Inilah Ciri Sahabat yang Berpura-Pura Tulus Dalam Berteman

Inilah Ciri Sahabat yang Berpura-Pura Tulus Dalam Berteman

Inilah Ciri Sahabat yang Berpura-Pura Tulus Dalam Berteman – Sahabat adalah mereka yang tahu ketika kamu bersedih atau terluka, bahkan jika kamu menyembunyikan semua di balik sebuah senyuman. Sahabat slalu ada untukmu ketika kamu punya masalah.

Bahkan terkadang memberi saran yang koyol hanya tuk lihat kamu tertawa. Gak ada yang salah ketika kesuksesan sahabat dekat, menjadi inspirasimu untuk maju. Yang keliru, adalah saat sahabat yang sudah tulus menyayangi, ternyata selama ini dianggap musuh atau kompetitor.

Bila tanda-tanda ini sudah ada pada hubungan persahabatan yang sedang kamu jalani, jangan tinggal diam. Sebaiknya jaga jarak dengannya, karena sahabat yang selama ini kamu anggap sudah seperti saudara sendiri, diam-diam menganggapmu rival berat.

1. Merasa senang dengan kegagalan yang kamu alami
5 Ciri Sahabat yang Diam-diam Menganggapmu Rival, Waspada!

Sahabat yang sebenarnya, pasti akan berusaha untuk membuatmu bangkit saat sulit. Bukan malah senang di atas penderitaan yang kamu alami. Alih-alih menyemangati, sahabat dekatmu itu malah berusaha mendorong agar kamu berhenti meraih mimpi.

Sekali dua kali mungkin kamu masih bisa berprasangka baik. Bahwa dia melakukan itu, demi kebaikanmu. Karena tak ingin melihatmu sakit ditimpa kegagalan yang bertubi-tubi. Namun, kalau sudah terlalu sering, justru benar, jika kamu mulai mencurigai motif dibalik sikapnya tersebut.

2. Sering memberi komentar jahat
5 Ciri Sahabat yang Diam-diam Menganggapmu Rival, Waspada!

Bukan persahabatan sejati, bila kamu menuntut mereka untuk selalu mengiyakan perilakumu, meskipun itu salah. Justru kamu patut bersyukur, kalau orang dekatmu gak akan ragu menegur atau memberimu saran bila sudah jelas kamu berada pada jalur yang keliru.

Namun, seorang sahabat, akan tetap menjaga etika dalam bertutur kata. Kendati kamu salah, pantang baginya berkomentar jahat. Karena mereka tahu, perbuatan demikian bukanlah bentuk kritik yang membangun.

Jika ada teman dekat yang kerap memberi komentar buruk dengan bahasa menyayat hati, kamu patut mengevaluasi kembali, apakah dia benar-benar sahabat seperti yang kamu kira selama ini?

3. Senang membangga-banggakan diri
5 Ciri Sahabat yang Diam-diam Menganggapmu Rival, Waspada!

Ciri dari musuh, bisa terlihat dari bagaimana sikapnya ketika menang. Bersikap sombong, dan berusaha sedemikian rupa untuk membuatmu sebagai pihak yang kalah, jadi down.

Dan itu pula yang akan diperlihatkan oleh rival berat tapi berkedok sahabat. Setiap kali berprestasi, selalu membangga-banggakan diri secara berlebihan. Seolah-olah ingin membuktikan kepadamu bahwa dirinya lebih hebat.

4. Menyabotase kesuksesanmu
5 Ciri Sahabat yang Diam-diam Menganggapmu Rival, Waspada!

Namanya juga musuh, pasti gak mau, dong, rivalnya menang? Dan salah satu cara yang umum dilakukan, yakni menyabotase lawan.

Bentuk sabotase ini bisa terang-terangan, misalnya dengan menghalangimu mencapai goals yang kamu tuju. Saat kamu sedang sibuk, malah memaksamu untuk menemaninya. Saat kamu gak mau, dibilangnya kamu gak suportif.

Atau, bisa pula dengan cara halus. Sebagai contoh, dia berusaha meyakinkan, kalau kamu pasti gak akan bisa meraih cita-cita yang kamu ingin kejar. Kamu gak punya modal, gak ada bakat, gak punya keahlian, dan berbagai alasan lain, yang tujuan utamanya agar kamu gak sukses.

5. Selalu meniru apa yang kamu lakukan
5 Ciri Sahabat yang Diam-diam Menganggapmu Rival, Waspada!

Hal ini merupakan ciri yang paling kentara. Bila ada sahabat yang selalu berusaha meniru apa pun yang kamu lakukan, dan dengan senangnya memamerkan kepadamu ketika dia lebih baik, berarti kamu patut mencoret namanya dari daftar sahabat dekat.

Kenapa dia bersikap seperti itu? Karena dalam hatinya, kamu bukanlah seorang teman yang mesti didukung, melainkan rival yang harus dikalahkan. Ia mendapatkan kepuasan batin ketika melihatmu lebih buruk darinya.

Mungkin akan sulit untuk menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini kamu percaya, ternyata dalam hatinya menyimpan permusuhan. Akan tetapi, kamu mesti bersikap tegas. Kalau tidak, bisa berbahaya. Karena tipe musuh dalam selimut seperti ini, akan terus berusaha menjatuhkanmu.

Kadang Sahabat dan teman itu dianggap berbeda.Tidak semua orang dapat menjadi sahabat, seorang sahabat akan selalu ada untuk kita dan mempunyai ikatan emosi dan batin yang kuat pada diri kita, akan tetapi seorang teman adalah orang yang hanya kita kenal dan tidak ada ikatan batin dan emosi yang sama.

Hidup ini tak akan ada artinya jika kita tidak mempunyai seorang sahabat. sahabat adalah mereka yg selalu ada di sisimu bukan hanya pada saat kau berjaya, namun juga pada saat kau tak berdaya. Sahabat tak hanya bersama saat suka pun duka, tetapi sahabat harus mampu mengatasi setiap masalah bersama.

Dalam hidup, kamu tak hanya harus temukan mereka yg mampu menyenangkan hatimu, tapi juga mereka yang tak biarkan hatimu terluka. Meskipun terkadang berselisih pandangan tentang  suatu hal, itu semua adalah suatu proses yang harus kita jalani agar jalinan persahabatan itu akan semakin erat.

Dengan adanya berbagai masalah yang kita alami bersama sahabat. akan membuat kita semakin dewasa dan memberikan kita pelajaran agar  dapat memahami berbagai karakter manusia yang kita jumpai. Memahami karakter seseorang merupakan hal yang sulit jika kita tidak berusaha untuk berteman dengan seseorang dan mengenal dia secara dekat.