KKB Kembali Berulah Lagi Dengan Membakar Rumah Para Warga

KKB Kembali Berulah Lagi Dengan Membakar Rumah Para Warga

KKB Kembali Berulah Lagi Dengan Membakar Rumah Para Warga -Komandan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Pasukan Pintu Angin Lekagak Telenggen, Lesmin Waker, disebutkan tewas dalam baku tembak dengan aparat TNI-Polri. Diketahui, aparat memang tengah menggencarkan pengejaran terhadap kelompok KKB dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menyematkan status teroris bagi KKB.  KKB adalah sebutan aparat Indonesia terhadap milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok teroris Parengen kembali berulah melakukan penyerangan di wilayah Kabupaten Puncak, Papua.

Dua kali suara tembakan terdengar mengarah ke arah Live22 Slot kantor Mapolsek Ilaga, Kabupaten Puncak. “Pada hari Jumat, 7 Mei 2021 pukul 19.01 WIT telah terdengar dua kali tembakan yang diarahkan ke polsek,” ujar Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy, dalam keterangannya.

1. Kelompok teroris diduga anak buah dari Lerrymayu
KKB Berulah Lagi di Ilaga, Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Warga

Penembakan yang mengarah ke kantor polisi ini, diduga dilakukan oleh kelompok teroris KKB Parengen yang merupakan anak buah teroris dari pimpinan Lerrymayu yang datang dari Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Papua.

Sebagai informasi, Lerrymayu Telenggen merupakan anggota dari KKB pimpinan Lekagak Telenggen, kelompok yang disebut menewaskan Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani Nugraha Karya di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).

2. Membakar rumah warga
KKB Berulah Lagi di Ilaga, Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Warga

Selain melakukan aksi penembakan, kelompok teroris ini juga membakar rumah salah satu seorang warga di perkampungan setempat.

“Termonitor oleh drone, kelompok teroris membakar satu rumah penduduk,” ungkap Iqbal.

3. Tidak ada korban Jiwa

KKB Papua Kembali Tembak Warga Sipil Di Distrik Sugapa Intan Jaya |  SUARAKARYA.ID

Sejauh ini dilaporkan tidak ditemukan korban jiwa dari masyarakat sipil maupun dari kepolisian. Namun, ulah dari kelompok teroris itu sempat menganggu situasi Kamtibnas di Ilaga pascakondusif usai dilakukan penyerangan beberapa waktu lalu. “Demi keamanan bersama, kini aparat keamanan terus disiagakan untuk mewaspadai adanya serangan susulan dari kelompok teroris,” ujarnya.

Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan segala nama organisasi dan orang yang berafiliasi di dalamnya merupakan tindakan teroris. Pemerintah Provinsi Papua lantas merespons keputusan pemerintah tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima Tempo, Gubernur Papua Lukas Enembe memaparkan tujuh pernyataan ihwal cap teroris kepada KKB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Pertama, Lukas menyatakan terorisme adalah konsep yang selalu diperdebatkan dalam ruang lingkup hukum dan politik. Dengan demikian penetapan KKB sebagai kelompok teroris perlu untuk ditinjau dengan seksama dan memastikan obyektifitas negara dalam pemberian status tersebut.

Kedua, Lukas mengatakan Pemprov Papua sepakat bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai bagian dari KKB adalah perbuatan yang meresahkan, melanggar hukum serta mencederai prinsip-prinsip dasar HAM.