Warga Jepang Tolak Pernikahan Putri Mako dengan Rakyat Biasa

Warga Jepang Tolak Pernikahan Putri Mako dengan Rakyat Biasa

Warga Jepang Tolak Pernikahan Putri Mako dengan Rakyat Biasa – Sejumlah warga  Jepang menolak pernikahan keponakan Kaisar Naruhito, Putri Mako, dengan kekasihnya yang merupakan rakyat biasa, Kei Komuro. Putri Mako secara resmi kehilangan status kerajaannya setelah menikahi kekasih semasa kuliah, Kei Komuro, pada Selasa, 26 September 2021.

Kisah cinta Putri Mako dan kekasihnya yang merupakan rakyat biasa menuai kontroversi di Negara Matahari Terbit tersebut. Para pengunjuk rasa menentang pernikahan tersebut. Sekitar 100 orang demonstran turun ke jalan menolak pernikahan Putri Mako dan kekasihnya. AFP Photo/Kazuhiro Nogi.

“Lebih dari 100 orang berbaris hari ini karena kami ingin mengatakan yang sebenarnya tentang betapa menyusahkannya pernikahan ini, dan saya tidak ingin keluarga kekaisaran terlibat dalam kejahatan,” kata Midori Adachi, seorang pekerja paruh waktu berusia 32 tahun.

1. Pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro
Warga Jepang Demo Tolak Pernikahan Putri Mako dengan Rakyat Biasa

Putri Mako telah menikahi Kei Komuro, kekasihnya sejak di bangku kuliah, pada Selasa, dan karenanya kehilangan status kerajaannya. Mereka menikah di pagi hari setelah seorang pejabat dari Badan Rumah Tangga Kekaisaran (IHA), yang menjalankan kehidupan keluarga, menyerahkan dokumen ke kantor setempat untuk mendaftarkan pernikahan mereka.

Di bawah hukum Jepang, anggota keluarga kekaisaran perempuan akan kehilangan status mereka setelah menikah dengan “orang biasa”. Namun, anggota keluarga kekaisaran laki-laki tidak akan kehilangan status mereka jika melakukan pernikahan serupa.

Putri Mako juga dikabarkan melewatkan ritual pernikahan kerajaan yang biasa dilakukan, termasuk resepsi. Ia juga menolak pembayaran satu kali sekitar 1,3 juta dolar AS, yang biasanya harus dibayarkan perempuan kerajaan yang meninggalkan keluarga kekaisaran setelah menikah.

Menurut BBC, dia adalah anggota perempuan pertama dari keluarga kerajaan yang menolak keduanya.

2. Permasalahan seputar pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro
Penuh Kontroversi, Inilah 5 Fakta Pernikahan Putri Mako dan Kei Komuro

Pasangan yang dijuluki ‘Harry dan Meghan Jepang’ itu telah menghadapi pengawasan media yang ketat sejak menjadi pasangan kekasih di universitas. Putri Mako bahkan pernah didiagnosis dengan gangguan stres pascatrauma dalam hubungan mereka.

Mereka sebenarnya telah mengumumkan pertunangan pada 2017 dan Jepang awalnya menyambut baik kabar tersebut. Namun, segalanya berubah ketika tabloid melaporkan skandal uang yang melibatkan ibu Komuro. Pers dan suasana publik kemudian berbalik menentang Komuro dan pernikahan ditunda.

Putri Mako kemudian meninggalkan Jepang untuk belajar hukum di New York pada 2018 dan baru kembali bulan lalu. Tapi setelah pernikahan, Putri Mako akan kembali pindah ke New York dengan suaminya. Mako telah mengajukan paspor pertama dalam hidupnya.

3. Pernyataan Putri Mako
Akhirnya Menikah, Putri Mako Resmi Tinggalkan Kekaisaran Jepang

Setelah pernikahan dilangsungkan pada Selasa, pasangan yang sama-sama berusia 30 tahun itu menggelar konferensi pers pertama mereka sebagai suami-istri.

Dalam kesempatan itu Mako mengatakan bahwa laporan berita yang ‘salah’ tentang Komuro telah menyebabkan kesedihan, stres, dan ketakutannya yang luar biasa.

“Saya mengerti ada berbagai pemikiran tentang pernikahan saya dengan Kei,” kata Mako. “Saya sangat menyesal kepada orang-orang yang memiliki masalah (dengan pernikahan kami).”