Hal yang Baik Bagi Orangtua Belum Tentu Baik Juga Untuk Anak

Hal yang Baik Bagi Orangtua Belum Tentu Baik Juga Untuk Anak

Hal yang Baik Bagi Orangtua Belum Tentu Baik Juga Untuk Anak – Tugas orang tua melengkapi dan mempersiapkan anak menuju ke kedewasaan dengan memberikan bimbingan dan pengarahan yang dapat membantu anak dalam menjalani kehidupan. Dalam memberikan bimbingan dan pengarahan pada anak akan berbeda pada masing-masing orang tua kerena setiap keluarga memiliki kondisi-kondisi tertentu yang berbeda corak dan sifatnya antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.

Mengasuh dan membesarkan anak bukan hanya perkara memberinya makan, pakaian, dan memastikan bisa tinggal di rumah yang akan melindunginya dari terik panas dan hujan. Tapi, mempersiapkan pula mentalnya sehingga mampu jadi pribadi yang kuat dan sanggup menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Sayangnya, sebagian besar orangtua belum sadar akan hal ini. Sehingga, tentang asuh-mengasuh anak, biasanya cuma mengandalkan Agen Poker77 insting. Akibatnya, banyak sikap yang dianggap baik, padahal sebenarnya berdampak buruk bagi anak. Berikut ini, akan dibahas lebih lanjut!

1. Sikap otoriter
5 Hal yang Dianggap Baik oleh Orangtua Ini Ternyata Buruk buat Anak

Dianggap baik karena bisa mendisiplinkan anak dan membuat anak patuh, akhirnya banyak orangtua yang bersikap otoriter. Ketika anak berbeda pendapat dan menyampaikan apa yang ada di benaknya, dituduh durhaka, nakal, gak nurut, atau pembangkang. Malah ada yang menganggap sikap terbuka anak, jadi ‘ujian’ bagi orangtuanya.

Padahal, sikap otoriter, menuntut anak selalu mengiyakan apa yang orangtuanya mau, malah mengancam masa depan anak. Sikap demikian, akan berdampak menekan kreativitas dan membuat anak jadi nggak inisiatif. Ketika dewasa, dia akan kesulitan saat terjun ke dunia kerja, karena apa-apa harus selalu diinstruksikan dulu.

2. Terlalu banyak mengikuti les
5 Hal yang Dianggap Baik oleh Orangtua Ini Ternyata Buruk buat Anak

Jangan salah, les itu sangat membantu supaya anak bisa lebih paham dengan materi yang sedang dia pelajari, atau dapat menambah wawasan serta keterampilannya. Tapi, terlalu banyak mengikutkan anak pada les, yang belum tentu dia perlu sebenarnya, malah bisa membuat anak jadi stres dan kelelahan.

Melansir NBC 7 San Diego, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Better Sleep Council, menunjukkan sebanyak 74 persen stres pada anak remaja disebabkan karena terlalu banyak pekerjaan rumah. Sebab ini, bahkan melampaui alasan stres karena bullying, ekspektasi orangtua terhadap mereka, atau masalah kepercayaan diri dalam dirinya.

Jadi, jangan bangga, ya ayah bunda, kalau sudah memberi les yang sangat banyak bagi buah hati tercinta. Justru membuat mereka tertekan dan stres. Udah PR sekolah banyak, ditambah lagi tugas-tugas dari tempat les.

3. Membanding-bandingkan anak
5 Hal yang Dianggap Baik oleh Orangtua Ini Ternyata Buruk buat Anak

“Kamu tuh, harusnya mencontoh kakakmu. Dia itu rajin, lho. Kenapa, sih kamu malas banget.”
“Heran deh, gitu aja gak bisa. Itu, anak tetangga, mengerjakan ini gampang banget.”

Familier dengan contoh kalimat di atas, ya? Karena memang kita sering temukan sehari-hari. Atau malah, ada sebagian dari kamu yang selama ini kerap melakukannya pada si kecil?

Membanding-bandingkan anak, baik dengan anak lain, atau dengan saudaranya sendiri, walaupun maksudnya memotivasi, akan berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya. Anak jadi rendah diri, karena merasa kalau dia tak berguna atau tak cukup pintar dibanding anak yang lain.

Dan kalau ini terjadi pada kakak adik, bisa membuat hubungan mereka jadi gak harmonis. Anak yang sering dibandingkan, jadi benci dengan kakak atau adiknya.

4. Mengesampingkan perasaannya
5 Hal yang Dianggap Baik oleh Orangtua Ini Ternyata Buruk buat Anak

“Ma, aku gak mau sekolah. Aku takut.”
“Itu cuma perasaan kamu aja. Gak ada apa-apa, kok di sekolah. Jangan jadi penakut, ah!”

Kesalahan orangtua, menganggap bahwa karena anak masih kecil, mereka tak punya emosi. Sehingga ketika mengutarakan apa yang dirasakannya, diacuhkan begitu saja. Dianggap gak penting!

Dan sikap seperti ini, cikal bakal anak jadi tertutup dan gak dekat dengan orangtuanya. Karena setiap kali ia menyampaikan apa yang dirasakannya, selalu dimentalkan. Gak hanya itu, sering mengesampingkan perasaan anak, juga bisa membuatnya jadi rendah diri. Habis, tiap ngomong sesuatu, gak dianggap!

5. Menuruti semua yang anak mau
5 Hal yang Dianggap Baik oleh Orangtua Ini Ternyata Buruk buat Anak

Kalau poin pertama adalah tipe orangtua yang memaksakan kehendaknya pada anak, tipe yang ini justru membiarkan anaknya memaksakan seluruh kehendaknya pada orangtua. Dalihnya sayang atau gak tega, sehingga apa pun yang diinginkan anak pasti dituruti.

Hati-hati, lho. Sikap seperti ini yang membuat banyak orangtua jadi stres ketika anaknya sudah beranjak besar. Karena sedari kecil, semua selalu dituruti. Anak jadi gak mandiri, malas karena selama ini gak butuh effort untuk mendapatkan apa yang dimau, kasar, dan pemarah. Kalau gak diberi, ngamuk.

Menjadi orangtua memang tidaklah mudah. Karena itu, orangtua perlu belajar, sehingga bisa menerapkan pola asuh yang tepat. Apalagi di masa sekarang, akses informasi begitu mudah.

Sudah banyak, kok akun-akun media sosial yang membahas tentang parenting. Jadi, tinggal kemauan ayah bunda saja untuk mempelajarinya.

Orang tua adalah ayah dan/atau ibu seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu/ayah dapat diberikan untuk perempuan/pria yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini.

Contohnya adalah pada orang tua angkat (karena adopsi) atau ibu tiri (istri ayah biologis anak) dan ayah tiri (suami ibu biologis anak). Menurut Thamrin Nasution, orang tua merupakan setiap orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga yang dalam kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak dan ibu.Jika menurut Hurlock, orang tua merupakan orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan.