Komunitas Banyuwangi Mendirikan Tempat Untuk Berbagi Sembako

Komunitas Banyuwangi Mendirikan Tempat Untuk Berbagi Sembako

Komunitas Banyuwangi Mendirikan Tempat Untuk Berbagi Sembako – Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kota Banyuwangi. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda.

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa, dengan luas wilayahnya yang mencapai 5.782,50 km², atau lebih luas dari Pulau Bali (5.636,66 km²). Komunitas pelukis, Artos Kembang Langit di Kabupaten Banyuwangi mendirikan lapak berbagi kebutuhan pokok gratis untuk warga yang membutuhkan.

Lapak berbagi tersebut bisa diisi oleh siapapun yang berkenan memberikan bantuan berupa sembako, nasi bungkus, dan aneka sayuran. Dikutip dari idn poker ios Sementara warga yang membutuhkan bisa mengambil gratis secukupnya.

1. Lapak saling bantu
Komunitas Pelukis Banyuwangi Dirikan Lapak Berbagi Sembako Gratis

Ketua Komunitas Artos Kembang Langit, Imam Maskun mengatakan, aksi tersebut merupakan sedekah yang mengajak warga mampu secara ekonomi untuk membantu warga lain terdampak pandemi COVID-19.

“Bantuan yang diberikan bisa bermacam-macam, mulai aneka sayuran, sembako, hingga nasi bungkus. Siapapun boleh menaruh sedekahnya. Dan siapapun yang membutuhkan, silakan mengambil apa yang ada di sini. Gratis,” ujar Imam, Senin (26/7/2021).

Imam menjelaskan, program ini berawal dari diskusi komunitasnya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi bagaimana cara meringankan beban warga yang terdampak pandemik COVID-19.

“Sebenarnya semua ikut terdampak. Termasuk para pelaku seni pun juga terdampak. Namun, kami yakin masih banyak orang yang mampu (ekonominya) dan memiliki jiwa solidaritas tinggi. Makanya, kami sepakat membuat lapak berbagi ini untuk mengajak warga saling berbagi. Ayo bersama saling membantu,” ujar Imam.

Dalam menjalankan kegiatan sosialnya, anggota komunitas juga secara khusus meminta kepada warga yang bersedekah, juga bisa membeli barang dari warung/PKL yang benar-benar terpukul selama PPKM Darurat ini.

“Dengan cara ini, kami berharap banyak manfaat dari program ini,” katanya.

2. Ada empat lapak
Komunitas Pelukis Banyuwangi Dirikan Lapak Berbagi Sembako Gratis

Imam menyebut, saat ini masih ada empat lapak berbagi yang tersedia. Keempat lapak diletakkan di depan Kantor Disbudpar, Kantor Kecamatan Banyuwangi, Kantor Dinas Pemuda dan Olah Raga, serta areal masjid Jami’ Rogojampi.

“Lokasinya di tempat-tempat strategis. Karena tujuan kami ingin menumbuhkan semangat solidaritas. Kami berharap agar setiap warga bisa tergerak untuk saling berbagi,” ujar Imam.

Imam menambahkan, barang yang disedekahkan bisa berupa apa saja. Mulai makanan, sayuran, buah, hingga pakaian.

“Bahkan, kalau ada yang ingin sedekah uang sampai Al-qur’an juga boleh karena kebutuhan setiap orang kan berbeda-beda,” ujarnya.

3. Tukang ojek dan becak menyambut positif adanya lapak ini
Komunitas Pelukis Banyuwangi Dirikan Lapak Berbagi Sembako Gratis

Program ini disambut positif oleh warga. Salah satunya John Safri. Dia mengaku senang karena bisa mendapatkan sayuran dan sarapan gratis. “Alhamdulillah, bisa mengurangi uang belanja. Tadi saya mengambil seikat terong dan nasi bungkus,” kata John, yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online.

Maklum saja, dia mengaku selama masa PPKM Darurat penghasilannya turun drastis. “Biasanya yang rame malam hari. Karena PPKM, sekarang jam 8 kan harus sudah di rumah, jadi penghasilan saya berkurang drastis. Alhamdulillah ada program lapak ini,” kata John.

Hal serupa juga diungkapkan Nuryadi (53), seorang penarik becak. “Bersyukur banget. Tiap hari bisa mengambil sayuran gratis di lapak ini. Jadi lebih hemat. Soalnya sekarang penumpang sepi,” ujarnya.