Polri Mengatakan Masyarakat Tidak Mudik Sebelum 6 Mei 2021

Polri Mengatakan Masyarakat Tidak Mudik Sebelum 6 Mei 2021

Polri Mengatakan Agar Masyarakat Tidak Mudik Sebelum 6 Mei 2021 – masyarakat ialah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap kelompoknya sebagai satu kesatuan sosial.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (disingkat Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mempunyai moto Rastra Sewakotama yang artinya Abdi Utama bagi Nusa Bangsa. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono meminta masyarakat tak pulang kampung sebelum tanggal 6 Mei 2021 atau sebelum masa larangan mudik Lebaran. Pemerintah diketahui melarang masyarakat mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

SE yang dimaksud adalah Club388 Indonesia SE Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

1. Mudik berpotensi sebabkan angka kasus COVID-19 melonjak
Polri Minta Masyarakat Tak Mudik Sebelum 6 Mei 2021

Ia menegaskan larangan mudik Lebaran merupakan upaya pengendalian pandemik COVID-19. Diharapkan, tidak terjadi penularan virus corona karena aktivitas mudik.

Berkaca dari Lebaran 2020, Rusdi menyebut, ada lojakan kasus COVID-19 pacalibur sebesar 93 persen.

“Tingkat kematian pada per minggu itu meningkat 63 persen ini kita belajar dari sana. Oleh karena itu, sekali lagi keselamatan warga negara menjadi hukum tertinggi yang ini perlu kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

2. Bakal lakukan sosialisasi agar masyarakat patuh dan tertib

Selain itu, Polri akan melakukan sosialisasi agar masyarakat tak memaksakan kehendak untuk mudik, termasuk sebelum tanggal 6 Mei 2021.

“Maka dipersiapkan dari sekarang sosialisasi kepada masyarakat untuk patuh dan tertib terhadap kebijakan pemerintah. Mereka harus bisa bertanggung jawab melaksanakan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik untuk Idul Fitri 2021,” ujar Rusdi.

Menurut dia, jika masyarakat mau tertib, pandemik virus corona di Indonesia akan semakin terkendali.

3. Sanksi tegas mengancam pemudik yang nekat

Sementara itu, pada masa larangan mudik Lebaran 2021, ia mengatakan pihak keamanan tak segan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang melakukan pelanggaran. Petugas gabungan siap melakukan penjagaan di lapangan untuk mengawasi.

“Polri akan menilai apa sanksi yang akan diberikan terhadap para pelanggar. Nanti Polri yang menilai di lapangan, apakah cukup diputarbalikkan atau ditambah sanksi-sanksi yang lain ketika didapati pihak-pihak yang sengaja untuk melanggar Surat Edaran Satgas COVID-19 tersebut,” tutur Rusdi.

Dalam rapat koordinasi, Rusdi menyebut, Polri dan aparatur negara lainnya sudah sepakat bakal bekerja semaksimal mungkin menjaga Ramadan dan Idul Fitri berjalan dengan aman, khidmat dan selamat.