Warga AS yang Sudah Divaksinasi Penuh Bisa Beraktivitas Lagi

Warga AS yang Sudah Divaksinasi Penuh Bisa Beraktivitas Lagi

Warga AS yang Sudah Divaksinasi Penuh Bisa Beraktivitas Lagi – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menyampaikan perkembangan situasi tentang upaya vaksinasi pemerintahannya, setelah Kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Preventon/CDC) Rochelle Walensky menyampaikan permohonan kepada warga supaya tidak lengah dalam perang melawan Covid-19.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, atas rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengizinkan warganya yang telah divaksinasi penuh untuk beraktivitas di luar ruangan tanpa mengenakan masker. Namun, mereka diimbau tetap menggunakan penutup wajah jika berada di tengah kerumunan.

Aturan ini diperbarui oleh CDC setelah mempertimbangkan, lebih dari setengah populasi Negeri Paman Sam itu telah menerima suntikan vaksin dosis pertama. “Kami membuat kemajuan menakjubkan karena kalian semua. Jika Anda telah Daftar Live22 divaksinasi, Anda dapat melakukan lebih banyak hal, lebih aman, baik di luar maupun di dalam ruangan,” kata Biden pada Selasa (27/4/2021), sebagaimana dilansir dari Reuters.

1. Strategi untuk mengatasi keraguan terhadap vaksin
Warga AS yang Sudah Divaksinasi Penuh Boleh Beraktivitas Tanpa Masker

CDC menyebut pedoman baru itu sebagai langkah awal membantu warga AS yang telah divaksinasi untuk melanjutkan kegiatan, yang sempat terhenti karena pandemik COVID-19.

Selain itu, kata Biden, kebijakan ini merupakan strategi pemerintah untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin.

“Bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi, terutama jika Anda lebih muda atau berpikir Anda tidak membutuhkannya, ini adalah alasan bagus lainnya untuk mendapatkan vaksinasi,” tutur Biden

2. Biden sebut kasus positif di AS menurun drastis

Kasus COVID-19 di AS menurun 16 persen dalam seminggu terakhir. Biden menyebut, kematian warga lanjut usia menurun hingga 80 persen sebagai dampak positif dari program inokulasi nasional.

Perkembangan vaksinasi terkini, lebih dari 29 persen penduduk AS telah divaksinasi penuh dan lebih dari 43 persen telah disuntik dosis pertama dari vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna, atau Johnson & Johnson.

Kendati penambahan kasus harian masih relatif tinggi, angkanya sudah menurun enam kali lipat dari puncak pandemik yang terjadi pada Januari 2021. Satu pekan terakhir, rata-rata penambahan kasus sekitar 40 ribu hingga 60 ribu kasus dalam sehari.

Dikutip dari Worldometers, AS tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbanyak di dunia (32.927.091 kasus) dan negara dengan kasus kematian tertinggi di dunia (587.384 kematian).

3. Berikut regulasi terbaru dari CDC

Dilaporkan melalui laman resmi CDC, orang AS yang telah divaksinasi penuh diizinkan makan di luar ruangan dengan kolega. Mereka juga diperbolehkan berkumpul di luar ruangan dengan mereka yang sudah divaksinasi penuh dan mereka yang belum divaksinasi.

CDC tetap merekomendasikan masker untuk acara di luar ruangan yang ramai, seperti parade dan acara olahraga. Begitu pula ketika berkunjung ke salon, pusat perbelanjaan, bioskop, dan rumah ibadah.

CDC mengklasifikasikan aktivitas sebagai “merah”, “kuning” dan “hijau” berdasarkan tingkat keamanan untuk orang yang tidak divaksinasi. Orang yang belum divaksinasi juga dapat berjalan dan berlari di luar ruangan tanpa masker bersama anggota keluarga dalam satu rumah.

Data tentang apakah orang yang divaksinasi dapat menyebarkan infeksi kepada mereka yang tidak menerima suntikan masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, CDC memperingatkan orang harus mengevaluasi risiko kepada teman dan keluarga sebelum keluar tanpa masker.