Lima Kontribusi Freeport yang Mendukung Masyarakat Papua

Lima Kontribusi Freeport yang Mendukung Masyarakat Papua

Lima Kontribusi Freeport yang Mendukung Masyarakat Papua – PT Freeport Indonesia (PTFI) adalah sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum). Mendengar namanya, PT Freeport Indonesia pasti sudah tak asing lagi, khususnya bagi masyarakat Indonesia. PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang mineral yang berafiliasi dengan Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).

PT Freeport Indonesia menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Berlokasi di kawasan paling timur Indonesia, tepatnya di Provinsi Papua, PT Freeport Indonesia menjalankan perusahaan dengan menambang tembaga, ema,  dan perak melalui prinsip keberlanjutan lingkungan dan kehidupan manusia (mining for life).

Tak sampai di situ, PT Freeport Indonesia juga banyak membantu kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Mulai dari membangun jembatan hingga sekolah, berikut lima wujud kontribusi PT Freeport Indonesia yang bermanfaat bagi masyarakat Papua.

1. Bangun lima sekolah untuk masyarakat Papua
5 Upaya Freeport Dukung Sosial Ekonomi Masyarakat Papua

Freeport Indonesia mendukung penuh upaya pembangunan, salah satunya dari sisi pendidikan. Pendidikan adalah hal penting untuk membentuk karakter pemimpin di kemudian hari demi terciptanya pembangunan daerah optimal.

Oleh karena itu, Freeport Indonesia melalui lembaga nonprofit Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro (LPMAK) melakukan pengembangan masyarakat, salah satunya dalam bidang pendidikan. Tercatat sudah lebih dari 700 siswa tinggal di lima sekolah asrama yang dibangun untuk mencerdaskan anak bangsa.

2. Pembangunan dua jembatan gantung di Distrik Hoeya
5 Upaya Freeport Dukung Sosial Ekonomi Masyarakat Papua

Sebagai wujud kontribusi nyata Freeport Indonesia untuk masyarakat, sejak 2015 telah dibangun dua unit jembatan di Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika. Dua jembatan ini sangat membantu mobilitas masyarakat untuk bepergian dari satu kampung ke kampung lain.

Pembangunan jembatan dilakukan dengan mengedepankan kaidah lokal dan nila-nilai budaya yang ada. Dilansir laman PT Freeport Indonesia, nilai pembangunan jembatan ini mencapai angka Rp8 miliar. Sungguh angka fantastis yang dialokasikan untuk membantu masyarakat sekitar dan juga sebagai upaya pembangunan daerah.

3. Kemudahan pemenuhan kebutuhan ekonomi melalui pembentukan pusat grosir 
5 Upaya Freeport Dukung Sosial Ekonomi Masyarakat Papua

Tak dapat disangkal bahwa tuntutan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan komoditas akan terus dirasakan masyarakat. Kini, masyarakat bisa dengan mudah berbelanja tanpa harus repot dengan menempuh jarak jauh untuk membeli barang kebutuhan.

PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan Koperasi setempat membuka kios di Kampung Otakwa dan Manasari. Dengan adanya kios ini, masyarakat sekitar sangat terbantu dan bisa menghemat banyak waktu dan tenaga. Tak hanya barang kebutuhan sembako, tetapi juga sarana nelayan, BBM hingga barang-barang kerohanian tersedia.

4. Klinik kesehatan untuk melayani masyarakat Kabupaten Mimika
5 Upaya Freeport Dukung Sosial Ekonomi Masyarakat Papua

Baru-baru ini, PT Freeport Indonesia memberikan tiga unit klinik kepada Kadis Kesehatan Kabupaten Mimika. Dukungan terhadap warga masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ini dinilai sangat diperlukan, khususnya saat masa pandemik.

PT Freeport Indonesia juga memberikan dukungan operasional demi tetap terjaganya pelayanan publik yang memadai. Dengan begitu, masyarakat tak perlu khawatir lagi akan kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

5. Pengembangan kearifan lokal bidang perikanan demi kesejahteraan masyarakat
5 Upaya Freeport Dukung Sosial Ekonomi Masyarakat Papua

Seperti yang diketahui, salah satu komoditas perikanan masyarakat Kabupaten Mimika adalah Kepiting Bakau (Scylla serrata). Namun, penangkapan yang meningkat dikarenakan nilai ekonomisnya yang tinggi, keberadaan kepiting bakau akan semakin berkurang.

Oleh karena itu, PT Freeport Indonesia merealisasikan program pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal tersebut. Dengan kerja sama oleh berbagai pihak, program ini mampu memberikan banyak dukungan, terutama dalam hal sarana prasarana nelayan, infrastruktur dan juga akses pasar. Hal ini akan sangat berguna demi terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan lokal.