Ribuan Warga Hungaria Komplen Pembangunan Universitas Fudan

Ribuan Warga Hungaria Komplen Pembangunan Universitas Fudan

Ribuan Warga Hungaria Komplen Pembangunan Universitas Fudan – Universitas Fudan (Pinyin: Fùdàn Dàxué), terletak di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok, adalah salah satu universitas paling bergengsi dan selektif di Tiongkok. Rencana pembangunan Universitas Fudan, sebuah perguruan tinggi elit dari Tiongkok di Budapest membuat ribuan orang di Hungaria pada hari Sabtu (5/6/2021), waktu setempat, melakukan aksi unjuk rasa menentang pembangunan. Rencana pembukaan kampus Tiongkok itu akan menghabiskan banyak anggaran.

Hongaria (bahasa Hongaria: Magyarország) adalah sebuah negara terkurung daratan di Eropa tengah. Dilansir dari Poker IDNPlay Negara ini terletak pada Basin Carpathia dan berbatasan dengan Austria di sebelah barat, Slowakia di sebelah utara, Ukraina di sebelah timur, Rumania di sebelah tenggara, Kroasia dan Serbia di sebelah selatan, Slovenia di sebelah barat daya.

1. Biaya pembangunan melebihi anggaran sistem pendidikan tinggi pada tahun 2019

Dilansir Associated Press, pemerintah Orban telah menandatangani sebuah perjanjian strategis dengan Universitas Fudan yang berbasis di Shanghai, dalam rencana pembukaan cabang kampus di Budapest. Rencananya, kampus tersebut akan dibuka pada tahun 2024. Kampus itu akan mendaftarkan siswa internasional dan mewakili satu-satunya pos luar negeri universitas tersebut, serta kampus universitas Tiongkok pertama di 27 negara Uni Eropa.

Rencana itu membuat ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Heroes’ Square menuju gedung parlemen Hungaria. Dalam aksi ini massa membawa spanduk bertuliskan “No Fudan”, bendera dan poster.

Dilansir BBC, Szonja Radics, seorang mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Budapest menyampaikan bahwa Orban dan partainya Fidesz merupakan kawan dari komunis. Mahasiswa lainnya bernama Patrik mengatakan bahwa seharusnya anggaran pembangunan kampus Tiongkok itu digunakan untuk meningkatkan kualitas universitas dalam negeri.

Pembangunan kampus Universitas Fudan di Budapest diperkirakan menelan biaya sekitar 1,8 miliar dolar AS (Rp25,6 triliun). Biaya itu melebihi anggaran yang dihabiskan pemerintah Orban untuk seluruh sistem pendidikan Hungaria pada tahun 2019. Media investigasi Hungaria, Direkt36, memperoleh dokumen yang menunjukkan sekitar 1,5 miliar dolar AS (Rp21,3 triliun) dari biaya akan disediakan oleh pinjaman dari bank Tiongkok.

2. Wali kota Budapest menentang rencana pemerintah pusat

Dilansir BBC, menurut lembaga pemikir liberal Republikon Institute, sekita dua per tiga warga Hungaria menentang pembangunan tersebut. Pembangunan itu juga ditentang oleh Wali Kota Budapest, Gergely Karacsony, yang melakukan aksi menentang dengan mengubah nama jalan di daerah pembangunan itu dengan nama pihak yang dianggap telah menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia Tiongkok.

Nama-nama jalan tersebut diganti menjadi Jalan Bebas Hong Kong, Jalan Dalai Lama dan Jalan Martir Uighur, sebuah kelompok etnis mayoritas Muslim yang menurut pemerintah internasional telah menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia dan genosida berkelanjutan di Xinjiang.

Dilansir DW, pemerintah pusat melakukan pembangunan itu karena Universitas Fudan akan mengizinkan ribuan mahasiswa Hungaria dan internasional untuk memperoleh pendidikan berkualitas tinggi. Namun, warga Hungara tidak mempercayai pemerintah yang bersaha membuat Central European University milik miliarder George Soros untuk keluar dari Hungaria pada 2018, hanya untuk menggantinya dengan yang menghapus referensi “kebebasan berpikir” dari piagamnya pada 2019.

3. Pembukaan kampus Tiongkok dipandang sebagai tindakan penyeimbang geopolitik

Dilansir DW, Direkt36 pada 5 Juni 2021 menyoroti laporan “Kebijakan Pembukaan Timur Viktor Orban membantu intelijen Tiongkok menginjakkan kaki di Hongaria, mengubah negara itu menjadi zona tabrakan antara Tiongkok & Amerika Serikat.” Laporan itu ditulis oleh jurnalisnya yang bernama Szabolcs Panyi, dia menyampaikan bahwa itu merupakan kekhawatiran terbesar tentang kehadiran kampus Universitas Fudan di Budapest.

Panyi kepada DW menyampaikan bahwa keterbukaan Hungaria menciptakan lingkungan yang ramah bagi intelijen Tiongkok, dia menyampaikan bahwa ada kecenderungan Beijing untuk memaksa siswanya di luar negeri untuk membantu badan intelijen negara itu, dia mengatakan, “Semakin besar jejak Tiongkok di Hungaria, semakin besar risiko spionase.”

Banyak yang memandang Universitas Fudan sebagai bagian terbaru dari “Pembukaan Timur” Orban, yang telah digambarkan oleh para pengamat sebagai tindakan penyeimbang geopolitik. Meskipun Orban membayangkan sejumlah besar uang tunai Tiongkok sebagai imbalan atas kesetiaannya yang berkelanjutan ke Beijing, hanya sedikit yang terwujud selama 10 tahun terakhir, yang membuat para kritikus berpendapat bahwa ia telah menawarkan Hungaria sebagai ‘Kuda Troya’ Tiongkok ke dalam UE dan NATO, tanpa memperoleh imbalan yang sebanding.

Pemerintah Orban diketahui memiliki hubungan dekat dengan Beijing. Pada awal bulan Juni 2021, Hungaria memblokir pernyataan Uni Eropa yang mengkritik perlakuan Beijing terhadap Hong Kong.