Hindari Kalimat Berikut ini Saat Mendengarkan Teman Curhat

Hindari Kalimat Berikut ini Saat Mendengarkan Teman Curhat

Hindari Kalimat Berikut ini Saat Mendengarkan Teman Curhat – Curhat atau curahan hati merupakan saat di mana satu orang mencoba untuk menceritakan sesuatu kepada orang-orang yang dianggap dekat, dan biasanya yang diceritakan itu masalah personal. Misal tentang pekerjaan, pasangan, keluarga, dan lain sebagainya. Mungkin orang akan berasumsi bahwa orang yang curhat itu butuh pendapat orang lain guna mencari solusi untuk masalahnya.

Tapi ada juga yang curhat bukan untuk mencari solusi, melainkan hanya ingin didengar kisahnya. Karena wanita kebanyakan menceritakan masalah itu lebih karena ingin empati dan simpati. Jadi ketika diberikan solusi yang simple dan to the point, justru merasa tidak didengarkan. Kadang ada juga pria yang seperti itu. Sesi curhat memang gak pernah terlewat dalam menjalin suatu hubungan khususnya pertemanan. Setiap orang pasti akan ada saat di mana harus mendengarkan curahan hati baik dari keluarga, sahabat, maupun pasangan.

Berbagai macam concern mulai dari kekecewaan, kesedihan, kecemasan yang biasanya menceritakan seputar cinta, karier, ataupun keluarga. Rasanya akan lebih lega setelah bisa mengeluarkan segala unek-unek yang mengganggu hati kepada orang yang dipercayai. Namun, rupanya ada sebagian orang yang masih belum aware bagaimana menjadi pendengar yang baik dan sering memberikan respons yang malah membuat teman yang lagi curhat merasa semakin sedih dan cenderung gak nyaman ketika mendengarkan respons seperti di bawah berikut ini.

1. “Gak cuma kamu sih, banyak juga yang hidupnya lebih susah!”
5 Respons yang Sebaiknya Dihindari saat Teman lagi Curhat!

Kalimat ini mungkin terdengar seperti sebuah nasihat kepada teman yang lagi curhat untuk gak bersedih hati teramat dalam. Namun, apa kamu tahu terkadang teman gak butuh feedback langsung dari kamu, karena mereka hanya ingin mencurahkan segala emosi yang membebani pikirannya.

Sesi curhat dengan respons ini justru akan membuat temanmu akan sedih karena pendengar kelihatan mengabaikan perasaannya yang disampaikan. Karena itu sebaiknya dengarkan saja curahan hatinya dengan saksama dan biarkan temanmu mengungkapkan semua emosi yang ia rasakan dan tunggu hingga mereda baru berikan respons bahwa kamu memahami apa yang ia sedang rasakan.

2. “Udah jangan nangis terus, gitu aja cengeng!”
5 Respons yang Sebaiknya Dihindari saat Teman lagi Curhat!

Kalimat ini sering banget diucapkan oleh banyak orang bahkan oleh sahabatnya sendiri. Sebenarnya tidak ada siapa pun yang ingin menangis tersedu-sedu tanpa sebab, justru pasti ada pemicu saat seseorang menangis yang disebabkan oleh adanya emosi negatif yang sedang dirasakan teman dan ia tidak bisa memilih emosi yang mana.

Saat teman lagi curhat sambil menangis, tahan dulu dirimu untuk memberi respons sebaiknya  berikan tepukan lembut di punggungnya dan katakan “Tidak apa-apa untuk menangis itu hal yang wajar, jika itu bisa membuatmu lebih lega, menangislah!”

3. “Ya udah sabar…sabar, ya!”
5 Respons yang Sebaiknya Dihindari saat Teman lagi Curhat!

Lebih baik dengarkan dengan baik segala curahan hatinya dibandingkan harus memberikan respons yang klise. Sekuat apa pun temanmu, jika emosinya sedang berada di bawah apa bisa mencerna kata itu secara langsung?

Cara yang terbaik untuk menenangkan hati seorang yang lagi gundah adalah dengan dengarkan tanpa banyak berkata tetapi ikut berempati dengan menempatkan posisimu mengalami hal yang sama dengan segala concern yang dialami temanmu dan memberikan pelukan hangat sebagai bentuk dukungan.

4. “Kamu sih masih mending, nah kalo aku bla…bla…bla…”
5 Respons yang Sebaiknya Dihindari saat Teman lagi Curhat!

Seorang teman yang sering mendengar respons satu ini akan semakin berpikir jika kamu orang yang egois karena gak bisa memahami kondisi perasaan orang lain yang lagi sedih. Sehingga mereka akan merasa enggan untuk sekadar ngobrol lagi denganmu.

Jika tetap ingin memberikan respons baiknya pilih kata yang tepat seperti, “Aku paham perasaanmu saat ini!” atau “Ya, masalah itu memang sulit, ya. Meskipun sulit, semoga perasaanmu jauh lebih lega sekarang!”.

5. “Jangan nyerah dong, gitu aja gak bisa!”
5 Respons yang Sebaiknya Dihindari saat Teman lagi Curhat!

Penting untuk diingat! semua orang memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda denganmu, jangan memandang concern hanya dari sudut pandangmu sendiri. Pahamilah kemampuan temanmu punya batasan yang kamu gak tahu, karena itu sebaiknya ganti kalimat tersebut dengan kalimat yang lebih menghargainya, seperti “Aku yakin kamu bisa mengatasinya sesuai kemampuan diri” atau “Kamu gak sendirian, kok! Ada aku yang siap bantu kamu!”.

Respons atau nasihat memang seharusnya bisa memotivasi seseorang dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan memberikan respons yang tepat kamu telah menjadi pendengar yang baik bagi temanmu. Rangkaian kata yang tepat akan membuat perasaan teman jadi lega setelah sesi curhatnya didengarkan tanpa harus dipaksa untuk berpikir positif saat lagi down. Mulai sekarang hindari lima kata tersebut dan ganti dengan kata-kata yang membuatnya nyaman saat curhat denganmu.

Secara garis besar orang curhat ada 3, pertama ingin mencari solusi, kedua ingin pengakuan atau respons positif, ketiga ingin mencari perhatian. Curhat bukan cuma karena ingin mencari solusi, tapi bisa juga karena alasan lain. Curhat merupakan fenomena psikologis yang wajar terjadi dalam hubungan interpersonal. Tentu, dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari masalah. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk mencurahkan keluh kesahnya.

Manusia membutuhkan curhat untuk melaksanakan katarsis. Pada prosesnya, orang yang melakukan curhat akan mengeluarkan seluruh sisi yang ada dalam dirinya. Tidak jarang, sisi gelap yang selama ini terpendam pun akan keluar ketika seseorang melakukan curhat. Oleh karena itu, orang yang dicurhati sebaiknya memiliki kemampuan mendengarkan yang baik agar proses katarsis dapat berjalan dengan optimal