Kesederhanaan ini yang Membuktikan Kamu Pribadi yang Matang

Kesederhanaan ini yang Membuktikan Kamu Pribadi yang Matang

Kesederhanaan ini yang Membuktikan Kamu Pribadi yang Matang – Kedewasaan memiliki dua pengertian. Pertama, dewasa secara usia, dan kedua, dewasa secara mental. Dewasa secara usia itu sifatnya pasti, tetapi dewasa secara mental itu pilihan dan proses. Maksudnya, belum tentu orang yang dewasa secara usia itu  akan secara otomatis membuatnya menjadi orang yang  dewasa secara mental.

Lantas, bagaimana dengan dewasa secara mental? Usia memang ikut andil dalam menentukan kedewasaan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Justru yang paling menentukan di sini adalah bagaimana proses pembelajaran itu berlangsung di dalam diri seseorang. Pembelajaran di sini maksudnya bagaimana seseorang mengubah dirinya ke arah yang selalu lebih baik, berdasarkan pengetahuan, pengalaman, atau keahliannya.

Orang yang matang secara psikis sudah pasti memiliki daya tarik yang lebih besar ketimbang orang yang masih kekanak-kanakan sekalipun usia telah dewasa. Dengan kematanganmu, kamu gak cuma menjadi gambaran Agen Poker77 pasangan ideal melainkan juga dikagumi dan dijadikan panutan oleh teman-teman sebaya. Jika kamu berpikir kematanganmu dibuktikan dengan hal-hal yang sulit untuk diraih, itu kurang tepat.

1. Fokus, punya tujuan hidup yang jelas
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Sulit untuk menyebutmu pribadi yang matang jika kamu bahkan belum tahu apa yang kamu inginkan dalam hidup ini. Ini hidupmu sehingga orang lain tidak perlu memberitahumu atau mengarahkanmu soal itu.

Makin cepat kamu yakin dengan tujuan hidupmu, makin kamu tampak matang. Sebab untuk mengetahuinya, kamu harus paham apa yang menjadi panggilan hidupmu dan bagaimana cara untuk memenuhi panggilan itu.

2. Mampu bekerja sama
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Dalam kerja sama, kedewasaanmu diuji. Akan terlihat sekali bila kamu pribadi yang egois, selalu memaksakan keinginan sendiri, atau malah terlalu gak mau tahu sehingga sangat mengandalkan orang lain.

Jika kamu bisa menghargai partnermu, sadar bahwa kalian harus mencapai tujuan besar bersama, dan mampu berbagi tugas; itu tandanya kamu sudah matang secara psikis. Kamu mengerti betul apa itu tanggung jawab dan cara memperlakukan orang lain.

3. Bisa menjalani hari dengan senormal mungkin meski kamu lagi ada masalah
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Tentu gak menutup kemungkinan suatu saat ada masalah yang sangat besar dan mau gak mau harimu terganggu. Namun secara umum, banyak masalah bisa kamu hendel. Satu sisi, kamu tetap memikirkan masalah itu.

Di sisi lain, tugas-tugas pentingmu gak lantas terbengkalai. Buat orang-orang yang gak terlalu dekat denganmu, mereka bisa mengira hidupmu gak pernah ada masalah. Hari-harimu sepertinya lancar terus.

4. Gak tergesa-gesa bereaksi, selalu berpikir terlebih dahulu
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Kemampuanmu menahan diri patut diacungi jempol. Bukankah gak gampang untuk menahan respons terlebih saat semua orang tergesa-gesa bereaksi? Namun, kamu bisa melakukannya.

Justru makin keruh kondisinya, makin kamu berhati-hati dalam bereaksi. Kamu gak mau sampai sekadar meniru reaksi orang lain yang belum tentu tepat. Kamu juga mempertimbangkan dampak-dampak dari reaksimu di kemudian hari.

5. Bisa menjadi pendengar
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Kelihatannya sepele banget, ya? Namun nyatanya, menjadi pendengar yang baik itu gak mudah, lho. Terlebih dengan sifat kekanak-kanak yang dimiliki. Pasti maunya dia yang selalu didengarkan dan gak pernah sabar untuk ganti mendengarkan orang lain.

Bagi orang yang masih kekanak-kanakan, cuma ceritanya yang penting untuk disimak. Namun kamu selalu tahu kapan waktunya menjadi pendengar bagi orang lain dan kapan kamu boleh menceritakan dirimu sendiri.

6. Berani tampil apa adanya
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Kamu gak lagi hidup dengan menomorsatukan gengsi. Kamu benar-benar menjalani hidupmu secara masuk akal. Gak ada kondisi yang perlu ditutupi. Kamu sadar hidupmu tidak sempurna, tetapi memang begitulah hidup yang seharusnya.

Tentu ini juga berkaitan erat dengan kemampuanmu mengatur keuangan. Saat kamu berani tampil apa adanya, otomatis kamu juga akan bergaya hidup sesuai dengan kantongmu saja. Bukan malah menggunakan standar kantong orang lain.

7. Ramah tetapi tidak naif
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Ramah adalah tanda kamu bisa membawa diri dengan baik di tengah orang banyak. Ibaratnya, sekalipun kamu tidak bisa menyapa semua orang di sebuah pesta, paling tidak kamu gak bersikap buruk pada mereka.

Namun keramahan yang tidak diiringi kehati-hatian juga bisa menjadi bumerang bagimu. Faktanya, tidak semua orang punya niat baik padamu. Maka selain ramah, kematanganmu ditandai dengan tetap bisa mewaspadai kemungkinan buruk. Gak asal percaya saja pada semua orang.

8. Bisa mempertanggungjawabkan passion-mu
8 Bukti Kamu Pribadi yang Matang, Terlihat Sangat Menarik!

Ada perbedaan yang sangat kentara antara orang yang telah matang dengan yang belum dalam cara mereka menghadapi passion. Orang yang belum matang biasanya terlalu keras kepala soal passion tanpa mempertimbangkan hal-hal lain seperti peningkatan skill dan uang yang dihasilkan.

Akibatnya, berusaha bergelut di bidang yang sesuai dengan passion pun gak menghasilkan apa-apa. Tidak karya yang banyak dan berkualitas, tidak juga penghasilan yang memadai untuk hidup. Namun bila kamu pribadi yang matang, kamu tahu betul cara membuat passion menghidupimu.

Menjadi pribadi yang matang memang sebuah proses, gak bisa didapat dengan tiba-tiba. Nah, sudahkah kamu menjadi pribadi yang matang? Jika belum, kamu bisa belajar dari orang-orang yang lebih matang darimu.

Pendeknya, kedewasaan mental itu ditandai dengan kemampuan seseorang dalam mengelola konflik / perbedaan, antara harapan dan kenyataan, antara diri dan orang lain, antara diri dan kehidupan. Anak kecil akan menanggapi perbedaan itu dengan menangis, sedangkan remaja akan menanggapinya dengan marah / ngambek. Orang dewasa akan memilih respon yang paling banyak mengandung kebaikan untuk dirinya dan orang lain.