Pembakaran Desa di Myanmar Hingga Menewaskan Dua Lansia

Pembakaran Desa di Myanmar Hingga Menewaskan Dua Lansia

Pembakaran Desa di Myanmar Hingga Menewaskan Dua Lansia – Pasukan  penguasa militer atau junta Myanmar membakar desa di wilayah tengah negara tersebut setelah bentrok dengan milisi oposisi, Selasa (15/6). Seperti dilansir Reuters, sehari pascapembakaran, warga desa Kin Ma di Myanmar tengah itu melaporkan setidaknya dua orang tua atau lansia tewas terbakar dalam kejadian tersebut.

Sementara itu stasiun televisi negara Myanmar, MRTV, memberitakan pembakaran desa Kin Ma yang berada di wilayah Magway itu karena ulah kelompok yang disematkan dengan sebutan ‘teroris’. Sejauh ini belum dapat dikonfirmasi mengenai asal muasal penyebab kebakaran tersebut. Sementara itu, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari junta militer Myanmar.

Pasukan keamanan Myanmar diduga membakar sebuah desa di Myanmar setelah bentrokan antara penduduk yang bermukim dengan junta pada Selasa (15/6/2021). Berdasarkan laporan warga setempat, aksi keji tersebut menyebabkan dua orang Agen Poker77  lanjut usia terbakar sampai mati. Menurut media pemerintah MRTV, kebakaran disebabkan oleh teroris, istilah yang digunakan junta merujuk kepada pemberontak, yang sedang merencanakan strategi untuk melengserkan militer.

1. Korban adalah lansia yang gagal melarikan diri
Desa di Myanmar Dibakar hingga 2 Lansia Tewas, Ulah Junta Militer?

Seorang sukarelawan berusia 32 tahun yang membantu warga mengungsi menyampaikan, dua penduduk yang tewas adalah warga lanjut usia yang gagal meninggalkan rumah selama kebakaran.

Dia menambahkan, sejumlah warga yang menyelamatkan diri sempat kembali ke desa pada Rabu (16/6/2021) dan menemukan sejumlah mayat. Sebagai upaya melindungi diri, sebagian besar penduduk tetap bersembunyi di hutan terdekat.

2. Kobaran api besar hingga terekam satelit NASA
Desa di Myanmar Dibakar hingga 2 Lansia Tewas, Ulah Junta Militer?

Kini yang tersisa dari desa Kin Ma hanya 30 rumah, lebih dari 200 rumah hangus terbakar, menyisakan abu dan bata. Kobaran api cukup besar hingga terekam sistem pelacakan api milik satelit NASA pada pukul 21.52 WIB, Selasa.

Media pemerintah MRTV melaporkan, kejadian bermula dari 40 “teroris” yang membakar sebuah rumah di Kin Ma. Kobaran api kemudian menyebar hingga melahap 225 rumah di desa itu.

Sementara itu potret reruntuhan yang diambil Reuters, memperlihatkan kabut asap tipis masih menyelubungi langit Kin Ma hingga Rabu. Si jago merah hanya menyisakan papan kayu yang hangus, batu bata dan perkakas dapur yang berserakan, sedikit pohon yang masih berdiri kokoh, dan beberapa bangkai hewan yang gagal melarikan diri.

3. Kekerasan terhadap warga sipil masih berlanjut
Desa di Myanmar Dibakar hingga 2 Lansia Tewas, Ulah Junta Militer?

Kekerasan di Myanmar tak kunjung berhenti sejak pemimpin junta Jenderal Min Aung Hlaing mengkudeta Aung San Suu Kyi. Gerakan pemberontakan sipil terus memadati jalan menuntut restorasi demokrasi dan pembebasan para tahanan politik.

Asosiasi pemantau setempat melaporkan, bentrokan antara aparat dengan warga sipil telah menewaskan lebih dari 860 orang dan lebih dari 4.900 ditangkap. Fokus junta saat ini adalah memberangus etnis pemberontak dan politisi yang tergabung dalam National Unity Governement (NUG), pemerintahan tandingan yang dilabeli sebagai teroris.

Duta Besar Inggris untuk Myanmar Dan Chugg mengatakan, insiden pembakaran desa merupakan bukti bahwa aparat akan terus menekan warga sipil hingga mereka tunduk terhadap junta.

“Laporan bahwa junta telah membakar seluruh desa di Magway, membunuh penduduk lanjut usia, menunjukkan sekali lagi bahwa militer terus melakukan kejahatan yang mengerikan dan tidak menghargai rakyat Myanmar,” cuit Dan Chugg melalui akun Twitter-nya.

Salah seorang warga desa dengan identitas disamarkan mengatakan setidaknya 30 dari 200an rumah di desa tersebut telah berubah jadi abu dan puing-puing. Foto-foto pascaperistiwa itu pun disertakan dalam kesaksian warga desa kepada Reuters.

Dia yang berusia 32 itu turut menjadi sukarelawan yang membantu warga desa yang terpaksa mengungsi setelah peristiwa pembakaran tersebut. Dua lansia yang tewas terbakar, katanya, tak bisa keluar ketika api turut melalap rumah tempat mereka tinggal selama ini.