Inilah Alasan Harus Membersihkan Otak dari Pemikiran Negatif

Inilah Alasan Harus Membersihkan Otak dari Pemikiran Negatif

Inilah Alasan Harus Membersihkan Otak dari Pemikiran Negatif – Pikiran negatif diartikan sebagai persepsi, harapan, dan deskripsi negatif tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia secara general. Kondisi kognitif yang negatif ini juga diikuti dengan emosi negatif dan berdampak buruk pada perilaku, dan kesehatan.

Ada satu penelitian yang menggambarkan dampak dari fenomena pikiran negatif ini. Alison Ledgerwood, seorang psikolog sosial, pernah menceritakan tentang penelitian yang melibatkan dua kelompok responden, sebut saja kelompok A dan B. Setiap orang dasarnya berhak berasumsi atas apa yang ada di pikirannya, hal itu sangat wajar terjadi.

Namun, kamu harus pandai memilah dan memilih, jangan sampai pemikiran negatif menguasai pola pikirmu. Karena sifatnya bisa sangat merugikan, sedikitnya ada lima alasan di balik pentingnya membersihkan pikiranmu dari pemikiran yang negatif. Biar tahu lebih lengkapnya, keep reading.

1. Pemikiran buruk bisa membuatmu merasa frustrasi
5 Alasan Pentingnya Membersihkan Pikiran dari Hal Negatif

Cara kamu berpikir sangat menentukan seberapa baik kondisi pemikiranmu saat ini. Jika cara kamu berpikir sangat buruk dan penuh hal negatif, itu bisa menimbulkan frustrasi yang berkepanjangan.

Makanya, penting sekali membersihkan pemikiran negatif dalam hidupmu. Jangan biarkan hidupmu dipenuhi dengan rasa frustrasi, apalagi hanya karena sebatas salah pola pikir.

2. Kamu bisa berakhir menuduh orang lain karena terlalu negatif thinking
5 Alasan Pentingnya Membersihkan Pikiran dari Hal Negatif

Negative thinking kadang kala dijadikan sebagai kewaspadaan kamu terhadap seseorang. Namun, jika kontrol kamu dalam hal ini sangat buruk, itu bisa menjadi tuduhan yang merugikan.

Pada akhirnya, akan jauh lebih baik jika kamu membersihkan segala pemikiran buruk dalam pikiranmu. Terlalu negative thinking bisa sangat berbahaya, bahkan sampai merugikan orang lain.

3. Lebih mudah menata hidup untuk sekarang dan ke depannya
5 Alasan Pentingnya Membersihkan Pikiran dari Hal Negatif

Orang yang selalu negative thinking cenderung tidak bisa mengontrol hidupnya dengan baik, bahkan menatanya saja belum bisa. Semuanya bisa terlihat sangat kacau, pikiranmu hanya sebatas keburukan semata.

Padahal, membersihkan pikiran negatif punya peranan yang sangat penting, lebih mempermudah kamu dalam menata hidup untuk sekarang dan juga ke depannya.

4. Membuat hari-hari mu lebih berguna dengan hal yang lebih positif
5 Alasan Pentingnya Membersihkan Pikiran dari Hal Negatif

Kehidupan yang kita jalani saat ini memang tergolong singkat, semua orang sadar akan hal itu. Namun, banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan hal yang tidak berguna, salah satunya negative thinking.

Padahal, kamu punya opsi untuk membersihkan pikiran negatif tersebut. Bukan hanya sebatas jauh lebih baik, ini akan membuat hari-harimu lebih berguna dengan hal yang lebih positif.

5. Tidak membuat kepercayaanmu terhadap seseorang menjadi memudar
5 Alasan Pentingnya Membersihkan Pikiran dari Hal Negatif

Keberadaan negative thinking berasal dari tidak adanya kepercayaan, apa yang kamu pikirkan sangatlah buruk karena kepercayaanmu terhadap seseorang sudah memudar.

Makanya, membersihkan negative thinking dalam hidupmu punya peranan yang besar. Paling tidak, tidak membuat kepercayaanmu terhadap seseorang menjadi memudar, apalagi tanpa sebab yang jelas dan logis.

Dilihat dari sisi mana pun, pemikiran positif akan selalu jauh lebih baik dibanding pemikiran yang negatif. Makanya, kelima alasan di atas diharapkan bisa membuat kamu berhenti berpikiran negatif yang sifatnya sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

epada dua kelompok responden ini dijelaskan sebuah prosedur operasi medik. Pada kelompok A dijelaskan bahwa persentase keberhasilan operasi tersebut adalah 70%, sementara pada kelompok B dijelaskan persentase kegagalan operasi 30 %.

Hasilnya kelompok A memberi respon positif pada operasi tersebut, dan seperti yang sudah ditebak, kelompok B memberikan respon negatif. Kemudian, eksperimen dilanjutkan dengan memberi penjelasan tambahan kepada kelompok A bahwa peluang gagal pada operasi yang dimaksud adalah 30%.