Mesir Siap Menampung Warga Gaza Korban Serangan Udara Israel

Mesir Siap Menampung Warga Gaza Korban Serangan Udara Israel

Mesir Siap Menampung Warga Gaza Korban Serangan Udara Israel – Rentetan serangan udara yang intens dilancarkan Israel di Gaza sejak matahari terbit pada Rabu (12/5/2021). Penyerbuan itu menyasar lusinan target dalam beberapa menit, yang memicu ledakan yang menggetarkan seluruh Gaza.

Serangan udara berlanjut sepanjang hari, memenuhi langit dengan pilar asap. Baca juga: Komandan Senior Hamas Bassem Issa, dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel Malam hari, jelang Idul Fitri, berubah malam itu. Jalanan Kota Gaza menyerupai kota hantu, orang-orang berkerumun di dalam ruangan.

Tidak ada malam yang semarak, belanja dan restoran yang ramai pada malam terakhir Ramadhan umumnya. Pemerintah Mesir mengatakan bahwa mereka siap menampung dan memberikan perawatan kepada warga Club388 Indonesia Jalur Gaza, Palestina yang menjadi korban serangan udara Israel.

1. Korban dengan luka parah akan dipindahkan ke Kairo
Mesir Siap Tampung dan Rawat Warga Gaza Korban Serangan Udara Israel

Sobki menambahkan, Administrasi rumah sakit di Sinai Utara dan Ismailia telah membatalkan liburan staf mereka termasuk dokter dan perawat. Rumah sakit di Ismailia juga telah memastikan stok darah yang cukup dan peralatan medis yang memadai untuk perawatan intensif.

Direktorat kesehatan Sinai Utara telah menunjuk beberapa rumah sakit di kota Arish, Rafah, dan Sheikh Zuweid untuk menanggapi kebutuhan para korban luka di Gaza.

Kepala Direktorat Tarek Shouka mengatakan rumah sakit ini telah menyelesaikan persiapannya dalam hal ini.

“Kami juga telah mengerahkan paramedis di berbagai daerah dekat perbatasan dengan Gaza, sehingga mereka dapat memindahkan para korban ke rumah sakit segera setelah mereka tiba,” tutur Shouka.

Dia mencatat bahwa para korban dalam kondisi kritis harus segera dipindahkan ke rumah sakit di Kairo untuk perawatan.

2. Membuka kesempatan para relawan dokter untuk membantu
Mesir Siap Tampung dan Rawat Warga Gaza Korban Serangan Udara Israel

Sindikat Dokter Mesir, persatuan independen para dokter di negara tersebut, telah meminta anggotanya yang ingin menjadi sukarelawan untuk segera melakukan perjalanan ke Sinai Utara.

“Kami telah mengikuti perkembangan terbaru di wilayah Palestina dengan sangat prihatin,” kata asosiasi itu.

Pejabat serikat pekerja mengatakan, mereka juga akan mengirim pasokan medis ke Gaza. Sejauh ini, 86 dokter telah mengajukan permohonan untuk melakukan perjalanan ke Sinai Utara atau ke Gaza untuk membantu menanggapi kebutuhan yang terluka.

“Saya yakin ratusan dokter lain akan mengirimkan nama mereka dalam beberapa jam mendatang,” kata ketua serikat pekerja Osama Abdel Hay.

3. Infrastruktur kesehatan di Gaza memburuk
Mesir Siap Tampung dan Rawat Warga Gaza Korban Serangan Udara Israel

Rumah sakit Gaza, yang dibuat kewalahan akibat pandemik COVID-19, dipaksa untuk bekerja keras menanggapi dinamika konflik terkini.

Aktivis kesehatan Gaza mengungkapkan kekhawatiran bahwa serangan Israel yang berkelanjutan akan membuat fasilitas kesehatan di wilayah itu tidak mampu menanggapi permintaan perawatan.

Mesir selalu berusaha menjawab kebutuhan warga Palestina di Gaza, terutama saat terjadi serangan gencar Israel di wilayah Palestina, sebagai negara Arab yang paling dekat dengan wilayah yang diblokade.

Rumah sakit Mesir menerima ratusan korban luka di Gaza selama serangan Israel pada 2014, begitu pula dengan serangan pada 2018 dan 2019.

Otoritas kesehatan Mesir mengatakan, tahun ini mereka juga siap memberikan bantuan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami telah memberi instruksi yang jelas kepada rumah sakit, terutama di Sinai Utara, untuk bersiap menghadapi kedatangan korban luka dari Jalur Gaza,” tutup asisten menteri kesehatan Mohsen Taha.