Menhub Membuka Kenapa Pemerintah Melarang Masyarakat Mudik

Menhub Membuka Kenapa Pemerintah Melarang Masyarakat Mudik

Menhub Membuka Kenapa Pemerintah Melarang Masyarakat Mudik – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (disingkat Kemenhub RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan transportasi. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah sudah tegas melarang masyarakat untuk melakukan mudik Idul Fitri.

Dalam keterangan persnya, ada beberapa alasan yang dimiliki pemerintah kenapa kembali melarang masyarakat mudik Lebaran di tahun ini.

Kemenhub dipimpin oleh seorang Menteri Perhubungan (Menhub) yang sejak tanggal 27 Juli 2016 dijabat oleh Budi Karya Sumadi. Sesuai arahan Bapak Presiden, kita tegas melarang mudik dan kami juga mengimbau agar yang berkeinginan mudik untuk tinggal di rumah saja,” Dilansir dari Live22 Slot tegas Budi dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/4/2021).

1. Pemerintah larang mudik karena tidak ingin ada lonjakan kasus seperti di Januari-Februari

Pertama, lonjakan kasus setelah libur Idul Fitri, kemudian kenaikan kasus setelah libur panjang pada 20-23 Agustus. Kenaikan kasus juga terjadi setelah libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, dan yang terakhir keempat terjadi kenaikan kasus saat libur akhir tahun 24 Desember 2020 pada saat libur akhir tahun.

Budi menjelaskan, larangan yang dilakukan pemerintah itu tidak semata-mata tanpa alasan. Dia menyebut pemerintah mengeluarkan keputusan itu guna mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

“Di bulan Januari setelah mudik Natal terjadi suatu kenaikan bahkan terdapat kematian nakes yang lebih dari 100 orang. Memang terjadi suatu lonjakan yang drastis pada bulan Januari dan Februari yang kita alami,” ujar Budi.

2. Masyarakat lansia masih berisiko tinggi terpapar virus corona
Jumlah penderita dan kasus kematian akibat infeksi virus Corona setiap harinya terus meningkat. Sejauh ini, virus Corona terlihat lebih sering menyebabkan infeksi berat dan kematian pada orang lanjut usia (lansia) dibandingkan orang dewasa atau anak-anak.
Sejumlah warga lanjut usia (lansia) mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, Dumai, Riau, Senin (29/3/2021). Sebanyak 159 orang lansia dari target 30.000 lansia di Dumai sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Aswaddy HamId)

Selain itu, lanjut Budi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan bahwa penduduk berusia lanjut atau lansia masih rentan terhadap COVID-19. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan perlindungan terhadap mereka dari serangan virus corona.

“Penduduk lansia itu berisiko sangat tinggi. Nah itu mesti kita berikan perlindungan,” tutur Budi.

3. Pemerintah tak ingin Indonesia alami lonjakan kasus seperti negara-negara lain

Selanjutnya, pemerintah juga tidak ingin terjadi lonjakan kasus seperti di negara-negara lain. Budi mengatakan banyak negara-negara maju bahkan mengalami lonjakan kasus yang signifkan.

“Negara-negara yang maju pun sekarang sedang mengalami satu kenaikan yang sangat signifikan, seperti USA, India, dan beberapa negara di Eropa,” ucap dia.