Inilah Fakta tentang Organisasi Hamas yang Melawan Israel

Inilah Fakta tentang Organisasi Hamas yang Melawan Israel

Inilah Fakta tentang Organisasi Hamas yang Melawan Israel – Hamas, adalah gerakan Palestina, Islam, Sunni, populer, dan nasional yang menentang pendudukan Zionis di Palestina. Ini adalah bagian dari gerakan Renaissance Islam, percaya bahwa kebangkitan ini adalah titik masuk utama untuk tujuannya membebaskan seluruh Palestina dari sungai ke laut.

Sejak tahun 2007, Hamas telah memerintah Jalur Gaza, setelah memenangkan mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 dan mengalahkan organisasi politik Fatah  dalam serangkaian bentrokan. Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa,  Yordania, Mesir dan Jepang mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris, sementara Iran, Rusia, Turki, Cina dan banyak negara di seluruh  dunia Arab tidak mengambil sikap atas Hamas.

Belakangan ini, pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok gerakan Hamas menjadi perbincangan dunia. Kedua belah pihak saling menembakkan Poker Deposit 10000 roket menuju wilayah masing-masing yang sangat membahayakan masyarakat sipil, baik di Israel maupun Palestina. Dilansir Al Jazeera, setidaknya Hamas sudah meluncurkan lebih dari 1.000 roket ke wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir.

1. Hamas merupakan organisasi nasional garis keras di Palestina
Luncurkan Roket ke Israel, Ini 5 Fakta tentang Organisasi Hamas

Hamas merupakan organisasi fundamentalis yang didirkan pada tahun 1987 dan bermarkasi di Gaza, Palestina. Beberapa tokoh besar Palestina yang mendirikan Hamas ialah Sheikh Ahmed Yassin, Abdel Aziz al-Rantissi, Mahmoud Zahar, Mohammad Taha, dan masih banyak lagi. Hamas dikenal sebagai organisasi dengan nasionalisme dan religius tinggi di Palestina.

Sayangnya, Hamas juga mempunyai ideologi antisemitism atau suatu sikap untuk bermusuhan terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk tindakan penganiayaan atau penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras. Hal tersebut membuat organisasi Hamas terlibat dalam berbagai serangan terhadap negara Israel yang mayoritas beretnis Yahudi.

Hamas sendiri merupakan akronim dari Ḥarakat al-Muqāwamah al-ʾIslāmiyyah. Dalam sejarahnya, Hamas merupakan salah satu organisasi nasional terbesar di Palestina selain organisasi Fatah.

2. Hamas berhasil memenangkan pemilu legislatif di Palestina pada tahun 2006
Luncurkan Roket ke Israel, Ini 5 Fakta tentang Organisasi Hamas

Pada tahun 2006, Hamas berhasil memenangkan pemilu legislatif Palestina karena mengungguli jumlah perolehan suara dari Fatah. Dilansir Radio Free Europe/Radio Liberty, Hamas berhasil meraih kemenangan di saat tingginya sentimen terhadap negara Israel, Eropa, dan Amerika Serikat. Eropa dan Amerika Serikat sendiri dianggap telah membantu Israel dalam berbagai hal, baik dari segi ekonomi maupun militer.

Selain itu, keberhasilan Israel dalam menduduki wilayah West Bank pada saat itu membuat rival Hamas, Fatah, gagal mendapatkan kepercayaan dari kebanyakan masyarakat Palestina. Keberhasilan Hamas dalam menguasai Pemilu legislatif menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Israel, Amerika Serikat, dan beberapa negara Eropa mengingat kelompok tersebut sangat keras dalam hal pendekatan memperjuangkan teritorialnya.

3. Hamas dan Fatah kerap beberapa kali bentrokan
Luncurkan Roket ke Israel, Ini 5 Fakta tentang Organisasi Hamas

Dengan kalahnya kelompok Fatah dalam Pemilu legislatif Palestina pada tahun 2006, Hamas berhak menguasai pemerintahan yang ada di Palestina. Sayangnya, proses pengalihan kekuasaan tersebut tidak berjalan dengan damai sehingga kerap menimbulkan bentrokan atau konflik. Konflik diawali dengan pembunuhan salah satu pentolan Fatah yang bernama Mohammed Sweirki oleh kelompok Hamas.

Tak hanya itu, Hamas juga menyerang beberapa pos yang didirikan oleh kelompok Fatah, termasuk basis Fatah yang ada di Jabaliya. Wilayah Jabaliya pun akhirnya berhasil dikuasai oleh Hamas pada waktu itu. Sejak saat itu, kedua kelompok tersebut kerap saling bersitegang.

Pada Oktober 2017, Hamas dan Fatah sepakat melakukan rekonsiliasi. Fatah selaku pemimpin Otoritas Palestina yang berkuasa di Tepi Barat per 1 Desember 2017 bakal kembali menguasai jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Sayangnya, setahun setelah rekonsiliasi, kesepakatan itu tak kunjung terlaksana karena Hamas masih keberatan jika harus melucuti senjata sayap militer mereka dan menggantikannya dengan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina yang merupakan pasukan dari kelompok Fatah.

4. Peta kekuatan Hamas
Luncurkan Roket ke Israel, Ini 5 Fakta tentang Organisasi Hamas

Sebagai salah satu organisasi nasional terbesar di Palestina, Hamas juga didukung oleh berbagai macam kelompok lain dan negara. Dua negara besar yang mendukung gerakan Hamas ialah Qatar dan Turki, dilansir DW. Hamas juga disebut didukung oleh salah satu negara di Benua Afrika, yaitu Sudan.

Dilansir World Tribune, intelijen Israel menyatakan bahwa Turki merupakan salah satu pendonor terbesar bagi kelompok Hamas. Di sisi lain, Israel sendiri merupakan sahabat dekat negara Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir. Israel dan Amerika Serikat mempunyai kerjasama yang kuat dalam bidang keamanan/militer dan ekonomi.

5. Hamas mempunyai media sendiri
Luncurkan Roket ke Israel, Ini 5 Fakta tentang Organisasi Hamas

Layaknya seperti organisasi politik di berbagai negara, Hamas juga mempunyai media sendiri. Al-Aqsa TV merupakan channel televisi yang dimiliki oleh organisasi Hamas. Channel tersebut diluncurkan sejak tahun 2006 dengan menggunakan Bahasa Arab.

Kantor Al-Aqsa TV sendiri berada di Gaza, Palestina yang saat ini merupakan salah satu daerah konflik antara Israel dan Palestina. Saat ini, channel tersebut dikelola oleh salah satu anggota parlemen Palestina dari Hamas, yaitu  Fathi Hamad.

Nah, itu dia fakta tentang organisasi atau kelompok Hamas yang ada di Palestina. Saat ini, Hamas sendiri masih terlibat dalam perang melawan melawan pasukan Israel yang berusaha menduduki beberapa wilayah di Palestina. Kesepakatan antara pasukan Israel dan organisasi Hamas tampaknya akan sulit terjadi dalam waktu dekat mengingat masih terdapat beberapa aksi saling menyerang dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan prinsip-prinsip fundamentalisme Islam yang memperoleh momentum di seluruh dunia Arab pada 1980-an, Hamas didirikan pada tahun 1987 selama Intifadhah Pertama) sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir  Sheik Ahmed Yassin sebagai pendiri menyatakan pada tahun 1987, dan Piagam Hamas menegaskan pada tahun 1988, bahwa Hamas didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza