Sifat Manusia ini Bisa Merusak Diri Kamu Secara Perlahan Lho

Sifat Manusia ini Bisa Merusak Diri Kamu Secara Perlahan Lho

Sifat Manusia ini Bisa Merusak Diri Kamu Secara Perlahan Lho – Sifat manusia adalah konsep yang menunjukkan fundamental disposisi dan karakteristik-termasuk cara berpikir , perasaan, dan bertindak -yaitu manusia dikatakan memiliki secara alami. Istilah ini sering digunakan untuk menunjukkan esensi dari manusia, atau apa yang ‘ berarti ‘ untuk menjadi manusia. Penggunaan ini telah terbukti kontroversial karena ada perselisihan mengenai apakah esensi seperti itu benar-benar ada atau tidak.

Argumen tentang sifat manusia telah menjadi fokus utama filsafat selama berabad-abad dan konsep tersebut terus memicu perdebatan filosofis yang hidup. Sementara kedua konsep berbeda satu sama lain, diskusi mengenai sifat manusia biasanya terkait dengan kepentingan komparatif gen dan lingkungan dalam perkembangan manusia (yaitu, ‘ alam versus pengasuhan‘). 

Sebagai makhluk yang memiliki akal sehat, kita dituntut untuk dapat berpikir sebaik-baiknya dalam berperilaku dan menentukan segala sesuatunya. Sebab dunia ini terlalu kejam untuk Agen Poker77 sekecil apa pun kesalahan. Sayangnya, tidak setiap manusia mampu dan bisa mengendalikan dirinya untuk menghindari beragam sifat-sifat buruk manusia.

1. Ceroboh
Awas, 5 Sifat Manusia yang Rusak Diri Sendiri Secara Perlahan

Kecerobohan seseorang mungkin tidak terlalu besar akibatnya terhadap apa yang ia jalani. Meski begitu, jika kecerobohan itu terlalu sering terjadi, maka akibatnya akan semakin membesar. Seperti halnya dengan bom waktu, kecerobohan bisa sewaktu-waktu menghancurkan kita apabila kita tidak peka terhadap kesalahan tersebut sekecil apa pun itu. Terlebih, semakin sering kita menunjukkan kecerobohan, maka makin buruk penilaian orang lain terhadap kepribadian diri kita masing-masing.

2. Mudah percaya
Awas, 5 Sifat Manusia yang Rusak Diri Sendiri Secara Perlahan

Percaya kepada orang lain memang perlu, tetapi lain halnya dengan mudah percaya. Jika kita terlalu mudah percaya atau terhasut, sulit untuk kita menentukan jalan hidup kita sendiri. Terlalu banyak anggapan-anggapan orang lain yang kita nilai benar sehingga memengaruhi pola pikir. Terlebih apa yang mereka katakan juga belum tentu sepenuhnya benar. Kita harus pintar-pintar dalam memilah masukkan dan pendapat orang lain agar kita tidak mudah terkecoh.

3. Plin-plan
Awas, 5 Sifat Manusia yang Rusak Diri Sendiri Secara Perlahan

Mengapa seseorang perlu memiliki kepribadian yang kuat? Karena dengan kepribadian yang kuat, kita dapat mengendalikan diri sendiri dari pengaruh-pengaruh luar yang dapat mengacaukan pikiran. Kita tidak tahu apa yang terbaik untuk kita di dunia ini, tetapi kita juga tidak boleh plin-plan.

Apa maksudnya? Maksudnya adalah mudah berganti-ganti pandangan atau tujuan dari hidup yang kita jalani. Kita harus punya komitmen, sebab hidup bukan hanya sekadar apa yang kita jalani hari ini. Tetapi juga masa depan yang tengah kita bangun.

4. Ikut-ikutan
Awas, 5 Sifat Manusia yang Rusak Diri Sendiri Secara Perlahan

Mungkin melihat orang lain dengan segala kesenangannya dapat membuat kita lupa dengan diri kita sendiri. Melihatnya mempertontonkan beragam gaya hidup dan juga kesukaannya, bisa saja memengaruhi cara hidup kita. Bahkan fatalnya, bukan tidak mungkin kita kehilangan komitmen dan tujuan yang kita rancang sedari awal. Hingga tanpa kita sadari, kita bergerak sesuai apa yang orang lain perlihatkan, bukan sesuai dengan apa yang hati kita inginkan.

5. Sombong
Awas, 5 Sifat Manusia yang Rusak Diri Sendiri Secara Perlahan

Sifat yang satu ini, selain bisa menjadi masalah untuk kita di awal, ternyata juga bisa menjadi masalah besar di kemudian hari. Sifat sombong yang kamu pupuk, dapat mengubah penilaian orang lain. Yang kamu harapkan mungkin penilaian baik, tetapi nyatanya kamu akan dipandang buruk oleh siapa pun yang tersakiti oleh sifatmu.

Manusia memang tidak ada yang sempurna. Tetapi tak ada salahnya untuk menjadi manusia yang lebih baik dan mendekati sempurna. Karena kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Sejalan dengan itu, konsep juga terus berperan dalam bidang ilmu pengetahuan,  seperti ilmu saraf , psikologi , dan ilmu sosial (seperti   sosiologi), di mana berbagai ahli teori mengklaim telah menghasilkan wawasan tentang sifat manusia. Sifat manusia secara tradisional dikontraskan dengan atribut manusia yang bervariasi di antara masyarakat , seperti yang terkait dengan budaya tertentu .