Warga India Membuat Kuil Baru untuk Mengusir Virus Corona

Warga India Membuat Kuil Baru untuk Mengusir Virus Corona

Warga India Membuat Kuil Baru untuk Mengusir Virus Corona – Kuil (kata serapan Bahasa Indonesia dari bahasa Tamil koil) adalah struktur yang digunakan untuk aktivitas keagamaan atau spiritual, seperti berdoa dan pengorbanan, atau ritus. Penduduk desa India telah mendirikan sebuah kuil untuk “dewi corona”. Mereka memanjatkan doanya dengan harapan campur tangan Tuhan dapat mengusir virus mematikan itu.

Kuil terdiri dari kawasan suci yang ditentukan oleh pendeta atau augur. Kuil juga dikaitkan dengan rumah tempat tinggal dewa. Istilah dalam bahasa Latin: “templum” berasal dari sekitar abad ke-6 SM.Para penyembah di desa Shuklapur, kawasan utara Uttar Pradesh, telah mempersembahkan doa, air suci, dan bunga di kuil yang dicat kuning. Di sanalah mereka menempatkan sosok dewi yang dijuluki Corona Mata (Mother Corona).

“Mungkin dengan restunya, warga desa, desa kami, dan semua orang mendapat kelegaan,” kata seorang warga yang bernama Sangeeta sebagaimana diwartakan oleh IDN Poker, Sabtu (12/6/2021).

1. Pemotongan pajak untuk alat kesehatan
Usir COVID-19, Warga India Dirikan Kuil untuk Dewi CoronaPasien terkena penyakit virus korona (COVID-19) mendapatkan perawatan di bangsal kecelakaan di rumah sakit Lok Nayak Jai Prakash (LNJP), di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Kamis (15/4/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui)

Saat ini, pemerintah India tengah mengupayakan segala cara untuk mengakhiri gelombang kedua pandemik COVID-19. Kebijakan terbaru yang diterbitkan sejak Sabtu adalah memotong pajak untuk peralatan medis, seperti konsentrator oksigen dan obat-obatan, sebagai instrumen penting dalam mengobati virus corona.

Pemerintah memotong pajak untuk oksigen kelas medis, ventilator, obat antivirus remdesivir, kit diagnostik, oksimeter denyut, dan pembersih tangan menjadi 5 persen dari 12-18 persen. Retribusi baru akan berlaku hingga akhir September. Pemotongan pajak juga berlaku untuk tungku listrik di krematorium.

“Pemotongan suku bunga dilakukan agar masyarakat mendapatkan kemudahan. Keputusan telah diambil untuk memberikan kemudahan tertinggi kepada pasien,” demikian keterangan disampaikan oleh Departemen Keuangan India, dikutip dari The Straits Times.

2. Poster tengkorak bagi orang-orang yang belum divaksinasi
Usir COVID-19, Warga India Dirikan Kuil untuk Dewi Corona

Sementara itu, Kepolisian di distrik Niwari, Madhya Pradesh, menandai warga yang belum divaksinasi COVID-19 dengan poster bergambar tengkorak. Dalam poster juga terdapat penggalan kalimat bertuliskan “jauhi saya, saya belum divaksinasi.”

Belum cukup sampai di situ, polisi bahkan meminta warga yang belum divaksinasi membaca keras-keras pesan dalam poster dan bersumpah bahwa mereka akan diinokulasi dalam waktu dua hari.

Sementara mereka yang telah divaksinasi diberi lencana dengan warna bendera India bertuliskan “saya seorang patriot sejati karena telah divaksinasi.”

“Ini adalah salah satu dari banyak inisiatif dan hanya simbolis dengan niat untuk menciptakan kesadaran,” tutur Inspektur Polisi distrik Niwari, Alok Kumar Singh.

3. India izinkan CoviSelf sebagai alat swa-uji rumahan
India Will Get Covid-19 Test Kits, Protective Gear From U.S. as Cases Surge  - WSJ

Perusahaan rintisan India Mylab Discovery Solutions berharap, alat uji COVID-19 rumahan CoviSelf akan membantu negara dengan penduduk 1,3 miliar itu melacak penularan virus.

CoviSelf diluncurkan awal bulan ini dan merupakan alat pengujian rumah pertama yang disetujui pemerintah. Selain mempercepat upaya pengujian, CoviSelf diharapkan mampu mengurangi tekanan pada laboratorium. Alat swa-uji itu dihargai 250 rupee atau Rp48 ribu.

Kit ini menggunakan metode usap hidung dengan kode QR yang terhubung ke aplikasi seluler. Hasilnya dapat diketahui dalam 15 menit dan otomatis dikirimkan ke Dewan Penelitian Medis India, lembaga pemerintah yang memimpin penanganan COVID-19.

“Ini telah dirancang agar orang dapat melakukannya di rumah. Jadi isi kitnya sederhana, cara membuangnya sederhana, cara melakukannya sederhana,” ujar Kepala Serologi dan Mikrobioma Mylab Shrikant Pawar.