi krisis sebelumnya, terbukti sektor ekonomi syariah memiliki kekuatan besar dalam menghadapi krisis tersebut,” imbuhnya.

Di sisi lain, Erick juga berharap MES dapat menjadi penghubung bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah, terlebih antara regulator seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Selain itu, sebagai Menteri BUMN, Erick juga berharap MES dapat menjalin kerja sama dalam pengembangan ekonomi syariah dalam negeri.

“Saya berharap MES bisa bersinergi dengan BUMN dalam mendorong perkembangan industri syariah atau halal, seperti makanan, minuman, fashion, obat-obatan dan kosmetik, media, kesehatan, serta pariwisata,” papar dia.