Inilah Etika yang Harus Diterapkan Dalam Hubungan Pertemanan

Inilah Etika yang Harus Diterapkan Dalam Hubungan Pertemanan

Inilah Etika yang Harus Diterapkan Dalam Hubungan Pertemanan – Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi.

Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan,  afeksi dan  perasaan. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan  kesetiaan satu sama lain, sering kali hingga pada altruisme. Etika atau tata krama dalam pertemanan sangat penting kita jaga. Pasalnya, tanpa memiliki etika, mungkin kita bisa bertindak kurang sopan atau bahkan kurang berempati kepada orang lain.

Akhirnya akan berdampak pada keharmonisan hubungan kita dengan mereka. Contoh sederhananya, saat bertamu ke rumah orang, seharusnya kita melepas alas kaki, kecuali memang pemilik rumah meminta kita untuk tetap memakai alas kaki tersebut.

1. Menunjukkan rasa empati kepada mereka
5 Etika yang Penting Diterapkan dalam Pertemanan, Jangan Keliru

Etika pertama yang perlu kamu jaga dalam pertemanan, yaitu dengan menunjukkan rasa empati kepada temanmu. Seperti memberikan semangat ketika mereka kesusahan, mendengarkan, atau mencoba memahami apa yang mereka ceritakan.

Dengan sikap seperti itu, kemungkinan besar mereka akan lebih nyaman ketika bersama kamu. Dibanding menghakimi perasaan mereka.

2. Ingatkan secara halus dan empati ketika seseorang berbuat salah
5 Etika yang Penting Diterapkan dalam Pertemanan, Jangan Keliru

Mengingatkan kesalahan orang lain, harus dilakukan dengan cara yang baik. Bukan malah menjelek-jelekkan mereka di depan banyak orang. Akhirnya malah bisa memicu konflik baru.

Untuk menghindari konflik, kamu bisa mengajak mereka berbicara empat mata. Lalu, ingatkan secara halus bahwa kata-kata yang mereka ucapkan tersebut kurang tepat. Ini juga termasuk etika dalam pertemanan yang penting kamu jaga, lho.

3. Jangan terbiasa memotong pembicaraan temanmu
5 Etika yang Penting Diterapkan dalam Pertemanan, Jangan Keliru

Cukup klise, tetapi tidak memotong pembicaraan orang lain juga termasuk etika penting dalam pertemanan. Meskipun sepele, sikap ini ternyata cukup sulit dilakukan. Pasalnya, sering kali kita malah kebablasan, memotong pembicaraan orang padahal ia belum selesai berbicara.

Sebelum kebablasan dan jadi kebiasaan, kita perlu mencegahnya. Misalnya, dengan selalu memperhatikan dengan saksama ketika orang lain berbicara, mencoba memahami, kemudian baru menyahut ketika mereka selesai berbicara. Dengan demikian mereka juga akan merasa lebih dihargai, lho.

4. Jangan menyebarkan kontak orang lain tanpa izin
5 Etika yang Penting Diterapkan dalam Pertemanan, Jangan Keliru

Selain cara berkomunikasi, menjaga informasi atau data pribadi seseorang juga etika penting dalam pertemanan. Misalnya, jika kamu mau membagikan kontak temanmu, terlebih dahulu minta izin kepada yang bersangkutan. Jika mereka menolak, jangan memaksa untuk tetap disebarkan.

Pasalnya, memberikan informasi pribadi kepada orang lain, apalagi yang belum dikenal, bisa memicu banyak risiko. Bukan gak mungkin, ada oknum yang memanfaatkan untuk hal-hal yang buruk. Jadi, kamu perlu lebih berhati-hati, ya.

5. Jika ditraktir, jangan memesan sesuatu yang mahal
5 Etika yang Penting Diterapkan dalam Pertemanan, Jangan Keliru

Siapa, sih, yang gak mau ditraktir? Pasti kita gak nolak, ya. Meskipun begitu, kita harus tetap jaga sikap. Maksudnya, jangan meminta sesuatu yang macam-macam dan malah membebani mereka.

Misalnya, jika temanmu mentraktir makan, beli makanan yang gak terlalu mahal. Biarpun mereka mempersilakanmu memilih, lebih baik beli sesuatu dengan harga standar saja. Ini juga salah satu etika dalam pergaulan yang perlu kita jaga, lho.

Ingat, memiliki etika saat berteman sangat penting, ya. Dengan demikian, kamu akan lebih disegani, dihormati, atau disenangi oleh orang lain. Bukan hanya itu, kamu juga akan lebih mudah menghargai mereka.

Sering kali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan  perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda.

Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama. Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban.