Ukraina Akan Beri Insentif Bagi Warga yang Mau Divaksin

Ukraina Akan Beri Insentif Bagi Warga yang Mau Divaksin

Ukraina Akan Beri Insentif Bagi Warga yang Mau Divaksin – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Senin mengatakan dalam sebuah pernyataan video bahwa semua warga Ukraina yang divaksinasi terhadap COVID-19  akan menerima pembayaran 1.000 hryvnia (Rp 500 ribu). Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan angka vaksinasi COVID-19 di negara Eropa Timur itu yang tergolong rendah.

Ukraina memiliki salah satu tingkat vaksinasi terendah di Eropa dan bergulat dengan frase terburuk dari pandemi, dengan kematian mencapai rekor harian baru 833 minggu lalu. Terkait vaksin COVID-10, Ukraina menghadapi masalah yakni sertifikat palsu vaksin COVID-19. Walaupun berbagai vaksin Covid-19 sudah tersedia di Ukraina, tetapi upaya vaksinasi mendapat perlawanan kuat dari gerakan anti-vaksinasi. Para anti-vaksin juga secara aktif didorong hoaks dari Rusia.

Layanan Keamanan Ukraina baru-baru ini mengidentifikasi dan menutup lima ribu akun palsu terkait Rusia yang digunakan untuk menyebarkan teori anti-vaksin ke pengguna Facebook Ukraina. Kebijakan pemberian insentif sudah dilakukan oleh beberapa negara Eropa lainnya untuk meningkatkan minat vaksinasi warga serta mencapai target inokulasi dalam melawan COVID-19.

1. Pemerintah berikan insentif sebesar Rp539.800
Ukraina Beri Insentif Bagi Warga yang Mau Divaksinasi

Pemberain insentif ini diutarakan langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy melalui video konferensinya. Namun, uang tersebut hanya diberikan kepada seseorang yang bersedia divaksin COVID-19 secara penuh atau dua kali vaksinasi.

Zelenskiy juga mengatakan insentif yang diberikan mencapai 1.000 hryvnia atau Rp539.800. “Semua yang bersedia divaksinasi dua kali dalam melawan COVID-19 akan menerima uang sebesar 1.000 hryvnia” tuturnya.

Sejumlah uang itu terhitung cukup signifikan bagi warga Ukraina, yang mana termasuk negara paling miskin di Eropa. Pasalnya, dalam satu tahun pendapatan per kapita penduduk Ukraina hanya sebesar Rp52 juta.

“Dengan uang itu, kalian dapat membeli tiket gim atau klub fitness, berkunjung ke bioskop, theater, museum, konser dan pameran, ataupun membeli tiket untuk berwisata di dalam negeri” ungkap Zelenskiy, dalam laman RFE/RL.

2. Pemerintah akan menggelontorkan dana hingga Rp3,2 triliun

Skema pemberian insentif ini nantinya membutuhkan dana sebesar 225 juta dolar AS atau Rp3,2 triliun. Sedangkan nantinya pemberian insentif ini akan dimulai pada bulan depan, tepatnya tanggal 19 Desember hingga tahun 2022 mendatang.

Sementara, kebijakan ini diberlakukan demi menarik minat masyarakat untuk bersedia divaksinasi. Pasalnya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan setempat baru sebanyak 28 persen penduduk Ukraina yang menerima dua dosis vaksin COVID-19.

Bahkan, Pemerintah Ukraina sebelumnya sudah menjalankan beberapa kebijakan demi memaksa warga untuk diinokulasi, seperti menerapkan pembatasan bagi warga yang belum divaksin dan menerapkan persyaratan sertifikat vaksin di beberapa area publik, dilaporkan dari ENCA.

3. Kasus penularan COVID-19 di Ukraina terus mengalami kenaikan

Ukraina merupakan salah satu negara di Eropa yang tengah mengalami kenaikan kasus COVID-19 dalam dua bulan terakhir. Bahkan rekor penularan hariannya mencapai lebih dari 26 ribu ditambah kasus kematian akibat COVID-19 yang mencapai rekor tertinggi 833 orang dalam sehari, dilaporkan dari Reuters.

Pemerintah Ukraina menyebut kenaikan kasus penularan dan kematian akibat COVID-19 ini disebabkan rendahnya angka vaksinasi. Akibatnya, otoritas setempat sudah menerapkan pembatasan sosial di beberapa kota besar, termasuk di ibu kota Kyiv.

Sejak awal pandemik hingga kini, kasus COVID-19 di negara berpenduduk 45 juta jiwa itu sudah mencapai 3,2 juta jiwa dengan angka kematian lebih dari 77.000 jiwa.

Sebelumnya, Ukraina juga sempat mengalami kelangkaan vaksin COVID-19 pada awal tahun ini, di tengah kelangkaan vaksin di negara Barat dan menolak tawaran vaksin Sputnik V dari Rusia. Namun, negara Eropa Timur itu akhirnya berbelok ke China untuk mendatangkan vaksin Sinovac.